Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Mengupas Problem Banjir Kalsel: Ratusan Eks Lubang Tambang di DAS Barito Terendus! Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25 Tak Perlu Lakukan Tilang, Calon Kapolri Harap Polantas Hanya Atur Lalin

Baru Tiga Kasus Karhutla di Kalsel Naik Tahap Penyidikan

- Apahabar.com Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:29 WIB

Baru Tiga Kasus Karhutla di Kalsel Naik Tahap Penyidikan

Penangkapan MR, terduga pembakar lahan oleh Tim Satgas Karhutla Kalsel di sekitar wilayah Kegubernuran Kalsel. Foto-BPBD for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Dari 57 kasus pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Selatan, baru 3 kasus di antaranya naik ke tahap penyidikan.

“54 kasus lainnya masih dalam tahap lidik,” jelas Kanit Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Kompol Ajie Lukman di kantor BPBD Kalsel, Kamis siang.

Sepanjang penyelidikan digulirkan, polisi tampak kesulitan dalam proses pembuktian.

“Jika memang diduga pelaku memang benar terbukti, maka akan dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” singkat dia.

Terkait MR, salah seorang terduga pembakar lahan yang diamankan pada Rabu kemarin, pihaknya masih menunggu proses penyelidikan di Polres Banjarbaru rampung.

“Untuk sementara ini kita belum ada laporan terbaru dari Polres Banjarbaru tentang itu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Tim Satgas Karhutla 2019 mengamankan MR karena terindikasi melakukan pembakaran lahan di area sekitaran kantor Gubernur Kalsel, belakang Guntung Upih.

Sementara itu, dari catatan media ini, sampai 22 Agustus lalu luas hutan dan lahan terbakar di Kalsel mencapai 1.554,74 hektar, terdiri dari 614 kasus, dengan 304 titik api.

“Kawasan lahan terbakar lebih luas dibandingkan hutan,” ucap Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin sebelumnya.

Kabupaten Tapin masih menjadi daerah kasus kebakaran lahan tertinggi, mencapai 305,6 hektar atau 65 kasus, dengan jumlah hotspot mencapai 99 titik.

Kedua, diduduki Tanah Laut seluas 278,16 hektar atau 159 kasus, dengan jumlah hotspot mencapai 33 titik api. Selanjutnya, Balangan 165,06 hektar atau 35 kasus, dengan hotspot mencapai 6 titik.

Baca Juga: Lagi, Satgas Karhutla Kalsel Amankan Terduga Pembakar Lahan

Baca Juga: Gugah Kesadaran Warga Jaga Lingkungan, Hawang Dipilih Menjadi Kampung Bebas Karhutla

Baca Juga: Karhutla di Desa Cindai Alus, Api Hampir Jilat Rumah Warga

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rencana Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: SMP 7 Sudah Divisitasi, Apa Hasilnya?
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Dilirik Maskapai Internasional
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Bicarakan RPPLH ke Kementerian LHK
apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 Banjarmasin: Positif 32, ODP Jadi 527 Orang
apahabar.com

Kalsel

Intip Aktivitas Tim Medis RSUD Ansari Saleh Hadapi Pandemi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Di Tanbu, Kementrian Kelautan dan Perikanan Distribusikan 40 Ribu Benih Ikan
apahabar.com

Kalsel

Mau Pergi Umrah, Rumah Mastaniyah Malah Dilalap Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Manajemen Mercure Hotel Banjarmasin Menunggu Kepastian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com