Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Batal di Bukit Soeharto, Ibu Kota Pindah ke Penajam?

- Apahabar.com Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:21 WIB

Batal di Bukit Soeharto, Ibu Kota Pindah ke Penajam?

Lokasi pembangunan rel Kereta Api Borneo di kawasan Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Foto-Tribun Kaltim

apahabar.com, PENAJAM – Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara kemungkinan besar batal jadi ibu kota baru Indonesia.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro tak memilih kawasan berstatus taman hutan raya itu lantaran kandungan batu bara di tanahnya.

“Kalau tanah gambut itu berisiko. Tanah batu bara berisiko. Kami cari yang lokasinya jauh dari gambut dan batu bara,” ujar Bambang Jumat pekan lalu.

Dengan gaung Forest City, Bappenas sepertinya tentu tidak mau menjamaah Bukit Soeharto yang berstatus hutan lindung.

Namun dalam pidato kenegaraan 16 Agustus kemarin, Jokowi sudah minta izin ke para wakil rakyat DPR dan senator DPD RI untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Dengan kemajuan infrastrukturnya, Kaltim digadang kuat dibanding Kalsel dan Kalteng jadi pengganti Jakarta.

Nah, jika demikian opsi terkuat sekarang ada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kebetulan lagi, Bupati PPU Paser diundang oleh Bappenas, Rabu esok.

“Kita dapat undangan dari Bappenas terkait penetapan ibu kota. Bau-baunya sih mudah-mudahan Kaltim jadi ibu kota,” ujar Gafur, kemarin.

Jika Kaltim yang dipilih, Gafur menjamin PPU siap mendukung penyediaan lahan terkait proyek pembangunan ibu kota negara.

“Kami siap sekali jika pemerintah pusat menetapkan posisi ibu kota di Kaltim. Masalah lahan kami komitmen, tadi juga sempat bicara dengan petinggi DPRD PPU,” ujar Gafur tanpa memerinci total luasan lahan dimaksud.

Masyarakat Kaltim, klaim Gafur, mendukung penuh pemindahan ibu kota demi pemerataan ekonomi daerah, sehingga tak berkutat di kawasan barat Indonesia saja.

“Karena ini nawacita dari Presiden, bagaimana dari Sabang sampai Marauke pertumbuhan negara [Ekonomi] bisa merata. Jadi akan sangat besar sekali impact-nya ke depan,” jelas Gafur.

Jika jadi ibu kota, Gafur mengklaim letak geografis PPU cukup sesuai. Selain luasan lahannya, struktur tanahnya juga lebih padat.

“Dari kacamata saya, kecamatan Penajam siap, kecamatan Waru siap, kecamatan Babulu, Kecamatan Sepaku siap. Tinggal mengikuti kajian dari pemerintah pusat saja,” jelasnya.

Keunggulan lain, kata adik dari Wakil Wali Kota Balikpapan Rachmad Masud itu, PPU diapit oleh dua kabupaten kota, yakni Paser dan Balikpapan. Juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di sisi utara.

“Kita memiliki bandara, dan pelabuhan internasional, laut dalam, punya kawasan pesisir, dan juga hutan. Jadi Kaltim sangat cocok untuk konsep green beautiful dan smart itu,” ujar Gafur mengakhiri.

Baca Juga: Tokoh Perbatasan Sambut Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Baca Juga: Harapan Pemindahan Ibu Kota Warnai Detik-Detik Proklamasi di Penajam

Baca Juga: Prabowo Subianto Soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Jokowi Instruksikan Rapid Tes Massal, Intip Langkah-langkahnya

Nasional

Jokowi Instruksikan Rapid Tes Massal, Intip Langkah-langkahnya

Nasional

Gunung Semeru Meletus, Semburkan Awan Panas hingga Terdengar Suara Gemuruh
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Alami 18 Kali Gempa Guguran
apahabar.com

Nasional

Gegara Tak Nyalakan Lampu Motor, Polisi Peras WN Jepang Viral
apahabar.com

Nasional

Mobil Pengawalan Delta Zone PT Freeport Ditembaki KKB
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Defisit, Iuran Dinaikkan
apahabar.com

Nasional

BNPB Sebut Tiga Bencana di 2018 Fenomena Langka
apahabar.com

Nasional

Ketika Jemaah Gresik Bertemu Shane Elson, Relawan asal Australia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com