Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Belajar Menangkal Hoaks bersama Google dan AJI Samarinda

- Apahabar.com     Minggu, 25 Agustus 2019 - 19:59 WITA

Belajar Menangkal Hoaks bersama Google dan AJI Samarinda

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan cara mendeteksi dan menangkal hoaks atau berita bohong, sejak 23 hingga 25 Agustus 2019 di Samarinda. Foto-AJI for apahabar.com

apahabar.com, SAMARINDA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar pelatihan cara mendeteksi dan menangkal hoaks atau berita bohong, sejak 23 hingga 25 Agustus 2019 di Samarinda.

Puluhan jurnalis, mahasiswa, organisasi nonpemerintah atau NGO, dan warga umum menjadi peserta.

“Hoaks dapat kita temukan sejak kita bangun. Saat bangun, apa yang pertama dibuka? Handphone? Kita bisa menemukan banyak hoaks,” kata Trainer Google News Initiative, Muhammad Iqbal di, Kota Samarinda, Minggu, 25 Agustus 2019.

Selain mudah ditemui, hoaks juga dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan.

Untuk itu, peserta diharap mampu mendeteksi dan menangkal hoaks yang kerap beredar di media sosial, dan dapat memberikan dampak hingga di dunia nyata. Terutama para jurnalis, agar dapat menjadi garda terdepan.

“Semakin kuat verifikasi yang dilakukan jurnalis, semakin minim warga terpapar hoaks, Bahkan karya jurnalistik bisa meredam segala potensi buruk dari hoaks,” ujar Sekertaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Riza.

Revo dan Iqbal memulai pemaparan dari cara mengetahui akun palsu.

Peserta diberikan contoh-contoh akun palsu yang nyaris serupa dengan akun asli. Kebanyakan akun palsu menggunakan nama-nama orang yang terkenal atau memiliki pengaruh terhadap publik.

Mereka lalu menjelaskan tentang dua jenis hoaks. Yakni, misinformasi dan disinformasi. Misinformasi ialah informasi yang salah tapi dianggap benar karena ketidaktahuan.

Sedangkan disinformasi adalah informasi diketahui hoaks, namun tetap sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu.

“Hoaks mudah menyebar karena banyak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya,” kata Revo.

Para trainer juga memaparkan tentang cara memverifikasi foto dan video. Agar tidak keliru ketika mencatat lokasi dan waktu peristiwa dari hasil tangkapan kamera yang beredar.

Peserta juga diajarkan cara memverifikasi website atau domain yang sekiranya dapat dipercaya.

Tak hanya teori, peserta juga langsung diberikan soal dari materi yang telah dipaparkan untuk menguji apakah bisa mendeteksi dan menangkal hoaks.

Materi lain yang tak kalah penting ialah tentang keamanan digital. Peserta dijelaskan agar akun media sosial dan data media sosial yang dimiliki aman dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak diinginkan.

Di tahun kedua ini, AJI, Google, dan Internews menargetkan 3 ribu jurnalis, mahasiswa dan kalangan umum dari puluhan kota di Indonesia mengikuti pelatihan ini. Di tahun sebelumnya, 3 ribu orang dari berbagai kalangan juga mengikuti pelatihan yang sama. Untuk kegiatan di Samarinda, pelaksana kegiatan ialah AJI Balikpapan Biro Samarinda.

Baca Juga: Kabar Gembira, 3 Menara Telekomunikasi di Mahulu Segera Aktif

Baca Juga: Masjid Agung Penajam Bakal Disulap Mirip Masjid Nabawi

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pedagang Pentol di Balikpapan

Kaltim

Tertarik Beli Motor Online, Pedagang Pentol di Balikpapan Tertipu Rp 6 Juta

Kaltim

Duh, Seluruh Panitia PPDB di SDN 006 Balikpapan Selatan Terpapar Covid-19
Dermaga Samarinda,

Kaltim

Terkait Ledakan Kapal di Dermaga Samarinda, 2 Saksi Diperiksa
apahabar.com

Kaltim

Update Covid-19 Kaltim: Positif Bertambah 113 Kasus
Vaksin

Kaltim

Jatah Vaksin Minim, Tokoh Agama Balikpapan Kecewa
Indomaret Balikpapan

Kaltim

Parkir Sebentar di Indomaret Balikpapan, Sekejap Motor Hilang
Balikpapan

Kaltim

Heboh Anak Hilang di Balikpapan, Polisi Buru Pria Misterius Pembawa ZR

Kaltim

Tak Lagi Digunakan, Alat GeNose Seharga Ratusan Juta di Balikpapan Menganggur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com