Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis!

Bendungan ‘Penyebab’ Terendamnya Kebun Karet, Dijebol

- Apahabar.com Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:31 WIB

Bendungan ‘Penyebab’ Terendamnya Kebun Karet, Dijebol

Ilustrasi, kebun karet milik warga Desa Damit Hulu terendam. Foto-kompas.com

apahabar.com, PELAIHARI – Keluhan petani karet di Desa Damit Hulu atas terendamnya kebun karet mereka, mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Tanah laut. Bendungan yang diduga menjadi penyebab musibah itu diputuskan akan dijebol mulai hari ini, Rabu (14/8/2019).

Sekretaris Desa Damit Hulu Purmadi mengatakan, permasalahan petani karet ini sudah kita sampaikan ke Camat dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat.

Baca Juga: Tingkatkan Proses Administrasi, BPJS Sosialisasikan E-Dabu

“Lokasi terendamnya kebun karet ini berdekatan dengan bendungan air (milik perusahaan) tambang, sudah ditinjau LH dan Bupati,” kata Purmadi pada apahabar.com, Rabu (14/08/2019).

Menurut Purmadi, LH sepakat untuk membuka bendungan itu agar air bisa mengalir.

“Sesuai apa yang disampaikan, maka hari ini sudah mulai dibuka sejumlah titik bendungan itu,” katanya.

“Kami katakan bahwa air itu akibat dari pertambangan. Atau dari pengusaha tambang di kawasan Desa Batalang yang berdekatan dengan Desa Damit,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Jorong, M Alfan, mengaku sudah mendapati keluhan warga tersebut sejak satu bulan lalu. Menanggapi hal itu, Kecamatan Jorong pun langsung berkoordinasi dengan Pemkab dan instansi terkait. LH juga sempat datang ke lokasi dan berencana membuka bendungan.

Dia menyebutkan, menurut informasi yang beredar, pemilik tambang tersebut merupakan pengusaha yang berdomisili di Jorong. Pihaknya pun sudah melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Namun pengusaha tersebut mengatakan, tidak ada aktivitas tambang miliknya di lokasi itu.

“Sampai saat ini kami masih mencari siapa yang menambang di sini,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya sempat ada rencana untuk melakukan mediasi antara warga dan pemilik tambang. Namun, upaya itu selalu gagal.

Sejak masalah itu timbul, Alfan mengatakan, pihaknya menawarkan solusi jangka pendek. Di antaranya membuka setiap bendungan yang menyumbat air, disamping terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten.

Baca Juga: Diserbu Warga, Kuliner Gratis HUT Kalsel Ludes Secepat Kilat!

Reporter: Ahc14
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19

Kalsel

Alhamdulillah, 5 Pasien Covid-19 di Tabalong Sembuh, Kini Sisa 3 Orang Dirawat
apahabar.com

Kalsel

Maklumat Polri Tentang Kerumunan Dicabut, Bagaimana Penerapannya di Kabupaten Banjar?
apahabar.com

Kalsel

Dorr !! Penyabung Ayam di Sungai Ulin Banjarbaru Kocar-Kacir
apahabar.com

Kalsel

Tiga Orang Klaster Gowa di Barut Dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, Masuk PDP
apahabar.com

Kalsel

Sadis, Intip Cara Shinchan Habisi Nyawa Vina di KS Tubun
apahabar.com

Kalsel

Didominasi OTG, 80 Persen Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Jalani Karantina
apahabar.com

Kalsel

Berkah Ramadan, Polisi Berikan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Eks Pasar Burung
apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat di Sungai Awang Terantang Akhirnya Terkuak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com