Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai

- Apahabar.com     Senin, 5 Agustus 2019 - 05:15 WITA

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai

Cabai. Foto-Tempo.id

apahabar.com, BLITAR – Pemerintah terus fokus menjaga stabilitas pangan terutama cabai. Program Kementerian Pertanian 2019 untuk cabai diberikan dalam komponen pilihan benih bersertifikat, pupuk organik terdaftar, dolomit, mulsa, bahan pengendali OPT (feromon/antraktan, perangkat likat berwarna, agens hayati berstandar mutu).

“Pak Mentan meminta turun ke lapangan karena inflasi 0,1 persen dinilai tinggi. Jatim perlu ditengok karena wilayah ini penyangga nasional. Jakarta menjadi indikator akibat imbas harga. Di sini saya ingin mendorong pola tanam,” ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Ke depan, imbuh Anton, akan dipantau pola tanam berbasis kebutuhan. Tiap daerah dipetakan berapa jumlah konsumsi yang diperlukan melalui aplikasi online. Pola ini diyakini mampu menjaga kuantitas produksi sesuai dengan besaran kebutuhan.

Peta produksi berbasis kebutuhan riil digunakan sebagai bahan sosialisasi ke daerah untuk memberitahukan berapa besaran pertanaman yang dibutuhkan. Dengan pemetaan tersebut, gejolak harga akibat minimnya produksi akan bisa dihindari.

“Peta produksi cabai ini bisa juga bisa digunakan untuk mengenal kondisi. Misalnya, kabupaten A kekurangan hasil produksi, sedangkan kabupaten B kelebihan produksi, maka kedua kabupaten dapat saling mengisi. Dengan adanya peta ini, diharapkan cabai jadi selalu tersedia di pasar,” terang Anton.

Hal penting yang menjadi perhatian dirinya adalah pemilihan benih bermutu. Kendatipun mempergunakan benih lokal, poin pentingnya adalah cermat memilih asal benih.

Komoditas cabai rentan serangan virus gemini. Apabila tanaman asal sudah terkena, apabila benihnya sudah mengandung virus tersebut, maka secara otomatis penyakit tersebut sudah ada di dalamnya

“Perhatikan kedua jenis cabai ini. Secara fisik tidak bisa dibedakan mana yang terkena virusnya, meski kita tahu asal tanamannya sudah terserang. Ini jangan ditanam,” perintah pria akrab dipanggil Anton ini.

Dirinya menerangkan, hasil penelitian mengungkapkan jika memakai benih cabai yang terserang virus ini nantinya produksi tanaman akan menurun drastis. Penurunan bisa mencapai 50 persen dan lama masa panen juga ikut berkurang.

Baca Juga: Hidupkan Gairah, Saturday Night Riding Suzuki Hadir di Banjarmasin

Baca Juga: Peneliti: Vokasi Sektor Industri Akan Ikuti Tren Digitalisasi

Baca Juga: Kalsel Belum Lirik Potensi Sarang Burung Walet

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Data Tenaga Kerja AS Membaik Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021
apahabar.com

Ekbis

Juli, Kaltim Alami Inflasi 0,30 Persen
apahabar.com

Ekbis

Harga Jual Emas di Pegadaian Stabil
apahabar.com

Ekbis

Selain Menjual Oleh-Oleh, Pokta Tabalong Juga Pasarkan Ini
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2019, Arus Peti Kemas di Trisakti Banjarmasin Capai 11 Persen
apahabar.com

Ekbis

Mulai Agustus, PPN Bahan Baku Kertas untuk Media Ditanggung Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com