Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Bicara Pemindahan Ibu Kota Negara, Garin Nugroho Tatap dari Sudut Kebudayaan

- Apahabar.com Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:00 WIB

Bicara Pemindahan Ibu Kota Negara, Garin Nugroho Tatap dari Sudut Kebudayaan

Sutradara Indonesia, Garin Nugroho. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Angin segar bagi pelaku seni di Kalimantan Selatan (Kalsel) kian berhembus. Pasalnya, isu pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan dinilai berpotensi memberikan daya tarik sebagai konten proposal seni pertunjukan. Apalagi proposal itu ditawarkan kepada Ruang Kreatif, Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Pemindahan ibu kota negara juga menyangkut pembangunan kebudayaan di suatu wilayah,” ucap Sutradara Indonesia Garin Nugroho kepada¬†apahabar.com, Selasa (20/8) kemarin.

Menurutnya, pemindahan IKN tak melulu harus berbicara ekonomi dan politik. Namun, bagaimana ibu kota menjadi sebuah peradaban bagi masyarakat.

“Kalau hanya sebatas berbicara ekonomi dan politik, namun tak berbicara peradaban, maka tak perlu menjadi ibu kota,” jelasnya.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah hanya membicarakan dari sisi ekonomi dan politik. Tak pernah membicarakan peradaban dan kebudayaan.

Padahal sejatinya, pembangunan IKN harus memberikan ruang untuk sebuah kebudayaan. Bukan tanpa alasan, yakni semua komponen bangsa dan negara senantiasa terhimpun dalam sebuah IKN.

“Sejauh ini, sepertinya humaniora dan seni ini acap kali disepelekan dalam pembangunan ibu kota. Padahal keduanya menyangkut sejarah, gaya hidup masyarakat lokal, dan pendidikan keterampilan,” bebernya.

Sedikit banyaknya, pemindahan ibu kota akan menggerus budaya dan seni di suatu daerah. Sehingga, penting kiranya untuk dibicarakan.

“Jangan sampai pemindahan ibu kota hanya menjadi gudang politikus dan pengusaha,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Djarum Foundation, Adi Pardianto mengatakan, setiap proposal yang masuk akan diseleksi terlebih dahulu. Kemudian, dipilih dari yang terbaik untuk melakukan presentasi di hadapan juri.

“Pimpinan produksi terpilih akan dibawa langsung ke Jakarta,” katanya.

Adapun, budget untuk satu kelompok terpilih senilai Rp25 juta. Itu merupakan ongkos produksi komunitas terpilih.

Namun, terkait semua akomodasi ditanggung langsung oleh Djarum Foundation.

Baca Juga: Menteri Bambang ke Balikpapan, KA Kalimantan dan Ibu Kota Masuk Prioritas

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Sastrawan: Kalimantan Jangan Seperti Amerika

Baca Juga: Batal di Bukit Soeharto, Ibu Kota Pindah ke Penajam?

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Warga Batola Diharap Bersabar, Data BST Kemensos Belum Lengkap
apahabar.com

Kalsel

Aparat Gabungan Bubarkan Pengunjung Warnet di Kuin Utara
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Baut Hilang, Jembatan Tabunganen Muara Mengkhawatirkan
apahabar.com

Kalsel

Bantu Petani, Yayasan Haji Maming Siap Beli Hasil Padi di Sari Gadung Tanbu
kebakaran

Banjarmasin

Ruangan TPA Masjid Jami Terbakar, Api Tak Sentuh Puluhan Alquran
apahabar.com

Kalsel

Hari Perhubungan Nasional, KSOP Kelas 1 Banjarmasin Gaungkan Program Padat Karya
apahabar.com

Kalsel

Berbagai Kegiatan Meriahkan HAN 2019 di HST
Banjarmasin

Kalsel

Ironi Pasien Covid-19 Banjarmasin yang Meninggal Sendirian Saat Isolasi Mandiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com