Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok

BPH Migas: Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan Suatu Keharusan

- Apahabar.com Kamis, 1 Agustus 2019 - 05:45 WIB

BPH Migas: Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan Suatu Keharusan

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa memukul katambung yang dipegang oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, menandai dibukanya FGD prospek pengembangan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan melalui pembangunan pipa gas trans Kalimantan, di Palangkaraya, Rabu (31/7/2019). Foto – Antara/Muhammad Arif Hidayat

apahabar.com, PALANGKARAYA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan pembangunan pipa gas trans Kalimantan merupakan suatu keharusan, guna memenuhi kebutuhan energi gas alam di seluruh wilayah Kalimantan.

“Pembangunan jalur pipa ini harus kita realisasikan, guna mewujudkan keadilan energi bagi seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan,” kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Rabu (31/07).

Berdasarkan neraca gas bumi Indonesia 2018-2027, diperkirakan Kalimantan mengalami surplus supply (berkelebihan pasokan) yang selama ini mayoritas pasokannya, diolah menjadi LNG domestik dan komoditas ekspor.

Namun pemanfaatannya dinilai masih belum optimal, khususnya bagi wilayah Kalimantan yang diperuntukan bagi penggunaan transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi hingga pembangkit listrik.

Padahal potensi pengembangan sumber gas di Kalimantan sangatlah besar, pasokan gas bumi pada 2024 nanti, diperkirakan mencapai 2.609, 49 MMSCFD, yakni terdiri dari existing 1.388,09 MMSCFD, project on going 26,91 MMSCFD dan dua proyek hulu yang akan first gas in dari IDD dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD.

“Untuk itulah pembangunan infrastruktur berupa pipa gas trans Kalimantan diperlukan dan semua itu perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah,” terangnya.

Sesuai yang ada pada rencana induk 2012-2025 telah direncanakan pembangunan jalur pipa gas bumi trans Kalimantan sepanjang 2.019 kilometer, membentang dari Bontang-Banjarmasin-Palangka Raya hingga Pontianak untuk mengangkut gas bumi dari Bontang serta Natuna, guna memenuhi semua kebutuhan energi gas alam di seluruh Kalimantan.

Sementara itu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan pipa gas trans Kalimantan tersebut, mengingat banyaknya manfaat yang akan didapat daerah maupun masyarakat nantinya.

“Kami akan lihat perencanaan dari BPH Migas, kemudian setelahnya akan membentuk tim dan menindaklanjutinya. Guna memastikan daerah yang akan menjadi jalur yang dilintasi pipa,” terangnya.

Pembangunan pipa gas itu juga diperlukan dan sesuai kebutuhan daerah, apalagi saat ini telah dipastikan pemindahan ibu kota negara yang baru akan dilakukan pemerintah pusat ke Kalimantan, yakni antara Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur atau Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Ditabrak Truk, Pingki Tewas Seketika

Baca Juga: Bupati Kobar Akan Buka Pasar Hewan Qurban

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Hebat!!! Anggota Dewan Barut Gadaikan Gaji Demi Ambulan
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Hilang, Aktivitas Warga di Muara Teweh Kembali Normal
apahabar.com

Kalteng

Abaikan Pajak, Hotel Swiss Belinn Terancam Dipidanakan
apahabar.com

Kalteng

Pansus Covid-19 DPRD Kapuas Ajukan Usulan
apahabar.com

Kalteng

Dapatkan BLT Rp2,4 Juta, Disperindagkop Kapuas Buka Kesempatan UMKM
apahabar.com

Kalteng

Peminat Kepala Desa Meningkat, Pemprov Kalteng Gelar Tes Tertulis

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas, Bertambah 18 Orang dari Desa Baronang
apahabar.com

Kalteng

Duh, Kasus Positif Covid-19 di Kapuas Bertambah 18 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com