Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Cegah Stunting, Pemerintah Kalsel Gandeng Tokoh Lintas Agama

- Apahabar.com Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:12 WIB

Cegah Stunting, Pemerintah Kalsel Gandeng Tokoh Lintas Agama

Asisten Administrasi Umum Sekda Prov Kalsel, Heriansyah saat diwawancara awak media.Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kalimantan Selatan berkomitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting, salah satunya pencegahan pernikahan dini atau pada usia anak.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kali ini bersinergi dengan pemuka agama di Kalsel lewat acara Sarasehan dan dialog umat beragama tahun 2019 di Hotel Roditha Banjarmasin, Rabu (21/8) Pagi.

“Permasalah Indonesia di bidang kesehatan, salah satunya adalah stunting. Hal ini disebabkan adanya pernikahan usia anak (dini) yang terjadi di masyarakat,” ucap Asisten Administrasi Umum Sekda Prov Kalsel, Heriansyah kepada awak media.

Dia menilai pernikahan dini adalah hal yang tidak baik. Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam pernikahan, mulai dari persiapan yang matang, fisik, mental dan lainnya. Sinergi bersama para tokoh lintas agama diharapkan dapat membantu untuk menyosialisasikan akibat yang ditimbulkan dari pernikahan dini.

apahabar.com

Acara Sarasehan dan dialog umat beragama tahun 2019 di Hotel Roditha Banjarmasin, Rabu (21/8) Pagi. Foto-istimewa

“Indonesia, khususnya Kalsel masih berpegang pada tokoh-tokoh agama. Mereka salah satunya yang bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mencegah adanya pernikahan dini,” jelasnya.

Dalam pemaparan yang Heriansyah kutip dari laporan World Bank Investing in Early Years brief tahun 2016, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak tumbuh lebih pendek untuk usianya. Stunting disebabkan empat hal yaitu praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan dan pembelajaran dini yang berkualitas, kurangnya akses ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Tidak hanya pemerintah Indonesia, Gubernur Kalsel pun ujarnya juga turut melakukan strategi percepatan pencegahan stunting, diantaranya dengan meningkatkan sumber daya manusia.

“Sumber daya manusia tidak akan signifikan kalau tidak dicegah terhadap pernikahan usia dini itu, karena orang-orang yang belum matang terhadap rumah tangga akan berakibat pada penurunan kualitas SDM-nya,” paparnya

Oleh sebab itu, tidak hanya antara jajaran pemerintah dan masyarakat. Tapi juga diperlukan dukungan dari para tokoh-tokoh masyarakat atau agama serta stake holder lainnya.

Baca Juga: Pencegahan Stunting, Tanbu Jadi Salah Satu Daerah Terbaik

Baca Juga: Harganas 2019; Acil Odah: Gaungkan Stunting Lebih Keras

Reporter : Musnita Sari

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pegawai Kaget, BNN Gelar Tes Urine di Sekretariat DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Instrusi Sungai Barito, Air PDAM Batola Hanya Untuk Cuci Kaki
apahabar.com

Kalsel

Kini, Hampir 4 Ribu Kasus Positif Covid-19 di Kalsel

Kalsel

Lika-liku Evakuasi Korban Pembunuhan Mertua di Tamban, Takbir Berkumandang
apahabar.com

Kalsel

Hoaks Berhembus di Tapin, Pasar Keraton Rantau Dikabarkan Tutup 3 Hari
apahabar.com

Kalsel

Untuk Laporan SAKIP, Pemprov Kalsel Dapat Nilai A
apahabar.com

Kalsel

RSUD dHAAN Tanbu Sudah Tangani 436 Kasus DBD

Kalsel

VIDEO: Tari Mandau Belalap Api Bekasai Duri Meriahkan Peresmian Balai Adat Dayak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com