3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Danrem: Pemesan Bajakah dari Luar Kalteng Ada yang Capai 1 Ton

- Apahabar.com Rabu, 21 Agustus 2019 - 17:00 WIB

Danrem: Pemesan Bajakah dari Luar Kalteng Ada yang Capai 1 Ton

Tanaman Bajakah yang sudah dikeringkan sampai ke konsumen. Foto – apahabar.com/Aprianoor

apahabar.com, PALANGKARAYA – Komandan Korem 102 Panju Panjung, di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kolonel Arm Saiful Rizal menyebut, saat ini permintaan terhadap tanaman Bajakah sangat tinggi, bahkan ada yang memesan hingga satu ton, sehingga menyebabkan ramainya perburuan.

“Di lapangan sekarang, masyarakat banyak menerima pesanan. Bahkan saya mendengar ada yang memesan hingga satu ton,” kata Dandrem Saiful Rizal di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Rabu (21/08).

Sejak ditemukan tiga siswi SMA bahwa akar bajakah bisa menyembuhkan kanker, banyak pihak yang berburu akar tumbuhan itu untuk bisa diperjualbelikan, termasuk dari luar Kalimantan.

Untuk itu pemerintah daerah segera melakukan pengendalian terhadap perburuan Bajakah, ujarnya.

Sebab, lanjut dia, banyak hal yang harus diantisipasi. Salah satunya, penjualan Bajakah yang keliru, yakni yang diduga mengandung racun, mengingat Bajakah ternyata memiliki banyak jenis.

“Banyaknya pemesanan terhadap Bajakah, membuat kondisi ini sudah masuk ke ranah bisnis, yakni mencari keuntungan. Untuk itulah semua pihak diminta lebih berhati-hati, apalagi secara medis kasiat Bajakah masih dalam penelitian,” katanya.

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri menegaskan, saat ini Bajakah tidak diperbolehkan keluar Kalteng guna mencegah terjadinya hal negatif. Bahkan dalam waktu segera akan diterbitkan surat edaran gubernur terkait hal itu.

Saat ini pun pihaknya sudah menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng untuk memerhatikan masalah itu. Pihaknya berharap agar semua pemangku kepentingan berpartisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nantinya setelah surat edaran gubernur keluar, akan langsung kami tujukan kepada semua pihak agar bisa menjadi pedoman,” jelasnya.

Sementara itu, Staf BKSDA Kalteng Ettie Tatiana membenarkan apa yang telah disampaikan Sekda Kalteng. Sebab salah satu tugas dan fungsi BKSDA adalah pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL).

Sehingga untuk peredaran TSL misalnya perdagangan Bajakah, menjadi ranah BKSDA. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No. 447/Kpts-II/2003 tentang tata usaha pengambilan atau penangkapan dan peredaran TSL.

“Jadi sementara ini kami tidak mengeluarkan izin untuk angkut Bajakah,” jelasnya.

Baca Juga: Lagi, Polsek Teweh Tengah Amankan 4 Mobil Penyeludup BBM

Baca Juga: Pemprov Kalteng Diminta Segera Terbitkan Larangan Jual Bajakah

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Sungai Barito di Kalteng Kembali Surut, Angkutan Air Terganggu
apahabar.com

Kalteng

Dewan Barut Pertanyakan Retribusi Rumah Sarang Walet
apahabar.com

Kalteng

Bertambah 7, Positif Covid-19 di Barut Jadi 36 Orang
Polsek Kapuas Timur

Kalteng

Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Sapu Bersih Pungli
apahabar.com

Kalteng

Jaga Kuala Kapuas Tetap Kinclong, Tak Kenal WFH
apahabar.com

Kalteng

Geger Mayat Anak Tanpa Kepala di Kalteng, Diduga Korban Asusila
apahabar.com

Kalteng

Ratusan Warga Hadiri Baayun Maulid di Kapuas Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Malam Terakhir Ramadan, Pusat Perbelanjaan di Palangka Raya Diserbu Pengunjung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com