Dear Korban Banjir Kalsel, Posko untuk Gugat Gubernur Sahbirin Segera Dibuka! Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua”

Daripada Rektor Asing, Pengamat: Berdayakan Putra Bangsa Saja

- Apahabar.com Rabu, 7 Agustus 2019 - 11:16 WIB

Daripada Rektor Asing, Pengamat: Berdayakan Putra Bangsa Saja

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah diminta lebih memberdayakan putra bangsa yang berpotensi daripada mendatangkan tenaga asing untuk menjadi rektor perguruan tinggi di Indonesia.

“Banyak putra bangsa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di dunia internasional. Hendaknya pemerintah lebih fokus memberdayakan putra bangsanya, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk kemajuan perguruan tinggi,” kata Pengamat politik Jerry Massie, lewat keterangan tertulisnya.

Menurut Jerry, wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia, dilontarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, untuk memajukan perguruan tinggi Indonesia.

Wacana dari Menristekdikti tersebut, menurut dia, mendapat penolakan dari banyak pihak yang dinilai merendahkan bangsa Indonesia. Terutama para guru besar di perguruan tinggi ternama.

“Banyak putra bangsa Indonesia yang telah lulus program doktor dari perguruan tinggi di mancanegara dan saat ini menjadi guru besar maupun ahli,” katanya.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menyentil soal perhatian pemerintah terhadap fasilitas di perguruan tinggi yang dinilai kurang diperhatikan.

Untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi, menurutnya, tidak harus mendatangkan rektor asing, tapi meningkatkan fasilitas serta kualitas proses belajar-mengajar di kampus tersebut.

Selain itu Jerry melihat, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang fasilitasnya belum optimal, seperti sistem pembelajaran dan laboratorium.

“Indonesia banyak memiliki guru besar dan para ahli yang mampu memimpin perguruan tinggi dengan baik, kenapa mewacanakan mendatangkan rektor asing?” katanya.

Berdasarkan data QS World University Rankings 2020 terhadap 1.000 perguruan tinggi di dunia, ada lima perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang masuk dalam ranking dunia tersebut dan mengalami peningkatan.

Dari lima perguruan tinggi teratas, hanya Universitas Indonesia (UI) yang mengalami penurunan, yakni dari peringat 292 pada 2019 menjadi peringkat 296 pada 2020.

Sedangkan, empat perguruan tinggi lainnya meningkat antara lain yakni, Universitas Gajah Mada naik dari peringkat 391 menjadi peringkat 320. Institut Teknologi Bandung (ITB naik dari peringkat 359 menjadi peringkat 331.

Baca Juga: Kukuhkan 5 Guru Besar Sekaligus, Rektor ULM: Ini Belum Pernah Terjadi

Baca Juga: Rektor ULM: Putra Kalsel Layak Jadi Menteri Pilihan Jokowi

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Fantastis, Penikahan Pengantin Ini Disebut Termahal karena Uang Panaik Rp4 M!
apahabar.com

Nasional

Pembunuh Bocah yang Melindungi Kehormatan Ibunya Tewas di Sel
Kejagung

Nasional

Dijamin Istri, Buruh Tersangka Kebakaran di Kejagung RI Tak Ditahan
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota RI, Intip Harapan Masyarakat Adat Dayak
apahabar.com

Nasional

BW Tak Hadiri Sidang Keempat Sengketa Pilpres
apahabar.com

Nasional

Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Keyboardist Seventeen Hampir Kehabisan Napas

Nasional

AJI Balikpapan Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Eks Jurnalis
apahabar.com

Nasional

Prabowo Kembali Beraktivitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com