Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Daripada Rektor Asing, Pengamat: Berdayakan Putra Bangsa Saja

- Apahabar.com Rabu, 7 Agustus 2019 - 11:16 WIB

Daripada Rektor Asing, Pengamat: Berdayakan Putra Bangsa Saja

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah diminta lebih memberdayakan putra bangsa yang berpotensi daripada mendatangkan tenaga asing untuk menjadi rektor perguruan tinggi di Indonesia.

“Banyak putra bangsa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di dunia internasional. Hendaknya pemerintah lebih fokus memberdayakan putra bangsanya, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk kemajuan perguruan tinggi,” kata Pengamat politik Jerry Massie, lewat keterangan tertulisnya.

Menurut Jerry, wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia, dilontarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, untuk memajukan perguruan tinggi Indonesia.

Wacana dari Menristekdikti tersebut, menurut dia, mendapat penolakan dari banyak pihak yang dinilai merendahkan bangsa Indonesia. Terutama para guru besar di perguruan tinggi ternama.

“Banyak putra bangsa Indonesia yang telah lulus program doktor dari perguruan tinggi di mancanegara dan saat ini menjadi guru besar maupun ahli,” katanya.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menyentil soal perhatian pemerintah terhadap fasilitas di perguruan tinggi yang dinilai kurang diperhatikan.

Untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi, menurutnya, tidak harus mendatangkan rektor asing, tapi meningkatkan fasilitas serta kualitas proses belajar-mengajar di kampus tersebut.

Selain itu Jerry melihat, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang fasilitasnya belum optimal, seperti sistem pembelajaran dan laboratorium.

“Indonesia banyak memiliki guru besar dan para ahli yang mampu memimpin perguruan tinggi dengan baik, kenapa mewacanakan mendatangkan rektor asing?” katanya.

Berdasarkan data QS World University Rankings 2020 terhadap 1.000 perguruan tinggi di dunia, ada lima perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang masuk dalam ranking dunia tersebut dan mengalami peningkatan.

Dari lima perguruan tinggi teratas, hanya Universitas Indonesia (UI) yang mengalami penurunan, yakni dari peringat 292 pada 2019 menjadi peringkat 296 pada 2020.

Sedangkan, empat perguruan tinggi lainnya meningkat antara lain yakni, Universitas Gajah Mada naik dari peringkat 391 menjadi peringkat 320. Institut Teknologi Bandung (ITB naik dari peringkat 359 menjadi peringkat 331.

Baca Juga: Kukuhkan 5 Guru Besar Sekaligus, Rektor ULM: Ini Belum Pernah Terjadi

Baca Juga: Rektor ULM: Putra Kalsel Layak Jadi Menteri Pilihan Jokowi

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

RS Rujukan Covid-19 di Jabar Manfaatkan Robot Disinfektan
apahabar,com

Nasional

Jalan Nasional Tangse-Melaboh Putus Diterjang Banjir
apahabar.com

Nasional

Diduga Menyebarkan 7 Fatwa Thoriqoh Musa, Khotimun Diburu Polisi
Corona Effect, Yen Melonjak, Yuan Merosot

Nasional

Corona Effect, Yen Melonjak, Yuan Merosot
apahabar.com

Nasional

Vokalis Seventeen: Aa Jimmy Meninggal, Saya Lihat Jenazahnya
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Jutaan PNS Diboyong ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Lempar Botol ke Lapangan, Warning Kemendagri Untuk Gubernur Kalteng
apahabar.com

Nasional

Jaksa Penuntut Kasus Penyerangan Novel Baswedan Wafat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com