Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan Sosialisasikan HET Gas Melon

- Apahabar.com Rabu, 28 Agustus 2019 - 11:08 WIB

Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan Sosialisasikan HET Gas Melon

Kepala Dinas Perdagangan,  Perindustrian, dan Pasar, Hajrannoor (berbaju putih, kanan)  saat memberikan keterangan kepada awak media,  Rabu (28/8). Foto-apahabar.com/AHC 17

apahabar.com, MUARA TEWEH – Meski Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (gas melon) sudah ditetapkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pasar segera mensosialisasikan ketetapan tersebut ke masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pasar, Hajrannoor menerangkan,  pemerintah daerah sudah menetapkan HET Elpiji  3 Kg. Hal ini sesuai dengan keputusan Gubernur Kalimantan Tengah nomor 188.44/306/2019 tentang HET liquefied petroleum  gas tabung 3 kilogram bersubsidi di Kabupaten Barito Utara.

“Penetapan HET ini sebagai bentuk jawaban kesimpang-siuran harga elpiji 3 kg tersebut di bumi Iya Mulik Bengkang Turan,” kata Hajrannoor, Rabu (28/8/2019) di kantornya, Jalan Yetro Singseng.

Penetapan HET ini menurutnya, disesuaikan dengan letak geografis kelurahan/desa atau pangkalan. Untuk Kelurahan Melayu dan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah. HET yang sudah diterima masyarakat Rp16 ribu.

Sedangkan Desa Rahaden, Muara Pari, Karendan dan Desa Haragandang Kecamatan Lahei HET di masyarakat adalah Rp28 ribu.

Hajran menyebutkan, di Barito Utara terdapat 93 desa dan 10 kelurahan.

Ada 2 perusahaan yang menjadi rujukan di Barito Utara, sambung Hajran. Yakni, PT. Cahaya Barito Migas yang melayani 13 pangkalan dan PT. Borneo Berdikari Mulia yang melayani 9 pangkalan.

Sebelum HET ini diberlakukan secara menyeluruh, kat Hajran, pihaknya akan turun ke lapangan mensosialisasikan pada agen, pangkalan, kios, toko, dan juga masyarakat.

“Apabila nanti dalam realisasi dilapangan tidak sesuai dengan harapan atau tujuan ditetapkannya HET, maka akan dirapatkan kembali untuk mencari solusi terbaik. Memang konsekuensi yang mungkin akan terjadi pada tahapan awal di lapangan adalah kelangkaan elpiji 3 Kg. Untuk itulah, kami akan mensosialisasikan pada semua pihak,” jelas Hajran.

Baca Juga: Gerebek Pangkalan Nakal, Polisi Sita Puluhan Tabung Gas Melon

Baca Juga:  Menjelang Pemilu, Harga Gas Melon Hingga Rp35 Ribu

Reporter: AHC17
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Usaha Kerajinan Rotan di Kapuas Terkapar Pandemi Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Waspada Rabies, Ratusan Hewan Piaraan Warga Divaksin

Kalteng

Uji Coba Sudah, Bandara Baru Haji Muhammad Sidik Barut Batal Diresmikan
apahabar.com

Kalteng

6 Nakes Positif, Poliklinik RSUD Muara Teweh Tutup Sementara
apahabar.com

Kalteng

Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Hilangkan Kejenuhan Saat Covid-19, Hutan Lindung Laman Tuha Kobar Jadi Alternatif
apahabar.com

Kalteng

Buron Curas di Kaltim Kejar-kejaran dengan Polisi Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Kelengkapan Fasilitas Sekolah Di Pelosok Kalteng Diprioritaskan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com