Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu

Gawat!!! Sambungan PDAM ke Lapas Muara Teweh Terancam Diputus

- Apahabar.com Selasa, 6 Agustus 2019 - 15:56 WIB

Gawat!!! Sambungan PDAM ke Lapas Muara Teweh Terancam Diputus

Ilustrasi penjara. Foto - Shutterstock

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kabar kurang mengenakan berhembus dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, pasalnya pasokan air dari PDAM setempat terancam diputus. Hal ini dikarenakan dana dari pusat untuk membayar tagihan air tak ada lagi.

Kalapas Kelas IIB Muara Teweh, Sarwito, mengungkapkan selama ini anggaran dari pusat untuk kebutuhan air hanya Rp 2,4 juta setahun dan hanya cukup untuk bayar beban PDAM. Kekurangan dana itu ditambah sejak pipa untuk pasokan air ke lapas diperbesar sesuai dengan kebutuhan penghuninya yang kini berjumlah 316 orang.

Baca Juga: Dewan Pertanyakan Kembali Fungsional AKAP Jingah

apahabar.com


Kalapas IIB Muara Teweh, Suwito. Foto – apahabar.com/Muhammad Nasution

“Otomatis jumlah pembayarannya langsung naik secara signifikan dengan perbulannya mencapai Rp 8 juta sampai Rp 9 juta,” ungkap Sarwito kepada apahabar.com, Selasa (06/08).

Mantan KPLP Lapas Malang ini menuturkan, sampai Juni anggaran dari pusat sudah habis dan untuk  Juli dan Agustus tunggakan ke PDAM sekitar Rp 15 juta, dan tunggakan itu akan lebih besar lagi kalau sampai Desember. Sedangkan Lapas tidak ada dana membayar tagihan PDAM.

“Kita berharap agar adanya campur tangan pemerintah daerah secepatnya, entah itu pihak Lapas hanya bayar beban PDAM saja seperti dahulu atau tetap bayar namun tagihannya ke pemerintah daerah,” kata Sarwito.

Pihaknya bukannya tidak mau membayar namun dana untuk bayar PDAM dari pusat memang tidak cukup dan jauh dari perkiraan.

Ditambahkannya, pihaknya sudah berupaya membuat penampungan air hujan, namun tentunya tidak efektif. Apalagi sekarang jarang sekali hujan sehingga kebutuhan air penghuni lapas total dari PDAM.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah bisa membantu Lapas Muara Teweh untuk mengatasi masalah ini.

“Karena kita tahu bahwa masalah air mandi dan untuk kebutuhan lainnya sangat sensitif bagi keamanan,” pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Gangguan Psikologis, Ibu Muda Tinggalkan 2 Anaknya di Rumjab Bupati

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

3 Pimpinan Aparat Keamanan Bersatu Sosialisasikan Kobar Menuju New Normal
apahabar.com

Kalteng

Banjir di Desa Sei Pinang Kapuas Kalteng, Ratusan Rumah Terendam
apahabar.com

Kalteng

BKSDA Antisipasi Kemunculan Buaya Saat Pelaksanaan Mandi Safar di Sungai Mentaya
apahabar.com

Kalteng

2020, Bandara Muhammad Sidik di Barut Ditargetkan Beroperasi
apahabar.com

Kalteng

Sokong Food Estate, OJK dan KPw BI Kalteng Perkuat Sinergitas
apahabar.com

Kalteng

Jokowi Dijadwalkan Tinjau Irigasi Rawa di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Penerimaan Bintara Polri 2020, Polres Kapuas Teken Pakta Integritas
apahabar.com

Kalteng

Satpol PP Kapuas Tertibkan Banner dan Spanduk di Trotoar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com