Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya Tak Hadir Rapat, Pansus DPRD Kapuas Nilai Eksekutif Tak Kooperatif!

Gaya Hidup Jadi Pertimbangan Milenial tak Beli Rumah

- Apahabar.com     Rabu, 14 Agustus 2019 - 06:00 WITA

Gaya Hidup Jadi Pertimbangan Milenial tak Beli Rumah

Ilustrasi gaya hidup milenial. Foto-detikhealth

apahabar.com, JAKARTA – Berdasarkan survei properti Bank Indonesia (BI) ada perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan dua 2019. Bahkan perlambatan ini terjadi semua tipe rumah.

Melihat permasalahan tersebut, menurut Perencana Keuangan Diana Sandjaja, masyarakat kelas menengah terjadi pergeseran gaya berinvestasi terutama untuk mempunyai hunian rumah tinggal.

“Jika dilihat dari gejala yang ada, di mana saat ini para milenial lebih suka mengumpulkan pengalaman dari pada aset berwujud maka memang terjadi pergeseran preferensi dan gaya berinvestasi,” ujarnya.

Menurutnya jenis pekerjaan dan gaya hidup milenial yang berbeda dari generasi sebelumnya, mencari hunian yang ideal membutuhkan pertimbangan cukup banyak. Namun, hunian tempat tinggal tetap menjadi prioritas bagi para milenial

“Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok yang pastinya ingin dipenuhi, sehingga belum tentu ketika harga melambat tapi pembelian tidak meningkat merupakan sikap dari kelas menengah tapi bisa saja ini karena over supply dari perumahan itu sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan dua 2019 yang tumbuh 0,20 persen (qtq) atau melambat dibandingkan 0,49 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.

“Kenaikan harga rumah diperkirakan meningkat pada triwulan tiga 2019 sebesar 0,76 persen (qtq),” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id,Senin (12/8).

Onny menjelaskan volume penjualan properti residensial pada triwulan dua 2019 tercatat mengalami kontraksi pertumbuhan -15,90 persen (qtq) atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 23,77 persen (qtq). Penurunan penjualan properti residensial disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe kecil dan rumah tipe menengah.

Baca Juga: Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020

Baca Juga: Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan

Baca Juga: ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

Baca Juga: H-1 Iduladha, Tingkat Kunjungan Duta Mall Banjarmasin Mencapai 50%

Sumber: Republika
Editor:  Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Hari Ini Empat Wilayah di Kalsel Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
apahabar.com

Tak Berkategori

Wow, ‘Dilan 1991’ Ditonton 800 Ribu Orang Saat Tayang Perdana

Tak Berkategori

Dewan Masjid Balikpapan Protes Larangan Wanita dan Anak Salat Idulfitri di Masjid
Rupiah

Tak Berkategori

Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp 13.950/US$
Tapin

Tak Berkategori

Pemusnahan di Tapin: 13.443 Dextro, 73 Gram Sabu, hingga Belasan Sajam
Saham Australia

Tak Berkategori

Didukung Sektor Keuangan, Saham Australia Dibuka Rebound
Rapper Young Lex

Tak Berkategori

‘Raja Terakhir’ Dituding Plagiat, Young Lex Banjir Hujatan di Medsos
apahabar.com

Tak Berkategori

Jauh dari Batola, Wanser Ini Berharap Berkah di Banjar Bersholawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com