3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Gelombang Kapal Diduga Picu Erosi Bantaran Sungai Mentaya Kalteng

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 06:00 WIB

Gelombang Kapal Diduga Picu Erosi Bantaran Sungai Mentaya Kalteng

Dermaga salah satu desa di Kecamatan Pulau Hanaut. Foto–Antara/Norjani

apahabar.com, SAMPIT – Camat Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Eddy Mashami meminta kapal barang dan penumpang yang melintas di Sungai Mentaya untuk mengurangi kecepatan karena gelombang diduga memicu erosi di bantaran sungai.

“Mungkin akibat gelombang, jalan asal di pinggir sungai kini hilang karena tanahnya tergerus. Bahkan banyak warga terpaksa pindah ke darat. Ada bukti bekas permukiman warga. Tanah menjadi rubuh atau longsor dan sungai mnjadi dangkal,” kata Eddy di Sampit, seperti dilansir Antara, Kamis (29/08).

Informasi itu disampaikan Eddy saat pertemuan membahas rencana studi kelayakan normalisasi alur Sungai Mentaya di lantai dua kantor Bupati Kotawaringin Timur. Pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati M Taufiq Mukri dihadiri pejabat dari Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Kalteng, Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur serta pengusaha bidang kepelabuhanan dan jasa.

Menurut Eddy, sering kapal melintas di perairan dekat permukiman dengan kecepatan tinggi. Akibatnya gelombang sungai yang ditimbulkan diduga memicu kecelakaan bagi kapal kecil serta memicu erosi di bantaran sungai.

Saat ini ada 12 kelotok milik warga yang melayani penyeberangan dan hilir mudik warga di kecamatan yang masih terisolasi jalan darat dari pusat kota itu. Keberadaan jasa angkutan penumpang menggunakan kapal tradisional berukuran kecil itu diharapkan menjadi perhatian kapal-kapal besar saat melintas agar tidak terjadi kecelakaan.

Eddy mengaku mengalami sendiri ketika menaiki kapal kecil, lalu tiba-tiba melintas sebuah kapal besar dengan kecepatan tinggi. Kapal yang ditumpanginya diterpa gelombang akibat kecepatan kapal besar tersebut.

Untuk mengatasi bantaran sungai yang terkena erosi, pemerintah kecamatan membuat siring dari kayu ulin, namun jumlahnya terbatas sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki saat ini.

“Kami membuat siring sepanjang 100 meter dan alhamdulillah baru selesai, tapi kan tidak mungkin kami membuat siring di sepanjang pinggir sungai itu karena biayanya pasti sangat besar. Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah kabupaten maupun pihak lain pengguna alur Sungai Mentaya,” kata Eddy.

Sementara itu terkait adanya keluhan nakhoda kapal tentang jaring ikan nelayan yang dinilai mengganggu lalu lintas kapal, Eddy tidak menampiknya. Dia berjanji akan mengimbau warganya untuk lebih berhati-hati dalam memasang jaring agar tidak mengganggu lalu lintas kapal.

“Mohon maaf atas ketidaktahuan warga kami. Kami meminta supaya diberi tanda, di mana saja yang tidak boleh ada jaring karena menjadi lintasan kapal sehingga warga kami juga bisa menghindarinya. Yakin saja, itu karena ketidaktahuan. Warga kami juga tidak ingin jaring mereka rusak terkena kapal,” demikian Eddy.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Fadlian Noor mengatakan pentingnya pertemuan melibatkan banyak pihak. Tujuannya supaya muncul kesamaan pandangan sehingga semua berjalan dengan baik.

“Seperti ini, nanti supaya warga bisa nyaman mencari ikan dan kapal melintas juga tidak terganggu. Kami juga mengimbau kapal untuk mengurangi kecepatan ketika sudah memasuki perairan permukiman warga agar tidak menimbulkan dampak yang tidak kita inginkan,” pungkas Fadlian.

Baca Juga: Kapolres Barut:  Operasi Patuh Telabang untuk Meminimalisir Lakalantas

Baca Juga: Belum Lakukan Pembayaran Klaim RSUD Muara Teweh, Ini Penjelasan BPJS

Baca Juga: BPJS Muara Teweh Tak Bayar Klaim, RSUD Ngutang Kas Daerah

Baca Juga: Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan Sosialisasikan HET Gas Melon

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Marka Jalan Cegah Covid-19, Warga Kapuas Diminta Patuh
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Tindaklanjuti Perpres Terbaru Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Sambangi Markas Balakar 545, Satbinmas Polres Kapuas Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 dan Karhutla
apahabar.com

Kalteng

DLH Kapuas Ajak Warga Kapuas Cegah Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Masuk Zona Merah, Pasar Tradisional di Palangka Raya Tetap Buka
apahabar.com

Kalteng

Indentitas Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Terungkap, Korban Nelayan Hilang
apahabar.com

Kalteng

17 Formasi CPNS di Palangka Raya Kalteng Tak Terisi
apahabar.com

Hukum

Korban Pria Berkelainan Seks di Seruyan Diduga Tak Hanya Anak SD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com