apahabar.com
Menpora Imam Nahrawi berduet dengan pebulutangkis muda Barito Kuala di GOR Ije Jela dalam rangkaian Gowes Nusantara 2019. (Foto: Kemenpora)

apahabar.com, MARABAHAN – Gedung Olahraga (GOR) representatif yang diidam-idamkan warga Barito Kuala (Batola) sekian lama, berpeluang dibangun mulai April 2020.

Rencana pembangunan GOR sudah lama dicetuskan. Namun akibat keterbatasan anggaran, pembangunan proyek miliaran ini harus menggunakan terobosan.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah mengirimkan proposal kepada Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) agar kebagian Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kebetulan Kemenpora memiliki program peningkatan kuantitas GOR di daerah-daerah yang belum memiliki sarana olahraga representatif.

Setelah beberapa kali dimentahkan, kerja keras Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbudpar) Batola mendapatkan lampu hijau.

Peluang itu diperoleh setelah Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, beraudiensi dengan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, 24 Juni 2019 di Jakarta.

Audiensi itu sekaligus mengundang Menpora untuk menghadiri Gowes Nusantara 2019 di Marabahan.

Batola dialokasikan mendapatkan bantuan pembangunan GOR tipe B dengan rentang anggaran sebesar Rp10 hingga Rp15 miliar.

Lantas lampu hijau berubah menjadi kepastian, ketika Disparbudpar Batola diundang menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) DAK Fisik Reguler Bidang Pendidikan Subbidang Olahraga 2020, Kamis (8/8) di Jakarta.

“Alhamdulillah setelah proposal diterima, Batola akhirnya positif memiliki GOR yang representatif. Semoga fasilitas ini semakin memacu semangat atlet-atlet Batola,” papar Kepala Disparbudpar Batola, Gusti Ruspandi, Sabtu (10/8).

Bertipe B sesuai Permenpora No8/2018 tentang Standar Prasarana Gedung Olahraga, GOR yang kelak dinamai Setara itu memiliki luas bangunan 1.000 meter persegi dan berkapasitas 1.000 hingga 3.000 tempat duduk.

GOR tipe B juga dapat menampung empat lapangan bulutangkis, satu lapangan voli, satu lapangan basket, satu lapangan futsal, satu tenis lapangan dan atau empat lapangan sepaktakraw.

Pun GOR dapat dipergunakan cabang olahraga lain yang tidak membutuhkan lapangan khusus seperti beladiri atau senam.

“Sesuai sistematika DAK, biasanya pencairan tahap pertama dilakukan menjelang triwulan kedua setiap tahun. Berarti pembangunan GOR tersebut sudah dapat dimulai April 2020,” jelas Ruspandi.

Sementara lokasi sudah ditetapkan di Jalan Tarutan, Kecamatan Marabahan di atas lahan seluas 8 hektar. Di lahan yang sama dalam tahun-tahun berikutnya, Disparbudpar berencana membangun kolam renang.

“Direncanakan proses lelang dirilis mulai Januari 2020. Kalau lelang berlangsung lancar dan DAK dicairkan lebih cepat, bisa saja pembangunan sudah dapat dimulai minggu kedua Maret 2020,” tandas Ruspandi.

Baca Juga: Dapat DAK Rp13 M, Pemkab HST Bangun GOR

Baca Juga: Mangkrak 12 Tahun, Bupati Kobar Siap Lanjutkan Pembangunan Gedung Serbaguna

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin