Disergap Timsus di Kotabaru, Simak Sepak Terjang Buronan Korupsi Kejagung RI Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan

Gubernur Kaltim Dinilai Gagal Paham, Sebut Bukit Soeharto Bukan Hutan Lindung

- Apahabar.com Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:06 WIB

Gubernur Kaltim Dinilai Gagal Paham, Sebut Bukit Soeharto Bukan Hutan Lindung

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Foto: Wikipedia

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sejumlah lembaga swadya masyarakat atau LSM di Kaltim kompak menyebut Gubernur Kaltim Isran Noor gagal paham. Dalam diskusi terkait rencana pemindahan ibu kota di Indonesia Lawyer Club, belum lama tadi, Isran menyebut kawasan Bukit Soeharto bukan merupakan hutan lindung.

“Bukit Soeharto itu saya sampaikan, bukan hutan lindung, hutan produksi eks HPH milik Inhutani dan Kayu Mahakam. Kalau di sisi selatan [Bukit Soeharto] ada hutan lindung yaitu Sungai Wain dan Bukit Bengkirai,” ungkap Isran.

Memiliki luas lebih kurang 60.000 hektare, Bukit Soeharto selama ini dikenal berstatus taman hutan raya atau Tahura. Klaim Isran itu pun dibantah keras Wahana Lingkungan Hidup Kaltim, dan Jaringan Advokasi Tambang Kaltim.

“Berdasarkan SK Menteri Kehutanan nomor 577 tahun 2009 tentang Penetapan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kertanegara dan PPU, kawasan itu termasuk di dalam kategori kawasan konservasi berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990,” jelas Direktur Eksekutif Walhi Yohanna Tiko kepada apahabar.com, Kamis siang.

“Status Bukit Suharto adalah Taman Hutan Raya sesuai SK Menhut tahun 2004 yang dipertegas kembali di SK 577 Menhut tahun 2009 dan Perubahan SK 231 Menhut tahun 2017 yang menciutkan beberapa luasan Tahura, dalam SK ditetapkan fungsinya sebagai hutan konservasi dan hutan Pendidikan. Jadi sekali lagi Tahura Bukit Soeharto itu bukan hutan produksi,” tambah Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang.

Sebagai tahura, Bukit Soeharto tak cuma memiliki fungsi konservasi untuk menjaga kelestarian alam, melainkan menjamin pemanfaatan potensi kawasan sebagai wilayah koleksi tumbuhan dan satwa untuk kepentingan penelitian, pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

“Keanekaragaman hayati di sana akan hilang apabila ibu kota benar dipindahkan ke lokasi ini, dan berganti menjadi infrastruktur permanen pusat pemerintahan,” terang Tiko, sembari menilai klaim Isran menyalahi aturan peruntukan ruang.

Pemindahan ibu kota kata dia akan semakin memperparah kondisi Tahura Bukit Soeharto, dan mempersempit ruang konservasi di Kaltim. “Menjadi Kaltim sebagai ibu kota rencana abai terhadap aspek kelestarian lingkungan,” jelas dia.

Walhi juga mempertanyakan klaim Isran Noor yang menyatakan masyarakat Kaltim sepenuhnya pendukung proyek pembangunan ibu kota di Kaltim. “Masyarakat yang mana,” tanya Tiko.

Sepanjang rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan digulirkan, Tiko menilai pemerintah masih minim melibatkan masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak. Tiko meminta pemerintah memperhatikan lagi daya tampung wilayah, lingkungan, dan energi Kaltim.

“Kaltim saat ini masih biarpet, untuk pemenuhan energi mau didapatkan dari mana? Jika PLTU, daerah mana lagi yang akan dikorbankan,” ujar dia.

“Kaltim ini sudah darurat ruang dan bencana ekologis akibat perizinan di sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan sektor kehutanan. Di mana luas seluruh perizinan di Kaltim mencapai 13,83 juta hektar, padahal luas daratan hanya 12,7 juta hektar,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Tegaskan Sikap Soal Pemindahan Ibu Kota

Baca Juga: Gubernur Kaltim: Pemindahan Ibu Kota untuk Kebutuhan Bangsa

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Breaking News: Presiden Jokowi Tiba di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
apahabar.com

Nasional

Update Longsor Sukabumi: 31 Korban Meninggal, 2 Hilang
apahabar.com

Nasional

Polda Papua Bertekad Kejar KKB Nduga
apahabar.com

Nasional

Tegakkan Protokol Kesehatan, Jokowi Libatkan TNI/Polri
apahabar.com

Nasional

Politikus PAN Percaya Hasil Quick Count
apahabar.com

Nasional

TNI dan Polri Dikerahkan untuk Evakuasi Korban KKB
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com