Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan BREAKING! Jokowi Tiba di Kalsel, Langsung Blusukan Bagi Sembako Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL Geger! Kakek Tak Bernyawa di Bak Truk Trisaksti Banjarmasin Yuk Nyumbang, Razi Sudah Relakan Pakaiannya untuk Korban Banjir Kalsel

H-5 Iduladha, Hewan Kurban Banjarmasin Stres dan Banyak Kelelahan

- Apahabar.com Selasa, 6 Agustus 2019 - 13:42 WIB

H-5 Iduladha, Hewan Kurban Banjarmasin Stres dan Banyak Kelelahan

Ilustrasi hewan kurban. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jelang Iduladha 1440 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Banjarmasin menjamin 2.000 hewan kurban tak ada menderita penyakit menular.

Sejak kedatangan dari pelabuhan, hewan ternak tersebut rutin menjalani pemeriksaan di Rumah Potong Hewan (RPH), Jalan Tembus Mantuil.

Hewan ternak diperiksa mulai dari mulut, gigi, telinga dan kondisi fisik lainnya. Petugas juga menyaksikan penurunan hewan dari kapal menuju RTH.

“Kita memeriksa sapi dan kambing kurban di RPH Basirih. Alhamdulillah tak ada penyakit. Adanya cuma kelelahan,” kata Kepala Seksi Medik Veteriner Dinas KP3 Banjarmasin Dr Annang Dwijatmiko dijumpai di UPTD RTH, Selasa (6/8).

Menurut Anang, penyebab kelelahan yang dialami hewan kurban tersebut karena faktor pengiriman menggunakan kapal laut.

Ratusan hewan yang dikirim dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Ganasnya goncangan gelombang air laut ikut memengaruhi mental hewan ternak. Kondisi demikian menyebabkan hewan mabuk laut.

“Hewan yang lelah karena mabuk laut itu kita istirahat beberapa hari dulu. Setelah itu baru kita potong untuk dikorbankan,” ujar Anang.

Ia juga menyampaikan tak hanya mental yang memengaruhi kondisi hewan kurban sebelum pelaksanaan proses pengiriman ke RTH Basirih.

Fisik yang tidak sehat dan sempurna karena benturan sesama hewan saat berada dalam bagasi kapal laut pun menjadi faktor pemicu lain.

Cacat fisik terhadap hewan kurban menyebabkan hewan tak bisa dikorbankan saat momentum Iduladha nanti.

“Hewan yang cacat tidak bisa dikurbankan. Dijual biasa saja seperti daging biasanya,” ungkapnya.

Anang menjamin kesehatan hewan kurban tak hanya saat di RTH Basirih saja. Dinas terus melakukan pengawasan terhadap persediaan dan kesehatan hewan kurban sampai H+3 Iduladha.

“Hingga sekarang, kami sudah bergerak, kemudian pada hari pertama pemotongan 11 Agustus hingga hari ketiga kita masih melakukan pengawasan di tempat pemotongan,” katanya

Dalam pengawasannya dibagi menjadi tim di lima wilayah pada lima kecamatan yang akan diakomodir dan diisi lima hingga sepuluh orang per kelompok.

“Setiap kecamatan ada satu tim yang turun. Mungkin yang paling banyak di Banjarmasin Tengah,” terangnya.

Di kawasan itu terdapat banyak tempat ibadah yang cukup besar menampung hewan kurban. Seperti Mesjid Sabilal Muhtadin, Al Jihad dan lain lain.

Baca Juga: Ketersediaan Hewan Kurban di Kabupaten Banjar Terpenuhi, 3 Persen Dinyatakan Cacingan

Baca Juga: MUI Kalsel: Orang yang Berkurban Paling Afdol Menyembelihnya

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dites Urine Dadakan, Personel Polsek Banjarmasin Barat Jadi ‘Dag Dig Dug’
apahabar.com

Kalsel

Atraksi Barongsai Hibur Penumpang di Bandara Syamsudin Noor Saat Imlek
apahabar.com

Kalsel

Cerita Sukses Anak Penjual Sayur asal Batola; Jadi Miliarder di Usia Muda
apahabar.com

Kalsel

Kecamatan Pelaihari Masuk 15 Besar Kelompok Sadar Wisata se-Indonesia
PNS

Kalsel

Baru Diproses Hari Ini, Gaji PNS Pemkot Banjarmasin Dipastikan Telat
apahabar.com

Kalsel

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Siang Hari Kalsel Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Update Pagi Ini: Satu Positif Covid-19 di Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Ngotot Menjanda, Ibu Muda Ini Bolak-Balik PN Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com