Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Cek ke Lokasi, Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming Ingin Vaksinasi di Tanbu Percepat Herd Immunity Kalsel Kebut Herd Immunity Banua, Kadinkes Kalsel Apresiasi Vaksinasi Massal BPP HIPMI Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi Film James Bond ‘No Time To Die’ Tayang di Bioskop, Daniel Craig Antusias

Hari Jadi ke-69 Tahun, Imperialisme Modern Masih ‘Hantui’ Kalimantan Selatan

- Apahabar.com     Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:06 WITA

Hari Jadi ke-69 Tahun, Imperialisme Modern Masih ‘Hantui’ Kalimantan Selatan

Ilustrasi, dolar Amerika Serikat. Foto-Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini merupakan momen bersejarah bagi Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Tepat 69 tahun silam, para pejuang berhasil merebut kemerdekaan Banua dari tangan para kolonialisme. Lantas, sudahkah kita benar-benar terbebas dari penjajah?

Pengamat Sejarah FKIP ULM Banjarmasin, Mansyur mengatakan imperialisme modern masih menghantui rakyat Banua. Artinya, Kalsel hanya merdeka secara politik, namun belum secara ekonomi dan budaya.

Baca Juga: Diserbu Warga, Kuliner Gratis HUT Kalsel Ludes Secepat Kilat!

Terbukti dengan maraknya investor asing yang masuk di Kalsel. Bahkan, hanya sekian persen penghasilan perusahaan yang masuk ke kas daerah.

“Ditambah budaya luar yang masuk ke Kalsel,” ujarnya.

Tak hanya sampai di situ, rupanya faktor kesejahteraan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi catatan penting dalam mengisi kemerdekaan di Kalsel.

Terlebih, sebagai indikator pencapaian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel masih jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain di regional Kalimantan.

“Padahal Kalsel adalah provinsi tertua secara usia,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin kepada apahabar.com, Rabu (14/8) pagi.

Semestinya Harjad Kalsel ke-69 bisa benar-benar menjadikan Banua sebagai provinsi yang Mandiri dan Terdepan (MAPAN).

Sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel menuju provinsi yang ‘Mapan’.

Namun, masih banyak daya dan upaya yang diperlukan untuk mewujudkan impian tersebut. Di antaranya, dengan cara mengedepankan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Ia berharap, agar arah pembangunan Kalsel lebih fokus dan dioptimalkan di sektor pembangunan sumber daya manusia.

Bukan sebaliknya, yang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur. Mengingat upaya itu tak dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kalsel.

“Di balik meriahnya peringatan Harjad Kalsel ke-69 ini, harus juga diiringi dengan upaya peningkatan mensejahterakan rakyat Kalsel,” pungkasnya.

Baca Juga: HUT Kalsel Ke-69, Intip Pesan Lengkap Paman Birin ke Warga Banua

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sabu 1 Kg di Banjarbaru, Satu Napi Samarinda Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Polisi Apresiasi Peran Dewan Adat Dayak Jaga Kondusifitas Pasca Pemilu
Batas Kota

Kalsel

Pengetatan Larangan Mudik, Suasana Batas Kota Banjarbaru-Martapura Masih Lancar
apahabar.com

Kalsel

Harga Masker Tak Wajar Pasca Heboh Corona, Dewan Minta Instansi Terkait Bertindak

HST

Tanpa Chairansyah, Ernawati Dimakamkan Secara Prokes di Birayang HST
Sudian Noor

Kalsel

Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial
apahabar.com

Kalsel

Keterangan Saksi Mata Penusukan di Jalan Pramuka
apahabar.com

Kalsel

Update Razia Masker di Banjarmasin, Tim Gabungan Jaring Puluhan Pelanggar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com