ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:06 WIB

Hari Jadi ke-69 Tahun, Imperialisme Modern Masih ‘Hantui’ Kalimantan Selatan

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi, dolar Amerika Serikat. Foto-Kompas.com

Ilustrasi, dolar Amerika Serikat. Foto-Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini merupakan momen bersejarah bagi Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Tepat 69 tahun silam, para pejuang berhasil merebut kemerdekaan Banua dari tangan para kolonialisme. Lantas, sudahkah kita benar-benar terbebas dari penjajah?

Pengamat Sejarah FKIP ULM Banjarmasin, Mansyur mengatakan imperialisme modern masih menghantui rakyat Banua. Artinya, Kalsel hanya merdeka secara politik, namun belum secara ekonomi dan budaya.

Baca Juga: Diserbu Warga, Kuliner Gratis HUT Kalsel Ludes Secepat Kilat!

Terbukti dengan maraknya investor asing yang masuk di Kalsel. Bahkan, hanya sekian persen penghasilan perusahaan yang masuk ke kas daerah.

“Ditambah budaya luar yang masuk ke Kalsel,” ujarnya.

Baca juga :  Resmi, Letkol Cpn Rahmat Trianto Nakhodai Kodim 1022 Tanbu

Tak hanya sampai di situ, rupanya faktor kesejahteraan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi catatan penting dalam mengisi kemerdekaan di Kalsel.

Terlebih, sebagai indikator pencapaian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel masih jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain di regional Kalimantan.

“Padahal Kalsel adalah provinsi tertua secara usia,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin kepada¬†apahabar.com, Rabu (14/8) pagi.

Semestinya Harjad Kalsel ke-69 bisa benar-benar menjadikan Banua sebagai provinsi yang Mandiri dan Terdepan (MAPAN).

Sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel menuju provinsi yang ‘Mapan’.

Baca juga :  Jasad dalam Karung di Kurau Pelaihari, Polisi Susuri Warung Jablai

Namun, masih banyak daya dan upaya yang diperlukan untuk mewujudkan impian tersebut. Di antaranya, dengan cara mengedepankan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

Ia berharap, agar arah pembangunan Kalsel lebih fokus dan dioptimalkan di sektor pembangunan sumber daya manusia.

Bukan sebaliknya, yang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur. Mengingat upaya itu tak dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kalsel.

“Di balik meriahnya peringatan Harjad Kalsel ke-69 ini, harus juga diiringi dengan upaya peningkatan mensejahterakan rakyat Kalsel,” pungkasnya.

Baca Juga: HUT Kalsel Ke-69, Intip Pesan Lengkap Paman Birin ke Warga Banua

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gaji Ditunggak, Pekerja Proyek PLTU Asam-Asam Ancam Demo
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Kios di Pasar Kotabaru Ludes Dilalap Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Rencananya Salat Idul Fitri di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Kalsel

Omnibus Law, Kantor DPRD Kalsel Digeruduk Ribuan Buruh
apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat Perempuan Tertutup Karung di HSS Terungkap
apahabar.com

Kalsel

200 Personel Polda Kalsel BKO Polda Metro Jaya Kembali ke Markas
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Bantu Logistik untuk Korban Banjir di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Covid-19, Pencuri Gasak Jutaan Rupiah di Banjarmasin Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com