VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Hari Masyarakat se-Dunia, Kenang 20 Tahun Penindasan

- Apahabar.com Jumat, 9 Agustus 2019 - 19:33 WIB

Hari Masyarakat se-Dunia, Kenang 20 Tahun Penindasan

Foto-Ilustrasi masyarakat adat

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini merupakan Hari Masyarakat Adat se-Dunia 2019. Tepatnya, mengenang sebuah peristiwa 20 tahun silam.

Di mana utusan Masyarakat Adat dari seluruh pelosok Nusantara bersama para pejuang hak-hak Masyarakat Adat berkumpul di Hotel Indonesia, Jakarta.

Mereka menyatukan tekad dan langkah melalui Kongres Masyarakat Adat Nusantara.

Kongres pertama ini mendeklarasikan Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara. Kemudian bersepakat membentuk Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai wadah perjuangan.

Merebut kembali kedaulatan Masyarakat Adat sebagai warga negara yang setara dengan warga negara lain.

“Yang mana sebagai penyandang hak-hak konstitusional di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai amanat UUD 1945,” ucap Ketua AMAN HST, Rubi kepada¬†apahabar.com, Jumat (9/8) sore.

Bangkit dan bersatu mewujudkan Masyarakat Adat serta bangsa Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi maupun bermartabat secara budaya.

Selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka, Masyarakat Adat masih terus mengalami berbagai bentuk penindasan, pengabaian dan perampasan atas hak-hak asal-usulnya.

Kemerdekaan Indonesia sebagai negara dan bangsa di tahun 1945 tidak otomatis membebaskan Masyarakat Adat dari beragam bentuk penjajahan.

“Dengan penuh harapan, kita menyerahkan langkah kepada Sang Pencipta Alam Semesta, Tuhan Yang Maha Kuasa dan bermohon restu para Leluhur Masyarakat Adat, agar tidak ada lagi ketidakadilan bagi masyarakat adat di seluruh Nusantara umumnya dan Kalimantan Selatan khususnya,” harap Pemuda asal Desa Juhu tersebut.

Asa itu terus diukir di atas sebuah regulasi, yakni agar disahkannya Peraturan Daerah (Perda) terkait Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat serta wilayah adat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kemudian, pengelolaan wilayah adat dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa serta organisasi masyarakat lainnya.

“Akhirnya, kepada semua Masyarakat Adat di Nusantara, selamat merayakan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara, 20 Tahun AMAN dan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia,” ucapnya.

“Kita harus terus tanggap membela, aktif melindungi dan cepat melayani Masyarakat Adat dimana pun. Untuk itu kita harus terus kuat,” tandasnya.

Baca Juga: Nah, ASN Bakal Boleh Kerja di Rumah

Baca Juga: Hari Ini, Jemaah Haji Menuju Arafah

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hong Kong Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Jokowi-Amin di Kalsel, Persiapan Stadion 17 Mei 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh 2.698 Orang, Positif 14.032
apahabar.com

Nasional

Di Canberra, MHM Tegaskan Hipmi Siap Gandeng Pengusaha Australia
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Dijenguk Cucu, Hanya Bisa Lepas Rindu Lewat Kaca Pintu
apahabar.com

Nasional

Sentuh Angka 10.551, Kasus Positif Corona di Indonesia Lebih Banyak Laki-laki
apahabar.com

Nasional

Sisi Religius Jokowi di Mata Ustaz Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Wapres: Tidak Ada Perbedaan Pernyataan BMKG dan BNPB
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com