‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home Kalsel

Senin, 19 Agustus 2019 - 16:17 WIB

Intrusi Air Laut Ancam Ketersediaan Air Bersih di Banjarmasin

Redaksi - Apahabar.com

Sungai Martapura yang membelah Kota Banjarmasin.
Foto-myecotrip.net

Sungai Martapura yang membelah Kota Banjarmasin. Foto-myecotrip.net

apahabar.com, BANJARMASIN – Tinggal di Kota Seribu Sungai tak membuat warga Banjarmasin merasa aman dengan keberadaan air bersih.

Pasalnya Sungai Martapura yang menjadi induk perairan sungai kecil di kota ini mulai kemasukan air laut (intrusi).

Pertengahan Agustus ini saja, PDAM Bandarmasih mencatat dua kali kadar garam meninggi di intake Sungai Bilu. Di tanggal 2 Agustus 287,00 mg per liter dan pada 4 Agustus mencapai 315 mg per liter.

PDAM Bandarmasih tak ingin ambil resiko ketika kualitas air baku yang diolahnya cukup buruk. Sehingga operasional bahan baku utama air bersih di Banjarmasin pun dimatikan total.

Secara umum, kadar garam yang diperbolehkan Menkes Nomor 492/Menkes/Per/4/2010 tentang persyaratan kualitas air minum hanya 250 mg per liter.

Baca juga :  Mengintip Progres Jembatan Pulau Bromo Banjarmasin

“Alhamdulillah aman jaya, selain tanggal itu baik-baik saja kadar garam pada saat level sungai pasang,” ujar Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wakhid kepada apahabar.com, Senin (19/8/2019).

Menurut M Nur Wahid, warga kota seribu sungai tak perlu merasa khawatir berlebihan. Sebab, ketika kadar garam di Intake Sungai Bilu sudah melampaui batas maksimum Permenkes 492, maka perusahaan air minum milik Pemko ini akan melakukan beragam cara untuk mengatur pengolahan air agar bisa dikonsumsi warga.

Salah satunya, sambung M Nur Wahid, pencampuran air baku yang dihasilkan Intake Sungai Bilu dengan air baku dari IPA 2 Pramuka.

“Agar kadar garam air yang diolah di IPA Ahmad Yani kembali menjadi 250 mg per liter,” tuturnya.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono intrusi air laut merupakan suatu kejadian yang alami ketika musim kemarau tiba.

Baca juga :  Gotong Royong Tangani Covid-19, Yayasan Haji Maming dan PT Buma Salurkan Bantuan

Air laut tersebut masuk ke perairan darat. Berapa kadar pencemaran air laut ini selalu dilakukan pengukuran oleh PDAM.

“Kita telah melakukan kajian terhadap ketersediaan air. Pada hari ini terakhir pembahasan dokumen ini,” katanya.

Atas dokumen tersebut akan diperoleh data kantong-kantong air pada setiap wilayah kecamatan dan ini bisa memungkinkan untuk program dari Pemko dan PDAM ke depannya.

Baca Juga: Update Karhutla, Hari Ini BMKG Deteksi Belasan Hotspot

Baca Juga: HUT RI, Ratusan Warga Sungai Lulut Ikut Jalan Santai Berhadiah

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Baru Dilantik, Anggota DPRD Banjarbaru Alergi dengan Mahasiswa?
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Balangan Gelar Lomba Balita Indonesia Tingkat  
Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP

Kalsel

Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP
apahabar.com

Kalsel

JMSI Kalsel Dorong Pers Dapatkan Insentif Ekonomi
apahabar.com

Kalsel

Teror Kabut Asap, Warga Tala Mulai Menderita Batuk
apahabar.com

Kalsel

Pro-Kontra New Normal di Kalsel dari Perspektif Ekonomi
apahabar.com

Kalsel

Karena Kemiri Terbaik, Desa Ketapang Dilirik Investor  
apahabar.com

Kalsel

Tsunami Selat Sunda, Alfamart Kirim Bantuan Secara Bertahap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com