Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Ajax, Klopp Pastikan Van Dijk Bakal Lebih Tangguh Setahun Jokowi-Ma’ruf, Map Merah Penuhi Jalanan Banjarmasin Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

- Apahabar.com Senin, 12 Agustus 2019 - 05:45 WIB

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

Pengunjung mengamati mobil listrik Twizy yang dipajang pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE-BSD, Tangerang, Banten. Foto – Antara

apahabar.com, JAKARTA – Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menilai upaya untuk menggandeng investor asing terkait pengembangan teknologi mobil listrik boleh dilakukan sebagai tolok ukur atau benchmarking.

“Kalau menurut saya untuk benchmarking atau tolok ukur memang perlu menggandeng pihak asing,” ujar Direktur ITDP Indonesia Faela Sufa di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (11/08).

Faela Sufa beralasan bahwa pengembangan mobil listrik secara mandiri membutuhkan waktu yang lama dan kualitasnya pun belum tentu seandal mobil-mobil listrik produksi China dan Eropa.

Dengan demikian mengambil tolak ukur dari negara-negara yang sudah mengembangkan teknologi mobil listrik bisa dilakukan, dalam rangka untuk teknologi elektrifikasi kendaraan bermotor.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar produk kendaraan elektrik yang dibuat di Indonesia dapat lebih murah.

Dengan bahan-bahan baterai yang terdapat di Indonesia, harga mobil listrik kemungkinan bisa ditekan lebih murah sehingga dapat berseliweran di kota-kota di Indonesia.

Presiden mengatakan strategi bisnis kendaraan listrik bisa dirancang Indonesia sehingga mendahului kompetitor dalam membangun kendaraan listrik dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Presiden mengatakan pembangunan industri kendaraan elektrik memerlukan waktu lebih dari 2 tahun karena sejumlah perusahaan otomotif melihat minat pasar terhadap produk tersebut.

Dia menjelaskan kendaraan bertenaga listrik relatif memiliki harga yang lebih mahal ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak.

Sementara itu pengamat transportasi Darmaningtyas menyarankan pemerintah memfasilitasi pengembangan mobil-mobil listrik di kampus dengan mendirikan pabrik mobil listrik.

Beberapa kampus di Indonesia saat ini membuat percobaan tentang mobil listrik, dan pemerintah perlu mendirikan pabrik mobil listrik sendiri untuk memfasilitasi pengembangan mobil listrik yang sedang diujicoba di kampus-kampus.

Baca Juga: Ini Uniknya Tradisi Sembelih Hewan Kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin

Baca Juga: Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet

Baca Juga: Presiden Jokowi Berikan Sapi Kurban Seberat 1 Ton ke Kalteng

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Putar Otak di Tengah Pandemi, Moela Coffe Banjarmasin Buat Sejumlah Terobosan
apahabar.com

Ekbis

Stok Logistik Kalsel Aman, 250 Ton Gula Masuk Awal Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Bersama Ekonom Kalsel, Mengupas Kelemahan Produktivitas Pekerja Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Menguat, Namun Berpotensi Melemah Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Jamin Stok Aman, Kaltim Datangkan Ribuan Sapi Australia
apahabar.com

Ekbis

Fed Beri Sinyal Tetap Longgarkan Kebijakan, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Diharapkan Terus Keluarkan Kebijakan Positif 
apahabar.com

Ekbis

Safe Travel Campaign Bikin Jumlah Penumpang AP II Melesat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com