Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

- Apahabar.com     Senin, 12 Agustus 2019 - 05:45 WITA

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

Pengunjung mengamati mobil listrik Twizy yang dipajang pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE-BSD, Tangerang, Banten. Foto – Antara

apahabar.com, JAKARTA – Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menilai upaya untuk menggandeng investor asing terkait pengembangan teknologi mobil listrik boleh dilakukan sebagai tolok ukur atau benchmarking.

“Kalau menurut saya untuk benchmarking atau tolok ukur memang perlu menggandeng pihak asing,” ujar Direktur ITDP Indonesia Faela Sufa di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (11/08).

Faela Sufa beralasan bahwa pengembangan mobil listrik secara mandiri membutuhkan waktu yang lama dan kualitasnya pun belum tentu seandal mobil-mobil listrik produksi China dan Eropa.

Dengan demikian mengambil tolak ukur dari negara-negara yang sudah mengembangkan teknologi mobil listrik bisa dilakukan, dalam rangka untuk teknologi elektrifikasi kendaraan bermotor.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar produk kendaraan elektrik yang dibuat di Indonesia dapat lebih murah.

Dengan bahan-bahan baterai yang terdapat di Indonesia, harga mobil listrik kemungkinan bisa ditekan lebih murah sehingga dapat berseliweran di kota-kota di Indonesia.

Presiden mengatakan strategi bisnis kendaraan listrik bisa dirancang Indonesia sehingga mendahului kompetitor dalam membangun kendaraan listrik dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Presiden mengatakan pembangunan industri kendaraan elektrik memerlukan waktu lebih dari 2 tahun karena sejumlah perusahaan otomotif melihat minat pasar terhadap produk tersebut.

Dia menjelaskan kendaraan bertenaga listrik relatif memiliki harga yang lebih mahal ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak.

Sementara itu pengamat transportasi Darmaningtyas menyarankan pemerintah memfasilitasi pengembangan mobil-mobil listrik di kampus dengan mendirikan pabrik mobil listrik.

Beberapa kampus di Indonesia saat ini membuat percobaan tentang mobil listrik, dan pemerintah perlu mendirikan pabrik mobil listrik sendiri untuk memfasilitasi pengembangan mobil listrik yang sedang diujicoba di kampus-kampus.

Baca Juga: Ini Uniknya Tradisi Sembelih Hewan Kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin

Baca Juga: Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet

Baca Juga: Presiden Jokowi Berikan Sapi Kurban Seberat 1 Ton ke Kalteng

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harus Pulih! Pusat Suntik Puluhan Miliar ke Banjarmasin
rupiah

Ekbis

Tembus Level Psikologis Rp 14.000 per Dolar AS, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Hingga Oktober 2019, BRI Telah Salurkan Rp83,3 Triliun KUR
apahabar.com

Ekbis

Ditopang Stimulus Fiskal AS, Rupiah Diprediksi Lanjut Menguat Hari Ini

Ekbis

Pertamina dan PPTK Komiten Berantas Money Laundering
Tak Ada Rute Penerbangan yang Ditutup di Syamsudin Noor

Ekbis

Tak Ada Rute Penerbangan yang Ditutup di Syamsudin Noor
BPS Rilis Data Inflasi Agustus

Ekbis

Euro Menguat, Dolar Tergelincir
emas Antam

Ekbis

Naik Rp 2.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com