BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD

Izin Impor Garam 2,7 Juta Ton Diterbitkan

- Apahabar.com Kamis, 22 Agustus 2019 - 07:00 WIB

Izin Impor Garam 2,7 Juta Ton Diterbitkan

Petani panen garam. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah sudah mengeluarkan surat persetujuan impor (PI) garam industri sebanyak 2,7 juta ton hingga akhir tahun. Kenyataan itu dikemukakan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana.

Hal ini sesuai dengan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Desember 2018 dan rekomendasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Wisnu menuturkan, jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kebutuhan garam sebagai bahan baku dan penolong industri. Dari total itu, jumlah garam yang sudah direalisasikan impornya dari alokasi tersebut adalah sebanyak 1,54 juta ton. “Sehingga sisa yang belum terealisasi adalah sebanyak 1,16 juta ton,” ujarnya.

Sejauh ini, Wisnu menjelaskan, pihaknya tidak berencana menambah kuota impor garam sampai akhir tahun. Sebab, belum ada rekomendasi teknis tambahan dari Kementerian Perindustrian sebagai kementerian teknis yang bertanggung jawab atas industri pengguna garam. Di sisi lain, evaluasi yang dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait belum melihat kebutuhan penambahan jumlah impor garam.

Untuk sisa 1,16 juta ton yang belum terealisasikan, Wisnu menuturkan, pemerintah menyerahkan langsung kepada pihak importir. Sebab, Kemendag hanya bertanggung jawab atas penerbitan PI sesuai dengan hasil rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian.

“Realisasi tergantung perencanaan industri sesuai kebutuhan produksi,” tuturnya.

Sepanjang 2019, pemerintah memberikan alokasi impor garam kepada 55 perusahaan industri sebanyak 2,7 juta ton. Sebanyak 1,8 juta ton d antaranya digunakan oleh industri chlor alkali plant (CAP) sedangkan sisanya untuk industri mamin, farmasi, kosmetik, serta pengeboran minyak.

Alokasi 2,7 juta ton impor tersebut masih kurang dari total kebutuhan tahunan garam terhadap industri sebanyak 3,7 juta ton. Sisanya, sekitar 1 juta ton akan dipenuhi oleh garam produksi lokal.

Sementara itu, Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan impor garam industri yang masih tersisa sebesar 1,1 juta ton hingga akhir tahun. Sebab, sampai saat ini, stok persediaan garam di seluruh industri sudah mencapai ambang kritis yakni 77 ribu ton.

Sekretaris Jenderal AIPGI Cucu Sutara menuturkan, total tersebut terbilang sangat sedikit dan hanya dapat memenuhi kebutuhan industri hingga akhir September. “Ini kebutuhannya sangat mendesak,” tuturnya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa.

Baca Juga: Harga Cabe Masih Sepedas Rasanya

Baca Juga: Anjlok, Harga Batu Bara Terendah dalam 3 Tahun Terakhir

Baca Juga: Kemarau tak Ganggu Produksi Cabai

Baca Juga: Semangat Menyatukan, Telkomsel Gelar 17.800 BTS dan Bangun Infrastruktur di Penjuru Kalimantan

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Relaksasi Kredit Dampak Covid-19, OJK: Debitur Mampu Jangan Ambil Kesempatan

Ekbis

Relaksasi Kredit Dampak Covid-19, OJK: Debitur Mampu Jangan Ambil Kesempatan
apahabar.com

Ekbis

Sepi, Lion Pangkas Frekuensi Penerbangan di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi UMKM, BI Kalsel Akan Gelar Expo ‘Karya Gawi Borneo’ Virtual Bersama Blibli.com
apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi AS Terhambat, Rupiah Menguat Tajam
Aset Berisiko, Rupiah Melemah

Ekbis

Aset Berisiko, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Imbas Lockdown di India, Impor Daging Kalsel Tertunda
apahabar.com

Ekbis

Imbas Corona, Puluhan Karyawan Hotel Berbintang di Banjarmasin Diistirahatkan
apahabar.com

Ekbis

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Melonjak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com