VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Jawa-Banten-DKI Padam Listrik 7 Jam, Ini Penjelasan Plt Dirut PLN

- Apahabar.com Minggu, 4 Agustus 2019 - 20:17 WIB

Jawa-Banten-DKI Padam Listrik 7 Jam, Ini Penjelasan Plt Dirut PLN

Ilustrasi. Foto – Net

apahabar.com, DEPOK – Direksi PT PLN (Persero) menjelaskan terkait padamnya listrik di sebagian besar Pulau Jawa hari ini yang kini berlangsung 7 jam lebih. Plt Dirut PLN Sripeni Inten meminta maaf atas kondisi tersebut.

Dilansir Republika, dalam penjelasannya Sripeni mengatakan, pemadaman listrik pada Minggu (04/08) bermula dari saluran udara Ungaran terjadi gangguan di sirkuit pertama pada pukul 11.45 detik ke-27, yang disusul gangguan sirkuit kedua pada menit 48 detik ke-11. Gangguan itu menyebabkan jaringan SUTP Depok dan Tasik mengalami gangguan.

“Inilah merupakan awal dari terjadinya pemadaman di sistem Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta,” ujar Sripeni saat jumpa pers di Kantor PLN Gandul, Depok, Minggu (04/08).

Sripeni menyebutkan, pada pukul 11.45 WIB detik ke-27, pasokan listrik di Jawa Tengah masih normal, kecuali Brebes. Namun, dia katakan, Brebes sebenarnya masuk dalam sistem Jawa Barat.

“Lalu, pada pukul 11.48 WIB, (pasokan listrik) Jabar, DKI, Banten off,” kata Sripeni.

Sripeni mengaku langsung memimpin dan mengawal proses pemulihan, termasuk memantau bagaimana pasokan listrik dari timur ke barat untuk mendukung pasokan. Sripeni menjelaskan, pada pukul 16.27 WIB, listrik dari Jatim sudah masuk ke Saguling dan Cireta. PLTA Cireta dan Saguling, lanjut Sripeni, berfungsi sebagai menstabilkan aliran.

“Kita tunggu masuk ke Cibinong dan Depok, Alhamdulillah pada pukul 16.27 WIB pasokan masuk ke Gardu gandul,” ucap Sripeni.

Sripeni menambahkan, PLN berencana untuk memulihkan pembangkit di Suralaya dan Muara Karang. “Kalau ke Suralaya nanti akan melewati Legok, Balaraja, Suryalaya. Ini akan memulihkan secara total. Tetapi di Muara Karang ini kami prioritaskan karena untuk DKI Jakarta,” lanjut Sripeni.

Sripeni menilai, proses di Muara Karang relatif lebih cepat lantaran PLTGU masih bisa masuk ke sistem. Meski begitu, Sripeni menilai tetap perlu memakan waktu untuk melakukan penormalan secara utuh.

“Mudah-mudahan sistem DKI Jakarta kalau baik dan lancar, kira-kira tiga jam akan bisa pulih DKI Jakarta,” kata Sripeni.

Sedangkan, untuk Banten dan Jawa Barat, kata Sripeni, akan dipasok dari pembangkit Suralaya, yang diperkirakan kembali normal pada empat jam hingga lima jam ke depan.

“Mudah mudahan tidak lewat sampai pukul 00.00 ya. Kami berupaya seoptimal mungkin. Ini jadi proses improvement, banyak hal yang harus kita improve, mana yang masih lemah, kami serius menangani perbaikannya,” ungkap Sripeni.

Baca Juga: Trauma, Istri Wartawan Korban Pembakaran Rumah di Aceh Takut Bekerja

Baca Juga: TNI AL Kerahkan 2 KRI Dukung Pemecahan Rekor Dunia Selam

Sumber: Republika

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mensesneg Luruskan Pernyataan Jubir Presiden Soal Mudik
apahabar.com

Nasional

Politisi Golkar Jadi Ketua MPR RI
apahabar.com

Nasional

Perbedaan Pilihan di Pemilu, Ini Kata Mbah Moen
apahabar.com

Nasional

Pakar: 5 Kelompok Rentan Terpapar Covid-19
apahabar.com

Nasional

Rampung dalam 8 Hari, RS di China Mulai Terima Pasien Virus Corona
apahabar.com

Nasional

14 Hari Lagi Umrah Dibuka, Kemenhub: Nggak Ada Kabar
apahabar.com

Nasional

Dipindah ke Lapas Salemba, Djoko Tjandra Jalani Isolasi Mandiri
apahabar.com

Nasional

Donald Trump Klaim Ketahui Kondisi Terkini Kim Jong Un
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com