Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Jelang Puncak Haji, Jemaah Disambut Badai Guntur

- Apahabar.com Minggu, 11 Agustus 2019 - 09:00 WIB

Jelang Puncak Haji, Jemaah Disambut Badai Guntur

(Paling kiri) Habib Akhmad Farouq, Guru Syukri, Pembimbibg dr travel Kaltim, Guru Fadhli, belakang dr. Eko Prastyono, Bupati Tanah Bumbu, dr H M Rudiansyah, Guru Rizani. Foto-dr H M Rudiansyah for apahabar.com

apahabar, BANJARMASIN – Jemaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji harus menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem selama di tanah Suci. Setelah hari sebelumnya suhu mencapai 40-43 derajat celcius pada siang hari, maka berbeda dengan hari ini, Sabtu (10/09).

Salah satu petugas kesehatan haji khusus dari PT Riyal Tunggal Banjarmasin yaitu dr H M Rudiansyah, melaporkan saat ini cuaca buruk tengah menerpa jemaah haji.

“Sekarang lagi ada angin agak kencang, debu bertebangan dan tenda mulai bergoyang. Ada badai, mulai gerimis hujan dan guntur juga sampai mati listrik. Ini jam 14.50 waktu Mekah,” pesan Rudi yang diterima apahabar.com via WhatsApp pukul 19.50 Wita.

Padahal, dari percakapan sebelumnya ia melaporkan cuaca cerah dengan suhu sekitar 29 derajat pada pagi hari. Kondisi jemaah pun dalam keadaan baik dan sehat, khususnya para lansia yang telah diberikan suntikan vitamin untuk menjaga stamina mereka.

“Subuh tadi sampai di Arafah, di Maktab 116. Siangnya mulai wukuf, kemaren jemaah lebih banyak istirahat,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel ini.

Waktu Wukuf sendiri dimulai sejak tergelincirnya matahari atau saat memasuki waktu zuhur hingga subuh.

“Selama di sini kita lebih banyak itikaf, berzikir, berdoa, mujanat dan mengaji,” sebutnya.

Dijadwalkan, Jemaah akan melakukan malam mabit di Muzdalifah. Kemudian berlanjut ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Sa’I, yang nantinya akan diakhiri Tahalul.

“Balik ke hotel dulu, lalu malamnya melempar Jumroh Akobah,” tuturnya.

Jarak antara Arafah dan hotel sekitar 4-5 km, sedangkan jarak antara hotel dan pelontaran di Mina sekitar 1 km.

“Untuk jarak dekat jadi bisa jalan kaki. Tetapi ada juga 9 jamaah yang menggunakan kursi roda, namun tidak ada penanganan khusus,” jelasnya

Selama proses perjalanan berhaji, sebanyak 148 jemaah menggunakan 4 bus yang merupakan layanan dari PT Riyal Tunggal Banjarmasin. Ada 4 orang pembimbing ibadah yaitu Guru Fadhli, Guru Syukriansyah, Guru Rizani dan Habib Faroukh.  Serta dua dokter yaitu dr. Eko Prastyono dan dirinya sendiri. Dalam rombongan ini juga diikuti Bupati Tanah Bumbu, Suhdiannoor.

Baca Juga: Iduladha, Car Free Day Ditiadakan

Baca Juga: Dua Ulama Besar Kalsel Pimpin Salat Id di Masjid Jami Sungai Jingah

Baca Juga: Masjid Al Jihad Gunakan Mesin Khusus untuk Sembelih Hewan Kurban

Baca Juga: Masjid Agung Al Munawwarah Bagikan 1.500 Kupon Daging Kurban

Reporter: Musnita Sari
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Badut Jalanan Banjarmasin Terjaring, Ini Lokasi Favoritnya
apahabar.com

Kalsel

Swadaya, Warga BAT Hibahkan Tanah Bangun Polsek
apahabar.com

Kalsel

Kasatlantas Polres Tapin: ‘Bagararakan’ Sahur Boleh, Asal Sesuai Kondisi
apahabar.com

Kalsel

Dalam Sehari, 50 Warga HST Terkonfirmasi Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

JCH Tanbu Sudah Tiba di Mekah
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari ini, Warga HSU dan Tabalong Diminta Waspada
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Kerja, Pelayanan KPP Pratama Banjarmasin Minim Pengunjung
apahabar.com

Kalsel

Jalan Sehat dan Karnaval di International Nurses Day 2019 Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com