VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Jemaah Travellindo Bisa Berangkat, Asal Bayar Puluhan Juta Lagi

- Apahabar.com Kamis, 1 Agustus 2019 - 17:21 WIB

Jemaah Travellindo Bisa Berangkat, Asal Bayar Puluhan Juta Lagi

Merasa tertipu oleh agen keberangkatan umrah dan haji, puluhan calon jemaah haji plus mendatangi kantor Travellindo Tours & Travel, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Kamis pagi. Foto-apahabar.com/Bahaudin

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada ada saja cobaan bagi para calon jemaah Haji (CJH) plus asal Banjarmasin yang ditampung Travellindo Tours & Travel.

Belum lagi jelas nasibnya, mereka kini dibebani puluhan juta jika ingin berangkat ke tanah suci.

Sejak kemarin (31/7), kesabaran 53 CJH tengah diuji oleh ketidakjelasan agen ibadah haji beralamat Jalan Pangeran Hidayatullah itu.

Mereka mengaku gagal berangkat menuju tanah suci sekalipun telah membayar biaya keberangkatan hingga puluhan juta.

Kabar terbaru yang didapat apahabar.com, CJH berhak menjalani rukun Islam kelima tersebut asal memenuhi syarat tertentu.

Travellindo sejatinya masih dalam kewenangan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri). Mereka bertanggungjawab atas terlantarnya CJH asal Banjarmasin.

Diah salah satu korban yang berhubungan dengan Amphuri lewat daring, menerangkan CJH berkewajibkan membayar kompensasi, atas ketidakpastian Travelindo.

Biayanya tak tanggung tanggung, setiap CJH kembali berkewajiban mentransfer uang senilai Rp60 Juta.

Jika telah membayar, mereka termasuk dirinya berhak memiliki fasilitas seperti jemaah haji pada umumnya saat di Mekah dan Madinah.

Dari keberangkatan sampai pulang, mereka mendapatkan fasilitas transportasi, penginapan, makan dan lain lain saat jadwal Agustus nanti.

Namun penunjang itu tidak berlaku selamanya. Lima hari terakhir, dari 20 hari di tanah suci, CJH hilang tanpa arah.

“Selama lima hari, kita tidak ditanggung Kemenag dan Amphuri. Jadi harus mencari penginapan dan makan sendiri di tanah suci,” ujarnya.

Permintaan dari Kemenag dan Amphuri tersebut rupanya tidak bisa cepat diambil oleh CJH.

Faktor nominal yang terlalu besar, menjadi pertimbangannya dalam berpikir nanti. Sunariatun Kamil Musytar misalnya, yang juga salah satu di antaranya 53 CJH meminta kepastian Travellindo

Dia kemungkinan menyanggupi syarat membayar Rp60 Juta untuk berangkat haji. Namun tidak dengan saudara laki lakinya.

Otomatis dengan kondisi begitu, dia juga tidak bisa berangkat ke tanah suci. Lantaran salah satu syarat haji harus berangkat bersama dengan keluarga.

“Kalau kita pasrah saja, tapi jika yang lain mampu membayarnya silakan saja. Yang penting niat kami dari awal sudah sampai,” beber warga Banjarbaru ini.

Kondisi demikian juga dibenarkan oleh AKBP Suritno Hadi, Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Ia mengatakan para CJH yang terlantar harus membayar biaya Rp60 Juta, jika ingin berangkat. Penyebabnya, karena Travellindo defisit keuangan.

Otomatis, Amphuri menjembatani antara Travellindo dan 53 CJH. Lalu untuk biaya seperti akomodasi ditanggung CJH sendiri.

“Itu diketahui Kemenag, karena kepentingan kita di sini utamanya agar CJH bisa berangkat dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Kasubbag Perundang-Undangan Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh, Mahsidin menerangkan CJH ini sudah masuk dalam E-Hajj atau sistem haji pusat tetapi belum selesai beberapa administrasinya.

“Di sistem terlihat itu beberapa yang belum dibereskan juga oleh pihak travel di antaranya visa haji, pembayaran hotel di Mekah dan Madinah serta transportasi para jemaah,” ujarnya.

Mahdisin juga menambahkan para jemaah bisa saja diberangkatkan karena Travellindo masih di bawah naungan Amphuri.

Namun karena waktu yang sangat mepet maka clossing date atau batas waktu pemberangkatan maksimal 6 Agustus nanti.

Ya, persoalan hukum Travellindo saat ini tengah ditangani jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel. Di lokasi, terlihat seluruh ruangan dan aset milik Travellindo diperiksa aparat.

Baca Juga: Gagal Berangkat, Owner Travellindo Diduga Blokir Kontak Calon Jemaah Haji

Baca Juga: Merasa Ditipu, Puluhan Jemaah Haji Banjarmasin Ngeluruk ke Travellindo

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tips Si Dokter Cantik Ria Hadapi Cuaca Tak Menentu Selama Berpuasa
apahabar.com

Kalsel

Aminuddin Latif Meninggal, DPRD Kalsel Pun Berduka

Kalsel

Demi Tour de Batola, Warga Harus Menunggu 30 Menit
apahabar.com

Kalsel

Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel 7 April: Pasien Positif Bertambah 4, 1 Meninggal
Dewan Kota Tunda LKPj 2019 Wali Kota Banjarmasin

Kalsel

Dewan Kota Tunda LKPj 2019 Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Responsif ASN HSS, Sisihkan Uang Untuk Belikan PKL Masker
apahabar.com

Kalsel

Iduladha 1440 Hijriah, BMKG Prakirakan Cuaca di Kalsel Cerah dan Cerah Berawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com