Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Kaltim Ibu Kota, Kadin Kalsel Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur Kalsel

- Apahabar.com Rabu, 28 Agustus 2019 - 19:47 WIB

Kaltim Ibu Kota, Kadin Kalsel Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur Kalsel

Pengumuman Presiden Ibu Kota pindah ke Kaltim menyita perhatian banyak masyarakat. Bahkan bermunculan meme Monas pindah. Foto- Twitter/ardhie_9179

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan pemindahan kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Pemindahan itu dinilai memberikan peluang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Banua-sebutan Kalimantan Selatan.

Kendati demikian, Kalsel mesti berbenah diri. Baik dari segi infrastruktur maupun sumberdaya manusia yang ada.

“Sejatinya sebagai provinsi yang berdekatan dengan ibu kota, Kalsel harus menyediakan SDM yang berkualitas dan infrastruktur memadai,” ucap Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Suryadi kepada apahabar.com, Rabu (28/8).

Sebagai ibu kota negara, kata Eddy, pastinya persaingan di dunia bisnis sangatlah ketat. Oleh sebab itu, SDM Kalsel harus memiliki skill yang berdayaguna.

“Pastinya perubahan sangat signifikan. Termasuk di bidang infrastruktur,” tegasnya.

Masyarakat Kalsel, sambung dia, jangan hanya menjadi penonton kemajuan provinsi tetangga. Pemerintah dan pengusaha harus melahirkan kebijakan yang meningkatkan pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur.

“Kadin se-Kalimantan juga akan melaksanakan konsorsium kerjasama terkait perihal tersebut,” bebernya.

Terlebih, Kalsel sangat berdekatan dengan pulau Jawa. Sehingga, masyarakat luar akan merapat. Bahkan, termasuk investor asing tertarik menanamkan investasinya.

Imbas positif itu, tambah dia, harus selalu dijaga,  termasuk harga tanah.
Jangan sampai harga tanah melambung tinggi. Alhasil, masyarakat sekitar akan tersingkir.

“Harga tanah jangan terlalu tinggi. Apalagi, nantinya akan ada perumahan para pegawai pemerintahan,” katanya.

“Dari segi ekonomi mungkin kita diuntungkan, tapi dari segi sosial dirugikan. Ini harus dipertimbangkan dan diperhatikan,” pungkasnya.

Baca Juga: Kaltim Jadi Ibu Kota, Pemkab Tabalong dan Tanah Bumbu Wajib Agresif

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Indonesia Jadi Atensi Warganet: ‘Ibu kota boleh pindah, tapi jangan hatimu’

Baca Juga: Telkomsel Siap Akselerasikan Ekosistem Digital Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Baca Juga: Ibu Kota di Kaltim, dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sosok Mendiang George Toisutta di Mata Gatot dan Prabowo
apahabar.com

Nasional

Lembaga Negara Dibubarkan, PNS Dialihkan ke Instansi Lain atau Pensiun Dini
apahabar.com

Nasional

Pasutri Diduga Gantung Diri, Polisi Masih Menyelidiki
apahabar.com

Nasional

Haornas 2019: Tembus Kancah Internasional, Esport Kalsel Wajib Didukung
apahabar.com

Nasional

Lawan Covid-19. G20 Luncurkan Inisiatif Percepat Akses Alat Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Semua Pasien Covid-19 di Kamboja Berhasil Sembuh
apahabar.com

Nasional

Dirut BuLog: Tidak Ada Lagi Impor Beras Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Pembakaran Kantor PWI Aceh, Kapolri Didesak Turun Tangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com