Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Karhutla Kian Masif, Pemprov Kalsel ‘Bersikukuh’ Kualitas Udara di Banua Belum Tercemar

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 18:59 WIB

Karhutla Kian Masif, Pemprov Kalsel ‘Bersikukuh’ Kualitas Udara di Banua Belum Tercemar

Ilustrasi karhutla. Foto-Medcom.id

apahabar.com, BANJARMASIN –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersikukuh mengklaim kondisi udara di Banua masih aman dan belum tercemar.

Meskipun, sebagian wilayah di Kalsel, seperti Tanah Laut (Tala) dikepung kabut asap, akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian masif.

“Apakah seluruh wilayah Tanah Laut ada kabut asap? Jangan terlalu menggeneralisir,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Muhammad Ikhlas kepada apahabar.com, Jumat (30/8) malam.

\Apabila melihat AQMS atau alat pemantau kualitas udara dua hari lalu, kata dia, maka kondisi udara di Kalsel masih relatif aman.

“Untuk besaran nilai, maaf tak bisa memberi data. Karena kebetulan hari ini server ada gangguan,” bebernya.

Kendati demikian, kabut asap sedikit banyaknya pasti mengancam pencemaran udara di Kalsel. Apalagi, luasan lahan yang terbakar di Tala sangat memprihatinkan.

“Walaupun intensitas karhutla meningkat, tetapi dapat ditangani Satgas Karhutla,” tegasnya.

Pihaknya mengakui telah melakukan pencegahan pencemaran udara dengan cara rutin mengukur kualitas udara dari sumber yang bergerak seperti kendaraan bermotor.

“Seperti yang kita lakukan di Banjarmasin dan Banjarbaru,” ungkapnya.

Sedangkan upaya lain terkait kabut asap, sambung dia, Pemprov Kalsel telah menjalankan program revolusi hijau, membangun kampung iklim dan lain-lain.

“Itu termasuk upaya pencegahan karhutla,” katanya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat Kecamatan Bati-Bati yang terkena dampak kabut asap agar mengurangi aktifitas di luar rumah.

“Kalau terpaksa ke luar, maka baiknya menggunakan masker. Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan untuk pertanian atau perkebunan,” tandasnya.

Baca Juga: Hadapi Karhutla, Kalsel Bentuk Satgas Doa hingga Salat Minta Hujan

Baca Juga: Nyaris ke Pemukiman Warga, Satgas Karhutla Masih Berjibaku Padamkan Api di Tambang Ulang

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

AJI: Penahanan Eks Pemred Banjarhits Tidak Berdasar
apahabar.com

Kalsel

Tanggap, Gugus Tugas Banjarbaru Pindah Pasien Isolasi Mandiri ke Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan Kotabaru dan Pelaihari Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Suasana Kota Banjarmasin Jelang PSBB Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tak Kunjung Sepakat, Warga Kelayan Ngotot Tolak TPS di Depan Mushalla
apahabar.com

Kalsel

Jutaan Jemaah Haul Abah Guru Larut dalam Syair Maulid Habsyi dan Dzikir

Kalsel

Ikut Tolak Omnibus Law, Anak SMK Banjarmasin: Kami Juga Punya Masa Depan!
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel Pagi Ini: ODP dan PDP Kembali Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com