apahabar.com
Sebagian sumur warga Desa Sumber Wangi mengalami kekeringan akibat kemarau. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2019.

Di Desa Sumber Wangi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, musim kemarau mulai menyebabkan sejumlah sumur mengalami kekeringan.

“Sumur warga mengering sudah sejak setengah bulan yang lalu,” kata Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Sumber Wangi, Susanto Riyono, kepada apahabar com, Selasa (13/08).

Untung saja warga di Desa Sumber Wangi sudah memiliki alternatif lain untuk memperoleh air bersih melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau yang dikenal dengan Pamsimas.

Susanto menyebut warga yang paling terdampak pada musim kemarau tahun ini berada di Dusun 2, RT 05 dan RT 06.

“Sebelum ada Pamsimas, ya, nangis warga di sini kalau sedang kemarau. Tapi, sejauh ini masih aman,” katanya.

Di Desa Sumber Wangi, musim kemarau juga berdampak besar kepada petani karet. Sebelum kemarau, misalnya, petani karet di Desa Sumber Wangi bisa mendapat penghasilan maksimal Rp1,5 juta dalam dua minggu. Namun, saat kemarau tiba, penghasilan paling besar yang diperoleh dalam setengah bulan hanya Rp400 ribu.

“Musim kemarau itu menyebabkan daun karet gugur. Jadi sekarang satu kali sadap cuma dapat sedikit sekali. Biasanya dalam satu kali sadap dapat satu mangkok,” jelasnya.

Tak hanya itu, musim kemarau juga menyebabkan hewan ternak milik warga kesulitan mendapatkan makanan. Rumput-rumput yang biasanya menjadi makanan sapi dan kambing kini sulit dicari.

“Yang paling berdampak itu kambing, karena makanannya harus ganti-ganti. Kalau sapi masih bisa bertahan,” jelasnya.

Dampak kemarau juga sangat dirasakan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Karang Bintang dalam dua minggu belakangan. Jika biasanya warga desa mandi menggunakan air sumur, saat ini warga terpaksa mandi di danau bersama warga lainnya.

“Hampir semua warga mandi di Dam, karena hampir semua sumur milik warga tak ada airnya,” kata Vita, warga setempat.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Tanah Bumbu

Baca Juga: Jelang Rapat Paripurna, Ketua DPRD Tanbu Dapat Kejutan

Baca Juga: Dandim 1022 Tanah Bumbu : Karhutla Terjadi Karena Faktor Manusia

Baca Juga: Rooswandi Salem Pimpin Apel Gabungan Penyerahan Satgas Karhutla

Reporter: Puja Mandela
Editor: Muhammad Bulkini