Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif Kalsel Rentan Kecurangan, Bawaslu RI Wanti-Wanti Kepala Daerah




Home Ekbis

Selasa, 27 Agustus 2019 - 06:00 WIB

Kementerian ESDM Belum Restui Harga Gas Naik

Redaksi - Apahabar.com

Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta. Foto-Liputan6.com

Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Hingga kini rencana kenaikan harga gas oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) belum mendapat restu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, untuk menaikan harga gas PGN harus mendapat persetujuan dari Kementerian ESDM, hal tersebut mengacu Peraturan Menteri ESDM No.58/2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

“Aturan ini untuk membatasi kenaikan harga. Nanti kalau enggak ada aturan naik semaunya‎,” kata Djoko, di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga :  Tokopedia Laporkan Kasus Kebocoran Data Pengguna

Negosiasi kenaikan harga gas bisa dilakukan secara bisnis dengan konsumen. Namun PGN juga harus melakukan mengajukan ke Kementerian ESDM.

“Y‎a bisa saja B to B, asalkan enggak ada masalah ya silahkan, kalau ada masalah ya harus lapor ke kita,” tuturnya.

Djoko mengungkapkan, pihaknya belum mendapat pengajuan perubahan harga gas dari PGN untuk di luar wilayah Batam. Khusus untuk Batam, mengalami kenaikan harga karena menyesuaikan harga gas dari sumur yang juga mengalami kenaikan.

“Kami belum mendapatkan laporan, baru di Batam saja. Kalau di Batam itu memang harga dihulunya naik,‎” tandasnya.

Baca juga :  Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, PGN berencana menaikkan harga gas bagi industri. Kenaikan harga gas itu berdasarkan surat edaran dengan nomor037802.S/SP.01.01/BGP/2019 perihal Implementasi Pengembangan Produk dan Layanan, yang ditujukan kepada kepada pelanggan komersial dan industri.

Alasan kenaikan harga tersebut untuk meningkatkan layanan ke konsumen, termasuk keandalan pasokan gas untuk penyaluran yang berkelanjutan, serta karena harga gas belum pernah naik sejak tujuh tahun terakhir.

Baca Juga: Pengusaha Kuliner Gunakan Elpiji Nonsubsidi

Baca Juga: Rumah Sambal Acan Raja Banjar Segera Buka Cabang di Batulicin

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Garuda Rumahkan Karyawan Kontrak Selama Tiga Bulan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus Tertekan Dampak Pandemi Corona
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000
apahabar.com

Ekbis

Siap-Siap McDonalds Besok Buka di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Pertamina dan 4 Badan Usaha Lain Sudah Turunkan Harga
apahabar.com

Ekbis

AHM Ekspor Honda PCX ke Brasil
apahabar.com

Ekbis

Apple Mulai Gak Laku?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com