Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Kepala Kejari HST Angkat Bicara Soal Isu Pemanggilan Dirinya oleh KPK

- Apahabar.com Kamis, 1 Agustus 2019 - 07:31 WIB

Kepala Kejari HST Angkat Bicara Soal Isu Pemanggilan Dirinya oleh KPK

Kepala Kejari HST, Wagiyo Santoso saat ditemui apahabar.com di ruang kerjanya, Selasa (30/7). Foto-apahabar.com/HN Lauzardi

apahabar.com, BARABAI – Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (HST), Wagiyo Santoso meluruskan perihal pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Wagiyo disebut-sebut dipanggil oleh KPK sebagai saksi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh mantan Bupati HST, Abdul Latif. Bahkan senter diberitakan dia dicecar pertanyaan oleh KPK terkait TPPU.

“Sampai saat ini tidak pernah ada pemanggilan.” Kata Wagiyo saat ditemui apahabar.com di ruang kerjanya, Selasa (30/7).

Dikutip dari detik.com, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan pada Senin (8/7/2019) menyebutkan penyidik tengah menggali keterangan saksi tentang dugaan aliran uang dalam perkara TPPU terhadap tersangka Abdul Latif.

Disebutkan Wagiyo, ketika itu sudah diklarifikasi akan dipanggil melalui Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun dia menjelaskan, saat Abdul Latif menjabat kemudian ditangkap, ia merupakan pejabat baru di Kejari HST.

“Jadi boleh dibilang saya tak tau menahu “track record” Latif. Jadi tidak jadi dipanggil karena baru menjabat, jadi tidak ada yang bisa diklarifkasi dari saya,” terang Wagiyo.

Wagiyo, ketika penangkapan Abdul Latif, baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Kejari HST. Sebelumnya dia bertugas sebagai Koordinator di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Bupati HST, Abdul Latif pada awal 2018. Ia terjaring Operasi Tangkap Tangan dengan komitmen suap Rp3,6 miliar. Kemudian ia dan Fauzan, Kadin HST dan Abdul Basit ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan fee proyek di lingkup Pemerintah HST. Sedangkan Donny Winoto, Dirut PT Menara Agung berstatus tersangka karena diduga sebagai pemberi suap.

Mengutip Tempo, dalam penangkapan itu, KPK mengamankan rekening koran atas nama PT Sugriwa Agung dengan saldo Rp1,825 miliar dan Rp1,8 miliar. Selain itu KPK mengamankan uang dari brankas Abdul Latif Rp65,65 juta dan uang dari tas milik Abdul Latif di ruang kerjanya sebesar Rp35 Juta.

Baca Juga: Setelah Kajari, Kini Eks Kapolres HST Dipanggil KPK Terkait Pencucian Uang

KPK menduga Doni memberika uang kepada Latif, Fauzan dan Basit sebagai fee proyek pembangunan Ruang Perawatan Kelas I, II, VIP dan Super VIP di RSUD Damanhuri Barabai tahun anggaran 2017.

“Komitmen fee dari Proyek itu sebesar 7,5 persen atau sekitar Rp3,6 miliar,” kata Agus Rahardjo, Ketua KPK di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Jumat (5/1/2018).

Pemeriksaan Latif pun terus dikembangkan hingga berbuntut penyitaan barang-barangnya oleh KPK. Tercatat 23 kendaraan Latif disita termasuk truk molen dari PT Sugriwa Agung.

Majelis Hakim Tipikor kemudian menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta serta pencabutan hak politik Latif selama 3 tahun pada Kamis (20/9/2018) di Pengadilan Tipikor, Jakarta

Dengan vonis yang dibacakan Ketua Majelis itu, Latif langsung mengajukan banding di Pengadilan Tinggi. Hukuman Latif pun bertambah.

Hasilnya dari Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman menjadi 7 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Latif Terbukti melanggar Pasal 12 Huruf b UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga: KPK dan ESDM Kalsel Temukan 3 Pertambangan Tanpa Izin di Tala

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

7 Tips Parkir Kendaraan Saat Haul Sekumpul Guru Sekumpul
Naik 100 Persen, Ismah Tak Berpaling dari BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Naik 100 Persen, Ismah Tak Berpaling dari BPJS Kesehatan

Kalsel

Tenggelam karena Ayam di Sungai Barito, Simak Curahan Hati Sang Ayah
apahabar.com

Kalsel

RSUD Ulin Siapkan Ruang dan Lab untuk Cek Covid 19
apahabar.com

Kalsel

Dibandingkan Pilkada 2015, Dana Pilkada 2020 Naik 99%
apahabar.com

Kalsel

KPU Kalsel Optimis Rekapitulasi Suara Rampung Sesuai Jadwal
apahabar.com

Kalsel

Ada Motif Lain di Balik Pembunuhan Sadis Ibu Tiri di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Musim Penghujan, Kotabaru Siaga Bencana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com