3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok!

Khawatir Petani Gagal Panen, Dewan Kalsel Menghadap Kementerian

- Apahabar.com Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:15 WIB

Khawatir Petani Gagal Panen, Dewan Kalsel Menghadap Kementerian

DPRD Kalsel saat bertemu Ditjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Selasa (20/8) di Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tak ingin para petani banyak alami kerugian saat gagal panen akibat musim tak menentu, DPRD Kalsel langsung menghadap Ditjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Selasa (20/8) kemarin.

Dalam rilis usai rapat dengan pihak Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Kalsel Burhanuddin mengatakan salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengurangi kerugian saat gagal panen adalah asuransi. Asuransi yang dimaksud adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Pemerintah menganjurkan petani untuk mengasuransikan lahan padi mereka. Tak mahal hanya Rp 36 ribu per hektar setiap tahun. Jika terjadi gagal panen pemerintah bisa bantu petani hingga Rp 6 juta per hektarnya,” kata Burhanuddin.

Meminjam data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, saat ini Kalsel memiliki 543.496, 2 hektar lahan sawah yang digunakan masyarakat per 10 April 2019. Sementara tahun 2018 Kalsel alami surpulus  975.399 ton beras.

Selain itu luas lahan pertanian bukan sawah se Kalsel sebanyak  2.265.274, 8 hektar.

Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Dr Sarwo Edhy yang menerima langsung kunjungan mengharapkan banyak petani di Kalimantan Selatan yang mengikuti program yang ditargetkan tiap tahunnya berasuransi untuk lahan 1 juta hektar seluruh Indonesia.

“ini merupakan solusi bagi petani, saya harapkan dukungan dan dorongan dari DPRD agar petani kita mengikuti program ini,” ungkapnya.

Selain itu dirinya menjelaskan pula terkait dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian di Kalimantan Selatan. Dimana untuk alokasi itigrasi pertanian antara lain rehab jaringan seluas 1.800 dengan pagu anggaran sekitar Rp 2,4 miliar, irigrasi perpompaan sebanyak 15 unit dengan pagu anggaran Rp 1,9 miliar dan pengembangan embung pertanian sebanyak 2 unit dengan pagu anggaran Rp 240 juta.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Ir Syamsir Rahman menerangkan bahwa dengan mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTD) petani membayar sebesar Rp 36 ribu per hektar per musim tanam. Sisanya sebesar Rp 144 ribu dibantu pemerintah.

Sedangkan ketentuan dalam polis klaim akan diperoleh jika intensitas kerusakan mencapai 75 persen berdasarkan luas petak alami tanaman padi. Dengan pembayaran klaim untuk luas lahan satu hektar sebesar Rp 6 juta.

Baca Juga: Rombongan Urusan Internasional Disetop Saat Susur Sungai

Baca Juga: Ibu dan Anak Partai Berbeda Masuk Daftar Anggota DPRD Tala

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Alalak, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Baca Juga: Toyota Hilux Seruduk Pejalan Kaki di Gambut

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Sadis di Tatakan Tapin: Tebas Leher Kacung Lalu Kabur
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT Bhayangkara ke-74, Ini Harapan Kapolres dan Wali Kota Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Hujan Menguasai Kalimantan Selatan Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Banjar Lantik 58 Pejabat Fungsional
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Amuntai dan Tiga Wilayah Kalsel Lainnya Masuk Peringatan Dini BMKG
apahabar.com

Kalsel

5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman
apahabar.com

Kalsel

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Banjarmasin Stabil
apahabar.com

Kalsel

Kadisdik Jelaskan Tahapan PPDB Online di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com