Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

KLHK Tindak Tegas Pelaku Karhutla

- Apahabar.com Senin, 5 Agustus 2019 - 11:38 WIB

KLHK Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Ilustrasi karhutla. Foto – indopos.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menurunkan tim untuk memantau lokasi yang terindikasi adanya titik panas dan bakal menindak tegas pelaku karhutla.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (05/08), mengatakan, KLHK telah menugaskan para pengawas dan penyidik untuk melakukan pemantauan intensif di kawasan hutan yang berpotensi terjadi titik panas serta menindak tegas pihak yang terlibat.

“Kami telah memberikan peringatan kepada pihak konsesi yang terindikasi adanya titik panas untuk segera mencegah meluasnya karhutla di lokasi mereka. Kalau masih terjadi karhutla, kami akan lalukan penegakan hukum, termasuk pidana penjara dan ganti rugi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Gakkum KLHK Kalimantan, Subhan mengatakan, penyidik KLHK telah menetapkan UB (46 tahun) sebagai tersangka kasus pembakaran lahan seluas 274 hektare di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Penyidik mengamankan satu korek api gas, satu ban dalam motor bekas, satu parang, sampel daun yang telah terbakar, dan barang bukti lainnya untuk mengungkap kasus ini.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 69 ayat 1 huruf (h) jo pasal 108 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Tim mendapati UB membuka lahan dengan menggunakan parang, kemudian mengumpulkan serasah hasil pembukaan lahan dan membakarnya dengan korek api merk Tokai. UB menambahkan bahan bakar lainnya berupa ban dalam motor bekas.

Dalam penanganan kasus ini, Penyidik Gakkum KLH terus berkoordinasi dengan KORWAS PPNS Polda Kalimantan Barat, dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Menindaklanjuti perintah Dirjen Gakkum KLHK, Subhan menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami keterlibatan pihak lain sebagai pendana.

Baca Juga: Siaga Darurat Pencegahan Karhutla, Paman Birin: Laporkan dan Padamkan!

Baca Juga: Dibanding 2018, Kasus Karhutla di Tanbu Jauh Menurun

Baca Juga: Langkah Korem 101/Antasari Cegah Karhutla di Kalsel

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mulai Hari Ini Tahanan KPK Diborgol
apahabar.com

Nasional

Ormas FPI Ajukan Perpanjangan Izin, Kemendagri: Ada Prosesnya
Panduan Kemenag Soal Ibadah Ramadan di Tengah Covid-19, Bagaimana Salat Id?

Nasional

Panduan Kemenag Soal Ibadah Ramadan di Tengah Covid-19, Bagaimana Salat Id?
apahabar.com

Nasional

PNS Silakan Cek Rekening, Gaji Ke-13 Cair Hari Ini
apahabar.com

Nasional

F-PPP: Pengungkapan Pelaku Penyiraman Air Keras Jawab Keraguan
apahabar.com

Nasional

BMKG: Winangun-Manado Terekam 9 Kali Gempa
apahabar.com

Nasional

Pengabar Bencana Indonesia Wafat, Inilah Sosok Sutopo
apahabar.com

Nasional

Batam Siapkan Bapelkes dan Asrama Haji untuk Karantina Pasien Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com