Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Kontroversi Tanaman Bajakah, Hanya Pencegahan Dini Bukan Mengobati

- Apahabar.com Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:22 WIB

Kontroversi Tanaman Bajakah, Hanya Pencegahan Dini Bukan Mengobati

Foto utama: Akar Bajakah. Foto-Tekno Tempo.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramainya perbincangan mengenai tanaman Bajakah yang disebut-sebut dapat menjadi obat kanker payudara, menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.

Dari sisi medis, pakar kesehatan tidak menyarankan untuk mengkonsumsinya tanpa dosis yang tepat dan petunjuk dari dokter ahli.  Di sisi lain, masyarakat mulai berburu tanaman endemik khas Kalimantan ini untuk dijadikan peluang bisnis.

Sebelumnya, Dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Isnaini mengatakan konsumsi tanaman herbal secara sembarangan justru bisa memperparah kanker itu sendiri.

“Antioksidan dalam tanaman herbal ibarat mata pisau yang berbahaya, apabila dosisnya tepat maka akan menyebabkan kematian sel kanker, namun apabila tidak pas malah sebaliknya bisa memperparah,” ujar Isnaini kepada apahabar.com belum lama ini.

Senada, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Kalimantan Selatan, Farida Hasan Aman juga mengatakan penyakit sejenis kanker akan lebih aman dilakukan penanganan oleh tim medis kesehatan.

“Kami dari YKI lebih mengutamakan penanganan medis, tidak menyarankan untuk memakai herbal apapun itu,” ucap Farida saat ditemui di Kantor YKI, Selasa (20/8) siang.

Penggunaan herbal ujarnya diperbolehkan saja, namun tidak sembarang untuk dikonsumsi dan ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti jenis herbal, dosisnya, aturan pemakaian, semua itu pun tetap harus melalui konsultasi kepada dokter ahli.

“Herbal ibarat vitamin saja bisa untuk pencegahan, tapi itu jauh sebelum terdeteksi. Kalau sudah, tentunya harus ditangani oleh dokter,” kata istri mantan Gubernur Kalsel periode 1995-2000 ini.

Dibanding mengkonsumsi tanaman herbal, ia lebih menyarankan untuk deteksi dini pada diri sendiri. Mulai dari melakukan SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri) hingga melalui pemeriksaan dokter.

YKI Kalsel sejauh ini telah mengupayakan pemahaman pentingnya pencegahan dini Kanker bagi masyarakat melalui sosialisasi, seminar dan lainnya. YKI juga memiliki klinik untuk pemeriksaan kanker serviks dan payudara dengan tarif yang terjangkau.

“Kalau merasa belum punya biaya untuk berobat ke dokter, bisa datang ke sini. Karena biayanya lebih murah. Padahal kalau lagi seminar seperti ini kita gratiskan, ibu-ibunya saja lagi yang mau atau tidak,” ungkapnya.

apahabar.com

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Kalimantan Selatan, Farida Hasan Aman. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Penajam Paser Utara, Calon Ibu Kota Menyimpan Potensi Bajakah

Baca Juga: Pemprov Kalteng Diminta Segera Terbitkan Larangan Jual Bajakah

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puskesmas Libur di Idul Fitri, Ketua YLK: Pikirkan Nasib Pasien
apahabar.com

Kalsel

Faktor Usia, Pipa PE 800 mm IPA 2 Pramuka PDAM Bandarmasih Bocor
Apahabar.com

Kalsel

Tapin Siap Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Terima Bantuan dari Hakka, Repnas Kalsel Distribusikan Paket Sembako di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sabu 2 Kg di Syamsudin Noor, Bandar Besar Masuk Bidikan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Banjir Berangsur Surut, Warga Satui Tanbu Mulai Kembali ke Rumah
apahabar.com

Kalsel

Dikerjakan 15 Agustus, Jembatan Gardu 1 Ditutup 2 Bulan
Sungai Barito Masih Asam, Harga Nila Mulai Stabil

Kalsel

Sungai Barito Masih Asam, Harga Nila Mulai Stabil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com