VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Kru MH2T Buat Sungkup Peneduh Tanaman Meranti dari Paranet

- Apahabar.com Kamis, 8 Agustus 2019 - 14:47 WIB

Kru MH2T Buat Sungkup Peneduh Tanaman Meranti dari Paranet

Kru Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) membuat sungkup sederhana dari paranet dan kayu galam untuk peneduh tanaman Meranti, Rabu (7/8). Foto-Humas Dishut Prov Kalsel.

apahabar.com, BANJARBARU – Kru Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) membuat sungkup sederhana dari paranet dan kayu galam untuk peneduh tanaman Meranti, Rabu (7/8).

Meski terlihat sederhana, namun fungsinya penting, karena benda ini nantinya bermanfaat menjadi salah satu peneduh tanaman Meranti.

Tanaman Meranti dikenal sebagai tanaman semi toleran, yakni pada awal pertumbuhannya membutuhkan naungan. Sementara setelah berumur dewasa, tanaman ini akan lebih membutuhkan cahaya.

Manajer MH2T, Abdul Majid memberikan arahan kepada kru-nya terkait penggunaan paranet pada tumbuh kembang tanaman meranti pada awal pertumbuhannya.

“Menggunakan paranet ini tujuannya untuk mengurangi intensitas cahaya. Paranet yang berupa jaring dari bahan plastik atau nylon itu untuk peneduh tanaman,” ujarnya.

Selain itu, desain paranet yang berlubang-lubang kecil bagus untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk.

apahabar.com

“Desainnya pas, memang khusus sebagai peneduh tanaman, maka sinar matahari yang masuk tidak berlebih,” tuturnya.

Selain sebagai pelindung tanaman dan mengurangi cahaya sinar matahari langsung, sambung  Majid, paranet juga bisa digunakan untuk meminimalisir air hujan yang jatuh.

Sedangkan untuk penggunaan kayu galam adalah sebagai penyangga tanaman Meranti yang masih berumur belia.

“Sengaja dipilih kayu galam biar hemat saja, karena digunakan untuk skala areal yang cukup luas,” lanjutnya.

Cara ini dinilai Majid efektif untuk menghemat bahan, selain karena kayunya yang tahan terhadap cuaca panas dan hujan.

“Harapannya pertumbuhan tanaman Meranti menjadi lebih maksimal, karena telah terlindungi paranet. Utamanya pada areal yang tajuk tanaman penaungnya masih belum menutup tanaman inti,” pungkas Majid.

Baca Juga: Sambut Menteri Lingkungan Hidup, Kadishut: Persiapan Sudah 80 Persen

Baca Juga: KPH Cantung Serahkan 5,3 Kubik Kayu Ulin Hasil Temuan ke Dishut Kalsel

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus

Dishut Kalsel

Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Padamkan Api di Sekitar Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Dishut Kalsel

Desa Ajung Balangan Kantongi Izin Perhutanan Sosial Nusantara
apahabar.com

Dishut Kalsel

Rakor Komda Bahas Upaya Pelestarian Plasma Nutfah dalam Bentuk SDG
apahabar.com

Dishut Kalsel

Hari Bumi Sedunia 2020, Dishut Kalsel Bagikan 1.000 Bibit Pohon Endemik
apahabar.com

Dishut Kalsel

Cegah Karhutla, PT. BIB Sumbang ‘Amunisi’ untuk Tahura Sultan Adam
apahabar.com

Dishut Kalsel

Komitmen Lawan Covid-19, KPH Balangan Distribusikan Ratusan Asap Cair Disinfektan

Dishut Kalsel

Kedai Biji Kopi Suguhkan Liberika Bati-Bati untuk Menteri Pariwisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com