Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Kru MH2T Buat Sungkup Peneduh Tanaman Meranti dari Paranet

- Apahabar.com Kamis, 8 Agustus 2019 - 14:47 WIB

Kru MH2T Buat Sungkup Peneduh Tanaman Meranti dari Paranet

Kru Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) membuat sungkup sederhana dari paranet dan kayu galam untuk peneduh tanaman Meranti, Rabu (7/8). Foto-Humas Dishut Prov Kalsel.

apahabar.com, BANJARBARU – Kru Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) membuat sungkup sederhana dari paranet dan kayu galam untuk peneduh tanaman Meranti, Rabu (7/8).

Meski terlihat sederhana, namun fungsinya penting, karena benda ini nantinya bermanfaat menjadi salah satu peneduh tanaman Meranti.

Tanaman Meranti dikenal sebagai tanaman semi toleran, yakni pada awal pertumbuhannya membutuhkan naungan. Sementara setelah berumur dewasa, tanaman ini akan lebih membutuhkan cahaya.

Manajer MH2T, Abdul Majid memberikan arahan kepada kru-nya terkait penggunaan paranet pada tumbuh kembang tanaman meranti pada awal pertumbuhannya.

“Menggunakan paranet ini tujuannya untuk mengurangi intensitas cahaya. Paranet yang berupa jaring dari bahan plastik atau nylon itu untuk peneduh tanaman,” ujarnya.

Selain itu, desain paranet yang berlubang-lubang kecil bagus untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk.

apahabar.com

“Desainnya pas, memang khusus sebagai peneduh tanaman, maka sinar matahari yang masuk tidak berlebih,” tuturnya.

Selain sebagai pelindung tanaman dan mengurangi cahaya sinar matahari langsung, sambung  Majid, paranet juga bisa digunakan untuk meminimalisir air hujan yang jatuh.

Sedangkan untuk penggunaan kayu galam adalah sebagai penyangga tanaman Meranti yang masih berumur belia.

“Sengaja dipilih kayu galam biar hemat saja, karena digunakan untuk skala areal yang cukup luas,” lanjutnya.

Cara ini dinilai Majid efektif untuk menghemat bahan, selain karena kayunya yang tahan terhadap cuaca panas dan hujan.

“Harapannya pertumbuhan tanaman Meranti menjadi lebih maksimal, karena telah terlindungi paranet. Utamanya pada areal yang tajuk tanaman penaungnya masih belum menutup tanaman inti,” pungkas Majid.

Baca Juga: Sambut Menteri Lingkungan Hidup, Kadishut: Persiapan Sudah 80 Persen

Baca Juga: KPH Cantung Serahkan 5,3 Kubik Kayu Ulin Hasil Temuan ke Dishut Kalsel

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Tim Perhutanan Sosial Gelar Persiapan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan
apahabar.com

Dishut Kalsel

Perbanyakan Vegetatif Bibit Jenis Dipterokarpa dengan Teknologi Koffco Sukses di Bogor
apahabar.com

Dishut Kalsel

Evaluasi Karhutla, Penanganan di Balangan Terkendala Akses dan Ketersediaan Air
apahabar.com

Dishut Kalsel

Sambut Musim Hujan, KPH Hulu Sungai Cek Kesiapan Rehabilitasi Hutan
apahabar.com

Dishut Kalsel

Di Tengah Pandemi, Dishut Kalsel Distribusikan 10.000 Bibit Sengon ke KPH Hulu Sungai
apahabar.com

Dishut Kalsel

Ratusan Asap Cair Bahan Disinfektan Didistribusikan di Polres Balangan
apahabar.com

Dishut Kalsel

Beruk Serbu Permukiman, Warga Tabalong Minta Bantuan Pemerintah
apahabar.com

Dishut Kalsel

KPH Tabalong Lepasliarkan Landak dari Tangan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com