3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kualitas Udara Banjarmasin Relatif Aman dari Asap Kiriman Karthula

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:22 WIB

Kualitas Udara Banjarmasin Relatif Aman dari Asap Kiriman Karthula

Waspada asap efek kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto-Law-Justice.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Belakang ini udara di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai diselimuti kabut asap.

Kabut yang terlihat siang dan malam tersebut merupakan hasil dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ratusan titik panas atau hotspot terpantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

Warga Banjarmasin pun dibuat waspada bahaya kabut asap. Padahal kota ini bebas dari ancaman karhutla. Walau demikian ancaman asap kiriman tetap wajib diwaspadai.

Beruntungnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menyatakan kabut asap yang mulai muncul tidak terlalu parah dan tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat kota ini.

Kualitas kota seribu sungai masih tergolong aman, karena asap dari Karhutla tidak sampai ke sini,” ujar Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono kepada apahabar.com.

Kesimpulan tersebut, menurut Wahyu bisa dilihat dari papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terletak di perempatan Jalan Lambung Mangkurat, dekat hutan kota.

“Kualitas udara kita masih aman. Apalagi beberapa hari ini ada hujan. Kabut sifatnya sementara saja,” ucapnya.

Dijelaskannya, pencemaran udara bisa dikatakan berbahaya jika debu dalam udara sudah mencapai 200 sampai 259 Part per Miliknya (PPM). Sedangkan saat ini angka pencemaran masih di batas 0 sampai 50 PPM.

“Artinya itu masih aman. Semoga saja hujan bisa terus terjadi. Dan bisa mengurangi kabut asap yang terjadi akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Ia juga menerangkan daerah Banjarmasin ini kebanyakan adalah lahan pertanian, bukan lahan yang mudah terbakar.

Ketika terbakar akibat kemarau pun, pastinya tidak akan menimbulkan kabut asap yang parah.

Baca Juga: Pengguna Jalan A Yani Antara Bati Bati dan Tambang Ulang Terkepung Asap Kebakaran Lahan

Baca Juga: Bahaya Kebakaran Masih Mengintai, Potensi Kabut Asap Mulai Terlihat

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kadinkes Optimis 19 RS di Kalsel Pertahankan Akreditasinya
Polresta Banjarmasin Setop Jam Besuk Tahanan

Kalsel

Polresta Banjarmasin Setop Jam Besuk Tahanan
apahabar.com

Kalsel

Sejarah Amerongen (3); Bagian Strategi Politik Belanda
apahabar.com

Kalsel

Kadisnya Positif Covid-19, Pegawai-Guru Disdik Banjar Dirumahkan
apahabar.com

Kalsel

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina
apahabar.com

Kalsel

Rumahnya Direhab, Warga di Banjarmasin Diberi Waktu 20 Hari
apahabar.com

Kalsel

Ije Jela Cup 2019 Didominasi Burung Satria Muda
apahabar.com

Kalsel

Update Kalsel 30 Mei: Nihil Kasus Positif, 15 Pasien Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com