Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Masifnya Karhutla Penyebab Ditutup Sementara Tahura Sultan Adam Mandiangin

- Apahabar.com Sabtu, 24 Agustus 2019 - 08:45 WIB

Masifnya Karhutla Penyebab Ditutup Sementara Tahura Sultan Adam Mandiangin

Karena karhutla, Tahura Sultan Adam Mandiangin sementara ditutup. Foto-Bingkai Borneo

apahabar.com, BANJARMASIN – Masifnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memicu Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menutup sementara Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.

“Penutupan Tahura apabila keadaan di lapangan tak memungkinkan untuk dibuka untuk wisata,” ucap Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Honif Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media, Jumat (23/8) malam.

Seperti yang telah diketahui, kata dia, kesadaran masyarakat tak terlalu tinggi pada saat kunjungan ke Tahura Sultan Adam, Mandiangin.

Terlebih, saat malam hari dengan cuaca dingin, pelancong malah terpacu untuk menyalakan api unggun.

“Kemarin hampir saja kejadian dan sempat merambat. Untungnya langsung dipadamkan,” ungkapnya.

Jalan yang dinilai paling efektif untuk mencegah kejadian serupa, yakni dengan cara menutup sementara hingga kondisi benar-benar aman.

Apabila terus dioperasikan, maka kerugian yang ditimbulkan berbanding terbalik dengan retribusi yang masuk ke kas daerah. Mengingat, sampai saat ini retribusi Tahura yang masuk mencapai Rp1,2 miliar.

“Namun apabila terjadi kebakaran, maka angka yang digelontorkan akan lebih besar. Sehingga Kepala Tahura mengambil langkah tepat untuk mengatasinya,” bebernya.

Kalau pun dioperasikan, sambung dia, maka batas pengunjung hanya berada di kaki Tahura. Mengingat, resiko yang sangat besar sekali. Bahkan, api sedikit memicu kebakaran yang cukup luas.

“Suhunya di Tahura lebih dari hari biasanya. Apalagi, cahaya yang memantul di batuan cukup tinggi. Itulah penyebab Tahura krisis sepanjang tahun,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan informasi BMKG puncak dari musim kemarau terjadi pada September mendatang.

Ia pun telah menginstruksikan kepada seluruh staf agar melengkapi mobil dengan alat-alat pemadam kebakaran.

“Kapanpun terjadi, baik siang atau pun malam, semuanya bergerak,” pungkasnya.

Baca Juga: Kalteng Kurang Siap Tanggulangi Karhutla

Baca Juga: Bati-Bati, Jorong dan Tambang Ulang ‘Penyumbang’ Terbanyak Karhutla

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Tradisional, Polsek Tabunganen Cek Suhu Badan Pedagang dan Pengunjung
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Disdik HST Perpanjang Masa Belajar di Rumah
apahabar.com

Kalsel

Sederet Alasan Dua Konfederasi Buruh Dukung Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel 2020
apahabar.com

Kalsel

Komisi II DPRD Kotabaru Kawal Proyek Pasar di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Dini Hari, Kantor UPT Pasar Baru Permai Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Ekstrem di Kotabaru, Danlanal Ingatkan Nelayan
apahabar.com

Kalsel

Senin, Pasar Ramadhan Taman Kamboja Banjarmasin Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Paksa Gelaran Ruai Rindu Meratus 2020 Ditiadakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com