Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Masifnya Karhutla Penyebab Ditutup Sementara Tahura Sultan Adam Mandiangin

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Agustus 2019 - 08:45 WITA

Masifnya Karhutla Penyebab Ditutup Sementara Tahura Sultan Adam Mandiangin

Karena karhutla, Tahura Sultan Adam Mandiangin sementara ditutup. Foto-Bingkai Borneo

apahabar.com, BANJARMASIN – Masifnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memicu Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menutup sementara Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.

“Penutupan Tahura apabila keadaan di lapangan tak memungkinkan untuk dibuka untuk wisata,” ucap Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Honif Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media, Jumat (23/8) malam.

Seperti yang telah diketahui, kata dia, kesadaran masyarakat tak terlalu tinggi pada saat kunjungan ke Tahura Sultan Adam, Mandiangin.

Terlebih, saat malam hari dengan cuaca dingin, pelancong malah terpacu untuk menyalakan api unggun.

“Kemarin hampir saja kejadian dan sempat merambat. Untungnya langsung dipadamkan,” ungkapnya.

Jalan yang dinilai paling efektif untuk mencegah kejadian serupa, yakni dengan cara menutup sementara hingga kondisi benar-benar aman.

Apabila terus dioperasikan, maka kerugian yang ditimbulkan berbanding terbalik dengan retribusi yang masuk ke kas daerah. Mengingat, sampai saat ini retribusi Tahura yang masuk mencapai Rp1,2 miliar.

“Namun apabila terjadi kebakaran, maka angka yang digelontorkan akan lebih besar. Sehingga Kepala Tahura mengambil langkah tepat untuk mengatasinya,” bebernya.

Kalau pun dioperasikan, sambung dia, maka batas pengunjung hanya berada di kaki Tahura. Mengingat, resiko yang sangat besar sekali. Bahkan, api sedikit memicu kebakaran yang cukup luas.

“Suhunya di Tahura lebih dari hari biasanya. Apalagi, cahaya yang memantul di batuan cukup tinggi. Itulah penyebab Tahura krisis sepanjang tahun,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan informasi BMKG puncak dari musim kemarau terjadi pada September mendatang.

Ia pun telah menginstruksikan kepada seluruh staf agar melengkapi mobil dengan alat-alat pemadam kebakaran.

“Kapanpun terjadi, baik siang atau pun malam, semuanya bergerak,” pungkasnya.

Baca Juga: Kalteng Kurang Siap Tanggulangi Karhutla

Baca Juga: Bati-Bati, Jorong dan Tambang Ulang ‘Penyumbang’ Terbanyak Karhutla

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dear Warga Kotabaru, Mariana Wafat Bukan karena Covid-19
Pengepul

Kalsel

Galian Sungai Miai: Bahayakan Pengguna Jalan, Pemkot Belum Bergerak
apahabar.com

Kalsel

Bawa 107 Dugaan Pelanggaran, Denny Indrayana Laporkan BirinMu ke Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat di Lok Besar, Pabrik Penggiling Padi Ludes Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Kepesertaan JKN-KIS Kalsel Terendah Se-Indonesia?
apahabar.com

Kalsel

Waspada Gelombang Tinggi dan Potensi Hujan Lebat di Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Bandar Udara GSA Kotabaru Gelar Program Padat Karya
Banjarmasin

Banjarmasin

Hari Pertama PPKM Banjarmasin, Petugas Tegur Tempat Usaha Buka Pukul 23.00
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com