Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Melalui Simdasi, BPS Batola Singkronkan Data

- Apahabar.com Selasa, 6 Agustus 2019 - 17:30 WIB

Melalui Simdasi, BPS Batola Singkronkan Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Barito Kuala memperkenalkan Simdasi kepada intansi teknis. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Supaya tak lagi simpang-siur, Badan Pusat Statistik (BPS) Barito Kuala menyinkronkan data melalui forum diskusi Sistem Informasi Manajemen Data Statistik Terintegrasi (Simdasi).

Diskusi yang berlangsung di Aula Bahalap Marabahan, Selasa (6/8), tersebut diikuti sejumlah SKPD teknis. Antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Pendidikan (Disdik).

Baca Juga: Usulan Raperda Pemda Direspon Positif Seluruh Fraksi DPRD Banjarbaru

“Meski berupa angka-angka, statistik memiliki peran dalam pembangunan. Mulai dari statistik pertumbuhan penduduk, harga pasar, jumlah sekolah dan guru, data pernikahan dan lain-lain,” papar Ahmad Rusihannor, Kepala BPS Batola.

“Ironisnya data-data daerah terkadang tidak sinkron dengan data nasional, atau ketiadaan repository yang membuat data berisiko hilang,” imbuhnya.

Perbedaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengumpulkan data, juga berpotensi membuat simpang-siur data.

“Bahkan pernah salah satu SKPD meminta data kepada kami. Padahal data yang diminta tersebut sebenarnya data milik mereka,” jelas Rusihannor.

“Untuk meminimalisir inkonsistens data, BPS RI memberikan solusi berupa aplikasi Simdasi yang menjembatani kompilasi data statistik mulai 2019,” sambungnya.

Mekanisme pengumpulan data Simdasi diawali dari instansi kabupaten/kota, instansi provinsi, hingga kementerian atau lembaga pusat.

“Terdapat sistem dalam aplikasi yang membua data tak saling tumpang tindih, sehingga terjadi sinkronisasi antara penjumlahan di daerah dengan angka provinsi dan angka nasional,” yakin Rusihannor.

“Dalam teknis pelaksanaan, data dikumpulkan instansi terkait, kemudian divalidasi eselon III produsen data. Diskominfo sebagai wali data, bertugas memonitoring dan dikoordinasikan dalam forum diskusi bersama BPS sebagai pembina data,” tandasnya.

Baca Juga: Laporan Puar Soal Ijazah Ketua DPRD Banjar ke Polisi Dipertanyakan

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sambi Ibadah, Polsek Karang Bintang Polres Tanah Bumbu Pantau Terapan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Geger, Kakek Pikun ‘Lenyap’  
apahabar.com

Kalsel

Jemput Bola Rekrut Panwascam Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Relawan Emergency Triple 4 Banjarmasin Bagikan Ratusan Masker  
apahabar.com

Kalsel

Ada Warga Mengaku sebagai Nabi Isa di Balangan, MUI: Akan Segera Dipelajari
aoahabar.com

Kalsel

Warga Batola Pertahankan Bercocok Tanam Padi
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu: Sembuh 5, Positif 5
apahabar.com

Kalsel

Cara Kreatif Warga Kampung Tangguh Banua Basirih Jaga Ketahanan Pangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com