Ditetapkan KPK Tersangka, Gebernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap Kebakaran Pelambuan, Puluhan Rumah Dekat Gudang Karet Ludes Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit

Menghidupkan Pulau Bakut, BKSDA Ajak Generasi Milenial

- Apahabar.com Senin, 12 Agustus 2019 - 17:46 WIB

Menghidupkan Pulau Bakut, BKSDA Ajak Generasi Milenial

Ika-SKMA Kalimantan Selatan melepasliarkan burung di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Memiliki letak strategis, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menargetkan bisa menggandeng generasi milenial untuk mengembangkan Pulau Bakut.

Pulau Bakut sudah disahkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Di pulau seluas 15,58 hektar di bawah Jembatan Barito tersebut, juga menjadi tempat hidup bekantan.

Tidak cuma menyaksikan habitat bekantan, Pulau Bakut juga dijadikan daerah konservasi berbagai pepohonan, seperti yang dilakukan Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (Ika-SKMA) Kalsel, Senin (12/8).

apahabar.com

Mudah dijangkau dengan transportasi air maupun darat, TWA Pulau Bakut paling berpotensi dijadikan eduwisata. Foto-Istimewa

Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus, mereka menggelar berbagai aksi di Pulau Bakut.

Mulai dari pelepasliaran burung, penanaman pohon endemik dari jenis nyamplung (Calophylum Inophyllum), serta pembersihan sampah plastik di sekitar TWA.

“Melalui kegiatan ini, kami berusaha membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi milenial agar menjadikan konservasi alam sebagai sikap hidup,” sahut Benny Tomasila, Ketua Ika-SKMA Kalsel.

Kegiatan tersebut melibatkan semua stakeholder, baik dari Barito Kuala, Kalsel dan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

“Kami memang membuka peluang kepada semua pihak agar terlibat dalam konservasi alam Pulau Bakut. Dalam tahap awal seperti pembangunan titian, kami didukung PT Adaro,” papar Dr Ir Mahrus Aryadi MSc, Kepala BKSDA Kalsel.

“Kedepan kami memiliki program yang lebih besar lagi, terutama melibatkan generasi milineal melalui kegiatan fotografi alam liar dan penulisan konservasi,” imbuhnya.

Memang dengan pertimbangan lokasi yang mudah dijangkau, pengembangan Pulau Bakut lebih mengedepankan edukasi dan wisata atau eduwisata.

“Selain melestarikan bekantan, generasi milenial juga dapat mengenal berbagai jenis pohon di Pulau Bakut. Pun mereka juga menikmati alam atau hiling, karena udara di pulau ini masih segar,” tambah Mahrus.

Sudah dapat dikunjungi masyarakat umum sejak 7 November 2018, TWA Pulau Bakut sebenarnya masih soft launching, “Sementara grand launching segera dilakukan Gubernur Kalsel,” tandas Mahrus.

Baca Juga: Hanya Kondisi Darurat, Mobil Bisa Lewati Jembatan Pulau Bromo  

Baca Juga: Siswi Asal Tapin dan Kandangan Dipercaya Bawa Baki Paskibra HUT RI di Kalsel

Baca Juga: 5 Hari Jelang Kemerdekaan, Gapura Ini Masih Berhias HUT ke-73

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

ODP Kotabaru Turun, Pintu Masuk Terus Diperketat

Kalsel

ODP Kotabaru Turun, Pintu Masuk Terus Diperketat
apahabar.com

Kalsel

KRI Tjiptadi-381 Usir Kapal Penjaga Pantai China di Natuna Utara
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Ribu Pendaftar CPNS Provinsi, Formasi Dokter Spesialis Nihil Pelamar
apahabar.com

Kalsel

Nikmatnya “Belah Duren” Malam-Malam di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

PSBB Tak Diperpanjang, Banjarmasin Resmi Buka Rumah Ibadah
apahabar.com

Kalsel

Rawan Tertular Covid-19, Greeneration Foundation Bekali Pemulung APD
apahabar.com

Kalsel

Pria Tenggelam di Perairan Tabanio
apahabar.com

Kalsel

Tak Bayar THR, Dua Perusahaan di Kalsel Dilaporkan !
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com