MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Mulai Dikepung Api, BPBD Batola Perketat Koordinasi

- Apahabar.com Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:23 WIB

Mulai Dikepung Api, BPBD Batola Perketat Koordinasi

Selain pemadaman manual, penanggulan Karhutla di Kalimantan Selatan juga menggunakan water bombing. Foto-Dokumen

apahabar.com, MARABAHAN – Tingkat kesibukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Kuala mulai meningkat, seiring kemunculan titik api.

Tercatat sejak kebakaran lahan non produktif di Desa Jambu, Kecamatan Kuripan, 29 Juli 2019, tidak kurang 10 titik api bermunculan di berbagai kecamatan, dengan luas sekitar 100 hektar dan taksiran kerugian Rp900 juta.

Diyakini jumlah tersebut bertambah, mengingat musim kemarau mencapai puncak antara Agustus hingga Oktober.

“Sudah mulai banyak titik api sejak awal Agustus. Kesemuanya telah dilakukan pemadaman seperti di Kuripan, Tabukan, Marabahan, Rantau Badauh dan Jejangkit,” papar kepala BPBD Batola, Sumarno, Selasa (20/8).

Situasi itu memang sudah diantisipasi melalui pembuatan status siaga Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) sejak 15 April 2019.

Selain Kuripan, Tabukan, Marabahan, Rantau Badauh dan Jejangkit, kecamatan lain yang dinyatakan rawat Karhutla adalah Bakumpai, Alalak dan Mandastana.

Kemudian desa yang rawan Karhutla antara lain Asia Baru, Pantang Raya, Karya Makmur, Antar Baru, Banitan, Balukung, Semangat Dalam, Simpang Nungki, Sungai Sahurai, Lokrawa, Puntik Luar, Sampurna dan Bahandang.

“Agar tak berkembang luas, kami juga sudah lama mengeluarkan imbauan menghindari Karhutla melalui camat dan kepala desa/lurah, hingga langsung ke masyarakat,” tegas Sumarno.

“Kami juga mengingatkan bahwa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati memiliki pasal yang menjerat pelaku pembakaran lahan,” imbuhnya.

Sementara untuk penanggulangan kebakaran maupun identifikasi titik api, BPBD mengandalkan banyak relawan di desa-desa, serta informasi dari BPBD Kalimantan Selatan yang menggunakan helikopter pemantau.

“Relawan yang melaporkan besar atau kecil api, termasuk kemungkinan bertindak sendiri maupun meminta bantuan,” beber Sumarno,

“Kalau tidak bisa ditanggulangi sendiri, kami langsung berkoordinasi mendatangkan water bombing,” tandasnya.

Baca Juga: Meski Berpotensi Hujan, Ancaman Karhutla Masih Membayangi Kalsel

Baca Juga: Update Karhutla, Hari Ini BMKG Deteksi Belasan Hotspot

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Air Sedunia; Kota Seribu Sungai Kekurangan Air, Kok Bisa?
apahabar.com

Kalsel

Edukasi Warga, Polsek Pelaihari Sebar Selebaran Perbup Tala
apahabar.com

Kalsel

Belum Mayoritas Ikut Swab, Anggota DPRD Batola Dikritik
apahabar.com

Kalsel

Tala Terapkan Denda Langgar Protokol Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jaga Kondusifitas, Polsek Tambang Ulang Rutin Gelar Patroli

Kalsel

VIDEO: Kebakaran di Citra Garden, Mobil Mewah Nyaris Hangus
apahabar.com

Kalsel

DAK Pemko Banjarmasin Tak Maksimal, Herman Sebut Batola dan Tanbu Lebih Baik
apahabar.com

Kalsel

Target Desember, Pemindahan Aset Pelabuhan Ikan Kotabaru ke Pemprov Kalsel Temui Titik Terang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com