Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes BREAKING NEWS! Kepala Bappeda Tanbu Meninggal Dunia

Naik Haji, Bayar Lebih Mahal atau Tunggu Antrian Puluhan Tahun?

- Apahabar.com Selasa, 6 Agustus 2019 - 16:21 WIB

Naik Haji, Bayar Lebih Mahal atau Tunggu Antrian Puluhan Tahun?

Ilustrasi, jemaah haji menangis. Foto-jpnn.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Berbagai warna menghiasi penyelenggaraan Ibadah haji tahun ini. Mulai dari tangis haru keluarga saat melepas kerabat yang berangkat ke Tanah Suci, hingga berita duka meninggalnya beberapa jemaah haji. Salah satu yang terbaru adalah sosok ulama sepuh, KH Maimoen Zubair yang meninggalkan duka mendalam.

Rukun Islam kelima ini memang menjadi harapan bagi seluruh umat muslim di dunia untuk bisa melaksanakannya, meski hanya sekali seumur hidup. Namun, tentu saja tidak mudah. Ada banyak langkah yang harus dilewati oleh para calon jemaah haji. Mulai dari biaya yang tidak sedikit hingga daftar tunggu yang mencapai puluhan tahun lamanya.

Baca Juga: Calon Haji Banjar Meninggal Sebelum Berangkat, Kemenag: Duit Aman

Hingga Juli 2019 saja, sudah ada lebih dari 116 ribu pendaftar. Diperkirakan, mereka yang mendaftar di 2019  akan berangkat sekitar 30 tahun mendatang.

Adapun ditinjau dari segi ekonomi, Haji Khusus menjadi solusi bagi masyarakat menengah ke atas untuk bisa menunaikan ibadah haji tanpa perlu waktu lama menunggu seperti Haji Reguler. Sayangnya, tidak semua biro perjalanan haji dan umrah memiliki kapasitas pelayanan yang mumpuni.

Sepekan ke belakang, CJH Khusus asal Kalsel dibuat resah karena tidak mendapat kepastian oleh biro perjalanan PT Travellindo. Usut punya usut, kisruh ini merupakan dampak dari tradisi Travellindo dalam memberangkatkan Jemaah pada program akhir. Ia sendiri tidak membantah jika program akhir punya risiko bermasalah jika lambat pengurusan.

“Kita dari Travellindo kan program VVIP-nya program akhir, akhir sama awal kan berbeda,” jelas Supriadi belum lama ini.

Sebanyak 53 jemaah melampiaskan emosi mereka dengan mendatangi Kantor Travellindo pada Kamis (1/8/2019) pagi. Dengan dalih tidak ada kejelasan, padahal mereka telah menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, CJH Khusus ini telah mengikuti tiga kali manasik haji pada Juli lalu.

Kementerian Agama Kalsel tidak bisa berbuat banyak, sebab PT Travellindo Tours & Travel ternyata belum mengantongi izin cabang di Banjarmasin. Namun mediasi telah dilakukan antara para CJH dan penanggung jawab Travellindo.

Dari mediasi tersebut, akhirnya membuahkan hasil yang kurang memuaskan bagi CJH. Sebab 48 CJH Khusus yang dipastikan bisa berangkat, harus menyetor biaya tambahan sebesar Rp30 Juta. Permintaan itu menurut Supriadi, sebagai cara lain untuk keberangkatan dengan difasilitasi oleh utusan Kemenag dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).

Menanggapi perkara tersebut, Subdit Dokumen Dirjen PHU Kemenag Haji RI melalui Kasi PHU Kemenag Kalsel, Hidayaturrahman menyebutkan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Haji dan Umrah (BPIH) adalah sebesar 8 ribu Dollar (sekitar 114 juta rupiah).

“8 ribu dolar angka yang wajar, karena di setiap travel ada lagi paket layanan yang kita tidak tahu besarannya,” ucap Hidayaturrahman kepada apahabar.com ketika dihubungi via WhatsApp, Selasa (6/8) siang.

Angka tersebut mencakupi pengurusan dokumen, namun tidak dengan paket layanan. Dalam hal ini, wewenang sepenuhnya berada dalam lingkup Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)

“Pengurusan semua administrasi dokumen dan operasional penyelenggaraan mulai dari Tanah Air sampai Arab Saudi, semuanya tanggung jawab mereka (Travel),” katanya mengakhiri pesan.

Turut membenarkan ucapan Hidayaturrahman, Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji, Nofirman menyampaikan Kanwil Kemenag Kalsel sebatas menerima pendaftaran haji saja. Selebihnya adalah tanggung jawab masing-masing Travel.

Berbeda dengan CJH khusus yang harus mengeluarkan biaya berlebih, jemaah haji reguler justru tidak dipungut biaya sama sekali untuk proses Visa karena sudah termasuk dalam komponen BPIH.

Baca Juga: Drama Haji Travellindo, Supaya Berangkat Jemaah Setor Puluhan Juta Lagi

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kesebelasan HST Juarai Paman Birin Cup 2019
apahabar.com

Kalsel

Penghapusan Guru Honorer, Pemprov Kalsel Sepakat dengan Syarat
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Kalsel, Pagi Ini Bertambah Satu PDP
apahabar.com

Kalsel

Nekat, Mahasiswa Barabai Bawa Sabu ke Mandingin
apahabar.com

Kalsel

Polisi Terapkan Disiplin Perbup HSU Saat Haul Syekh Samman Al Madani
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Digilir, Korban Pemerkosaan Kotabaru Juga Dicekoki Miras
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kerumunan Massa di Pilkada 2020, Bawaslu Banjarbaru Godok Pokja Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Razia Dalam Sel, Petugas Rutan Marabahan Temukan Benda Terlarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com