Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’ CATAT! Per Hari Ini Tarif PCR di Kalsel Wajib Rp 300 Ribu Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa Blakblakan Ayah Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia

- Apahabar.com     Senin, 26 Agustus 2019 - 07:30 WITA

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia

Santri saat mengikuti kilatan kitab kuning yang dipimpin Kiai Fahmi Amrullah di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Foto-Istimewa

apahabar.com, JOMBANG – Diskusi bertema ‘Memadukan Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional’ Gedung Yusuf Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengupas tantangan pendidikan di Indonesia.

Diskusi digelar dengan menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Phil Kamaruddin Amin, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Toto Suprayitno.

Pada pemaparannya, Kamaruddin mengungkapkan berbagai tantangan pendidikan Indonesia saat ini. Dimana menurutnya, lembaga pendidikan dituntut untuk tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan di bidang kognitif seperti kemampuan membaca, menulis, matematika, dan sains. Tapi juga dituntut meningkatkan kualitas pembinaan karakter.

“Kognitif tidak bisa menghandle tantangan di abad 21. Tantang terbesar kita selain di bidang kognitif tadi adalah tantangan pembinaan karakter,” kata Kamaruddin.

Tentang pembinaan karakter tersebut, lanjut Kamaruddin, lembaga pendidikan Islam, utamanya pesantren memiliki keunggulan dibanding lembaga pendidikan nasional. Pesantren-pesantren dirasanya mempunyai kekhasan dalam membina karakter para santrinya. Dimana di pesantren, para santri selalu mempelajari dan mengaplikasikan pendidikan integritas, kolaborasi, dan kemandirian.

“Tentang integritas itu karakter, tentang kolaborasi itu karakter, tentang kemandirian juga karakter. Ini semua ada di pondok pesantren,” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin juga mengapresiasi rasa ingin tahu para santri yang semakin hari semakin berkembang. Dimana saat ini, santri tidak begitu saja menerima mentah-mentah apa yang dikatakan kiyainya. Tapi, para santri saat ini juga sudah kritis, yang itu dirasanya akan baik bagi pendidikan karakter di pesantren.

“Critical thinking di pesantren sudah mulai bergeser ke arah yang sangat positif. Dimana santri-santri kita juga sudah mulai kritis dan logis, atau mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi,” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin kemudian mengingatkan, guru-guru, termasuk di pesantren memiliki tugas kita bukan saja untuk mencerdaskan murid-murid atau santri-santrinya saja. Tapi, kata dia, guru memiliki tugas bagaimana mentransformasi murid atau santrinya menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa, berintegritas, disiplin, kreatif, serta memiliki rasa ingin tahu.

“Mereka juga harus menjadikan murid atau santri menjadi pribadi yang terus bersemangat dan menghargai orang lain, sehingga selesai lah tugas guru. Dan inilah yang sesungguhnya sekali lagi tugas yang tidak mudah,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengklaim, lembaga pendidikan Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Madrasah misalnya, di Indonesia saat inj jumlahnya tidak kurang dari 52 ribu. Kemudian pondok pesantren yang jumlahnya mencapai 30 ribu, serta perguruan tinggi Islam yang jumlahnya juga banyak.

“Kita punya siswa-siswi madrasah sekitar 10 juta, mahasiswa sekitar satu jutaan, kita juga punya santri yang jumlahnya sudah 7 jutaan. Jadi jumlahnya sangat besar yang paling besar di dunia,” ujar Kamaruddin.

Saat ini, kata dia, inovasi-inovasi yang dikembangkan lembaga pendidikan Islam juga tidak kalah dari inovasi-inovasi yang dihasilkan lembaga pendidikan nasional. Hal ini menunjukkan, tingkat lembaga pendidikan Islam dengan lembaga pendidikan nasional di Indonesia setara. Lembaga pendidikan madrasah di Indonesia juga diakuinya paling modern di dunia.

Baca Juga: Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China

Baca Juga: Basarnas: Penumpang KM Santika Nusantara Melebihi Manifes

Baca Juga: Penerjung Payung asal Kalimantan di Jogya Air Show Gagal Mendarat

Baca Juga: Ribuan Anak Singkawang Sudah Miliki KIA, Intip Fungsinya

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Kedua Uji Coba, Jumlah Pengunjung TMII Capai 2.000 Lebih pada Akhir Pekan
Pasien Covid-19

Nasional

Hari Ini, 12.474 Pasien Covid-19 Indonesia Sembuh
apahabar.com

Nasional

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Bandar Narkoba Akhirnya Tewas
apahabar.com

Nasional

Blokir Internet di Papua, Mampukah Meredam Situasi?
apahabar.com

Nasional

Pengamanan Tidak Kendur Usai Pemilu

Nasional

Daftar Wilayah yang Dapat 5G Telkomsel dan Indosat
apahabar.com

Nasional

Akhir Pekan Ini Akan Terjadi Hujan Meteor Geminid
apahabar.com

Nasional

Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Lokasi Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com