‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air




Home Kalsel

Rabu, 7 Agustus 2019 - 17:41 WIB

Pemilu 2019 Jadi Bahan Evaluasi Hadapi Pilkada 2020

Redaksi - Apahabar.com

Marliyana, anggota KPID Kalsel menerima perhargaan ucapan terima kasih oleh KPU Kalsel. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Marliyana, anggota KPID Kalsel menerima perhargaan ucapan terima kasih oleh KPU Kalsel. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Masa kampanye Pemilu 2019 lalu dijadikan bahan evaluasi bagi KPU Provinsi Kalsel untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Berdasarkan data dari Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Kalsel hanya ada sembilan Parpol Peserta Pemilu yang sempat memasang iklan kampanye selama masa kampanye Pemilu 2019.

Iklan kampanye paling banyak tampil didominasi Partai Golongan Karya (Golkar) disusul Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat.

Sedangkan alokasi spot iklan kampanye yang dimanfaatkan calon anggota DPD RI di Kalsel juga tidak banyak.

Iklan kampanye calon DPD RI yang dominan tampil yaitu Habib Abdurrahman, Antung Fatmawati dan Agustin Nur Martina.

Baca juga :  Kabar Baik, 1 Pasien Asal Simpang Empat Tanbu Sembuh dari Covid-19

Anggota KPID Kalsel Marliyana memperkirakan tak mudahnya proses produksi pembuatan iklan kampanye ditambah biaya yang relatif tinggi membuat tak semua Peserta Pemilu mau membuat iklan kampanye untuk tampil di televisi lokal.

“Jadi mungkin karena biaya pembuatan iklan yang mahal dan waktu yang relatif singkat, belum semua melirik iklan kampanye,” kata Marliyana.

Menanggapi kondisi demikian, Komisioner Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih, Sosialiasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah nyatakan pihaknya akan mencatat masukan tersebut sebagai bahan evaluasi.

Baca juga :  Di Sela TMMD Kodim 1005 Marabahan, Tentara Ini Mengajar Mengaji

Namun Edy menerangkan pihaknya tak bisa merubah alokasi pengadaan metode kampanye bagi partai politik untuk membuat dialog atau debat kampanye karena akan berbenturan dengan Undang Undang Pemilu.

Jika ingin dirubah, Edy nyatakan pihaknya harus menunggu adanya perubahan aturan.

“Kami juga titip pesan kepada para partai politik yang ada di DPR kalau aturan ini ingin dirubah, karena kami hanya jalankan sesuai aturan,” kata Edy.

Baca Juga: Pilkada HST Mulai Memanas, 4 Balon Mencuat

Baca Juga: Pilkada Banjarbaru, Pengamat Sayangkan Gerindra Tak Usung Kader Sendiri

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

Kalsel

Pasca Pemilu, Puluhan Perempuan di Banjarbaru Mantap Menjanda..!!
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin di Mata Letkol Inf Teguh Wiratama
apahabar.com

Kalsel

Wow, H1 Razia Masker di Tapin Puluhan KTP Disita
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diprakirakan Hujan Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Siaga Satu, Polisi Pastikan Situasi Kalsel Kondusif
apahabar.com

Kalsel

Banjir Awal 2020, Basarnas Alihkan Kesiapsiagaan di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Motif Petani Tebas 2 Remaja di HSS Terungkap; Diganggu Saat Shalat
apahabar.com

Kalsel

Nestapa Bocah di Banjarmasin: Diajari Jadi Budak Seks Sejak 14 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com