Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Pencegahan Stunting, Tanbu Jadi Nomor 1 di Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 29 Agustus 2019 - 15:59 WIB

Pencegahan Stunting, Tanbu Jadi Nomor 1 di Kalsel

Kegiatan rembug stunting yang digelar Pemkab Tanbu, belum lama ini. Foto - Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu menjadi daerah terbaik dalam hal pencegahan stunting di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu tercantum dalam keputusan Gubernur Kalsel yang menetapkan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Kalsel tahun 2019.

Berdasarkan surat gubernur tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berada di peringkat pertama dengan total skor 36, diikuti Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan skor 35, dan Hulu Sungai Selatan yang hanya meraih skor 22. Kabupaten Tanah Bumbu juga berhasil mendapatkan nilai A dari 13 kriteria penilaian.

Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, menyampaikan rasa syukurnya setelah mengetahui Tanah Bumbu berhasil meraih posisi pertama pencegahan stunting di Kalsel.

“Alhamdulillah. Tapi, bagi kami ini bukan juara yang dikejar. Kami hanya ingin memastikan masyarakat Tanah Bumbu terbebas dari gizi buruk,” kata Rooswandi, kepada¬†apahabar.com, Kamis (29/08).

Rooswandi mengatakan salah satu sebab suksesnya penanganan stunting di Tanah Bumbu karena penanganannya terintegrasi dengan beberapa SKPD.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, H. Damrah, menjelaskan keberhasilan Kabupaten Tanah Bumbu bermula dari penanganan stunting yang selama ini gencar dilakukan pemerintah pusat melalui 8 aksi pencegahan stunting.

Aksi tersebut adalah analisis situasi masalah stunting, perencanaan kegiatan, rembug stunting, dan peraturan bupati terkait dana desa yang dimanfaatkan untuk penanganan stunting. Kemudian, pembentukan kader pembangunan aksi, manajemen dasar, pengukuran dan publikasi dan terakhir review.

“Yang dinilai itu aksi satu sampai empat. Penilaiannya bertahap. Proses inilah yang dinilai oleh pemerintah provinsi,” ungkap Damrah.

Bupati Tanah Bumbu, H. Sudian Noor juga menyampaikan kegembiraannya. Bupati juga menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap semua pihak yang sudah terlibat dalam penanganan stunting di Tanah Bumbu.

Baca Juga: Pembangunan Museum Idham Chalid Disetujui, Warga Segera Siapkan Lahan

Baca Juga: Dikunjungi Santri Rumah Tahfiz, Sudian Noor Sampaikan Nasihat Ini

Reporter: Puja Mandela
Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Polres Tanbu Siagakan Personel Pasca Penyerangan di Polsek Daha Selatan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

KWT Sawi Desa Sinar Bulan Tanbu Juarai Lomba P2L KRPL Tingkat Provinsi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Komentar Kepala Kesbangpol soal Radikalisme di Tanbu
Covid-19

Pemkab Tanah Bumbu

Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 15, Positif 9
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Ditelantarkan, Istri Ketujuh Bekas Camat Tanah Bumbu Lapor Polisi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

114 Desa dan 16 Kelurahan Ikuti Sosialisasi Kebijakan Kependudukan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sederet Parpol Pemilik Kursi di DPRD Tanbu Terima Bantuan, Simak Rinciannya
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Diskominfo Tanbu Sosialisasikan Pedoman Update Data Website
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com