Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Peneliti: Vokasi Sektor Industri Akan Ikuti Tren Digitalisasi

- Apahabar.com Jumat, 2 Agustus 2019 - 06:15 WIB

Peneliti: Vokasi Sektor Industri Akan Ikuti Tren Digitalisasi

Ilustrasi. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Tenaga Ahli Kementerian Perindustrian Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri, Mujiyono (kiri) pada peluncuran Pendidikan Vokasi Link and Match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Industri, beberapa waktu lalu. Foto ‚Äď Antara/Biro Humas Kementerian Perindustrian

apahabar.com, JAKARTA – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra menyatakan, pendidikan vokasi di beragam sektor industri seperti perbankan akan semakin mengikuti tren digitalisasi sehingga teknologi digital juga harus dapat dipahami seluruh warga.

“Semuanya akan mulai beralih mengikuti tren digitalisasi atau komputerisasi yang dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan cepat,” kata Nadia Fairuza Azzahra di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (01/08).

Menurut Nadia, dengan didukung infrastruktur yang sudah berkembang, maka pekerja yang memilliki keterampilan dalam dunia digital, teknologi, e-commerce akan semakin dicari ke depannya.

Ia berpendapat bahwa kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam hal penguasaa teknologi dan kompetensi yang memadai menjadi kunci keberhasilan untuk bertahan di era ini.

Padahal, lanjutnya, teknologi digital dinilai masih belum dipahami dan dikuasai secara merata di berbagai daerah yang ada di wilayah Republik Indonesia.

“Pengembangan program studi seperti virtual reality, 3D printing, design communication visual, e-commerce perlu ditingkatkan karena di masa depan, profesi-profesi dalam bidang inilah yang akan memiliki kesempatan lebih luas untuk ditekuni,” katanya.

Selain dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, profesi di sektor itu dinilai juga dapat menciptakan pengusaha-pengusaha mandiri, dalam artian pekerja dengan keahlian ini bisa menjadi wirausaha atau freelancer.

Mereka dinilai bisa bekerja tanpa terikat dengan perusahaan dan bisa bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah, karena tidak memerlukan kantor fisik. Fenomena ini akan memunculkan unit-unit usaha yang lebih mandiri.

Kemudian, ujar dia, pekerja dengan keahilan di bidang digital/IT memiliki banyak pilihan karir. Lulusan dengan gelar IT dapat bekerja di banyak sektor dan menekuni berbagai profesi, mulai dari technical writer, web developer, IT director, programmer, data analyst dan lainnya.

“Karier dalam bidang ini memiliki peluang gaji yang cukup tinggi. Keahlian di bidang IT merupakan keahlian spesifik yang akan terus dibutuhkan oleh sektor industri,” ucapnya.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan ekonomi digital akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2045.

“Kita melihat di tahun 2045 ekonomi kreatif dan ekonomi digital bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Bambang Brodjonegoro saat menghadiri diskusi Manfaat Ekonomi Digital di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7).

Bambang mengatakan sektor yang menggerakkan roda ekonomi ke depannya bukan berasal dari pertambangan, pertanian, maupun manufaktur. Tiga sektor tersebut dianggap banyak mengalami kelemahan dan tidak bisa dijadikan andalan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut teknologi digital dapat menjadi landasan pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia.

“Penerima manfaat terbesar dari perkembangan ekonomi digital adalah dunia usaha terutama UMKM, dan tentunya konsumen. Sehingga bisa mendorong upaya pemerintah dalam menciptakan ekonomi inklusif,” ujar Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal dalam diskusi di Jakarta, Selasa (23/7).

Baca Juga: Kalsel Belum Lirik Potensi Sarang Burung Walet

Baca Juga: Selasa Pagi, Rupiah Terlemah di Asia Rp 14.030/US$

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bursa Kawasan Turun, IHSG Awal Pekan Diperkirakan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham
apahabar.com

Ekbis

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?
apahabar.com

Ekbis

Tensi AS-Iran Turun, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Siasat Disperindag Banjar Atasi Meroketnya Harga Si Melon

Ekbis

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Didorong Sentimen Positif di Pasar Keuangan
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga BI Diputuskan Tetap 4,5 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com