Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

Penerjung Payung asal Kalimantan di Jogya Air Show Gagal Mendarat

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Agustus 2019 - 20:02 WITA

Penerjung Payung asal Kalimantan di Jogya Air Show Gagal Mendarat

Petugas gabungan mengevakuasi korban, penerjun payung Jogja Air Show yang gagal mendarat karena berlabuh di muara Sungai Opak Depok Parangtritis Bantul, DIY. Foto-Antara/Hery Sidik

apahabar.com, BANTUL – Salah seorang penerjun payung dalam Jogja Air Show 2019 di Pantai Depok Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami insiden. Pria itu gagal mendarat di landasan pacu Depok karena terhempas angin kencang, Sabtu pagi.

Penerjun payung yang diketahui bernama Ramli, warga Kalimantan Barat itu, gagal mendarat karena berlabuh ke muara Sungai Opak,
Laguna Depok Parangtritis yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter, sehingga butuh pertolongan petugas pengamanan.

Atas kejadian itu, sejumlah petugas gabungan dari Ditpolair Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas), serta Satlinmas Depok Parangtritis mengevakuasi korban dengan perahu nelayan dan membawa korban ke tepi sungai.

Salah seorang dari tim penyelamat, anggota Ditpolair Polda DIY, Brigadir Agustus Bayu Sakti, mengatakan insiden itu bermula ketika korban berniat mendarat di “runway” Depok. Namun tiba-tiba terempas angin kencang sehingga harus mendarat darurat di muara Sungai Opak, Laguna Depok.

“Kita sudah melihat korban menjauhi dari landasan (Depok), satu (penerjun) turun di tengah (sungai) dan tiga penerjun di pinggir, mendarat dengan selamat,” katanya.

Melihat kejadian itu, petugas kemudian berlari ke lokasi itu untuk mengevakuasi korban.

“(Sesaat setelah mendarat di sungai, red.) Korban sudah mau tenggelam. Perahu nelayan sudah sampai korban kita angkat, kita lakukan penanganan pertama, syukur korban bisa sadar dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Brigadir Nasution, seorang penerjun payung dari Polairud Polda DIY yang mendarat darurat dengan selamat di Sungai Opak, Laguna Depok itu, mengatakan awalnya ada 12 penerjun yang dibagi untuk terjun dari ketinggian masing-masing 6.000 feet, 5.000 feet, dan 4.000 feet.

Akan tetapi, menurut dia, usai para penerjun membuka parasut, payung berjalan mundur karena terempas angin kencang.

Akibatnya, para penerjun tidak bisa bergerak maju, sehingga yang dilakukan oleh para penerjun yakni mencari pendaratan yang aman. “Karena angin sangat besar dan kencang, yang mendarat di landasan ada satu, lainnya kebuang. Ada yang di Pantai Parangtritis ada yang di Laguna Depok ini,” katanya.

Baca Juga: Ribuan Anak Singkawang Sudah Miliki KIA, Intip Fungsinya

Baca Juga: Kapolsek Sukajadi yang Beri 2 Lusin Miras ke Mahasiswa Papua Akhirnya Dicopot

Baca Juga: Korban Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza Bertambah 127 Orang

Baca Juga: Korban Selamat Kebakaran Kapal Santika 294 Orang

Sumber: Antara
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Janji Menko Polhukam untuk Kasus Syekh Ali Jaber: Kita Akan Usut Secara Terbuka
Pabrik Vaksin

Nasional

Indonesia Bakal Punya Pabrik Vaksin, Produksi Awal 30 Juta Dosis Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Kondisi Pejabat Kemenkumham Kalsel Korban Penyiraman Air Keras Membaik
apahabar.com

Nasional

Tulungagung Diamuk Angin Kencang, Sejumlah Rumah Rusak
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Huawei Indonesia Soal Kabar Karyawannya Terserang Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Sah! Komjen Idham Azis Terpilih Jadi Kapolri Secara Aklamasi
Ariani, Bang, Bang, Bang, Bang, Bung, Izul, Ka, Pa, Puja, Rifad, Uploader, +62 812-5116-603, +62 812-5665-9788, +62 813-4722-2844, +62 813-5063-3833, +62 831-3118-3955, +62 857-0581-1173, +62 857-9223-0054, +62 878-3409-2015, Anda HARI INI HARI INI Bung Zainal Geger, Penemuan Mayat di Bawah Kolong Rumah Warga Manggar Balikpapan apahabar.com, BALIKPAPAN - Warga RT 26 Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kaltim, mendadak geger. Menyusul penemuan mayat pria di bawah kolong rumah warga, Senin (22/11) sekira pukul 08.30 WITA. Korban diketahui bernama Fendi (16) yang ditemukan tewas mengenakan kaos warna hitam. Peristiwa tersebut baru diketahui saat salah seorang warga bernama Akmal (27) sedang mencuci perahu. Saat itu Akmal melihat ada seseorang yang sedang telungkup di kolong perumahan warga RT 26. "Saksi menghubungi Polsek Balikpapan Timur untuk melaporkan adanya orang yang mengapung di kolong perumahan warga. Lalu kami melakukan tindaklanjut," ujar Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Hart… Baca selengkapnya 11.33 Bung Zainal 11.33 Bung Zainal 11.33 Puja Mandela KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU apahabar.com, JAKARTA - KPK memanggil anggota DPRD Tabalong Fraksi PDIP, Rini Irawanty (Jamela) sebagai saksi terkait kasus korupsi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid (AW). "Hari ini (22/11) pemeriksaan saksi TPK terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikutip dari detikcom, Senin (22/11). Selain itu KPK juga memanggil 15 saksi lainnya terkait perkara ini. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara. Saksi itu di antaranya: 1. Gusti Iskandar (PT Khuripan Jaya) 2. Erik Priyanto (Kontraktor/Direktur PT Putera Dharma Raya) 3. Khairil (CV Aulia Putra) 4. Kariansyah/Haji Angkar (CV Khuripan Jaya) 5. Akhmad Farhani alias H Farhan (PT CPN/PT Surya Sapta Tosantalina) 6. Akhmad Syaiho (Karyawan PT Cahya Purna Nusaraya) 7. Rohana (PNS pada Dinas PTSP dan Penanaman Modal Kabupaten Hulu Sungai Utara) 8. Wahyuni (Swasta) 9. Heri Wahyuni (Pensiunan PNS (Mantan Plt Kepala BKPP Kabupaten Hulu Sungai Utara) 10. Ratna Dewi Yanti (Konsultan Pengawas Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang) 11. Muhammad Mathori (Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada BPN Kabupaten Amuntai) 12. Lukman Hakim (Swasta) 13. Anshari alias Ahok (Swasta) 14. Baihaqi Syazeli (Swasta) 15. Hidayatul Fitri (Swasta) Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap Rp 18,9 miliar. Abdul Wahid juga ditahan. KPK juga telah menetapkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Hulu Sungai Utara, Maliki, sebagai tersangka. Selain Maliki, KPK menetapkan Marhaini dan Fachriadi sebagai tersangka dari pihak swasta. Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP. Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP. Newswire Puja M Nasional Ilustrasi gedung KPK. Foto-Istimewa

Nasional

KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU
apahabar.com

Nasional

Tak Percaya Survei, BPN Optimis Prabowo-Sandiaga Unggul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com