Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Penurunan Harga Tiket Pesawat Picu Deflasi Kalsel!

- Apahabar.com Minggu, 4 Agustus 2019 - 18:49 WIB

Penurunan Harga Tiket Pesawat Picu Deflasi Kalsel!

Ilustrasi. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN –  Per Juli 2019, Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,09 persen. Adapun, laju inflasi kalender 2019 (Juli 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 3,11 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,21 persen.

Deflasi terjadi lantaran adanya kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat. Mengingat, Banjarmasin merupakan salah satu bandara yang tergolong padat penumpang di Indonesia.

“Baik keberangkatan maupun kedatangan. Ini merupakan indikasi keberhasilan dari menurunnya harga tiket pesawat,” ucap Ekonom Kalsel, Mohammad Zainul kepada apahabar.com, Minggu (4/8) sore.

Dengan harga tiket yang murah, kata dia, otomatis akan memicu meningkatnya jumlah penumpang dan memiliki multiplayer efek yang luas terutama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Pastinya UMKM yang menghasilkan produk buah tangan ciri khas Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Selain itu, dengan menurunnya harga tiket pesawat, mengakibatkan biaya pengiriman barang menjadi semakin murah. Sehingga membantu perusahaan yang menjual produk melalui media online.

“Bila omzet penjualan meningkat, maka secara otomatis produksi juga mengalami peningkatan,” tandasnya.

Adapun, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Banjarmasin antara lain angkutan udara, ikan gabus, bawang putih, ikan kembung atau gembung, terong.

Di Tanjung, pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Laju inflasi kalender 2019 (Juli 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 1,70 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 0,96 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain: beras, daging ayam ras, ikan nila, bayam, semangka.

Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 55 kota mengalami inflasi, 27 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi di kota Sibolga sebesar 1,88 persen, dan terendah di kota Makassar sebesar 0,01 persen.

Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Kota Tual sebesar 1,55 persen dan deflasi terendah kota Gorontalo sebesar 0,02 persen.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Sektor Pariwisata Melambat

Baca Juga: Tiket Mahal, Astindo Dukung Maskapai Asing Masuk Indonesia

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tambang Ulang Rutin Patroli Siang Malam
apahabar.com

Kalsel

KPU Kalsel Ajukan Pengganti 846 Kotak Suara Rusak
apahabar.com

Kalsel

Peternak Ayam Ras Kalsel Menjerit, Harga Jadi Pemicunya
apahabar.com

Kalsel

Hari ke-4 Operasi Zebra Intan 2020: Satlantas Polres HST Hentikan Penilangan
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjar Banjarbaru, Petugas Temukan Pengendara dengan Suhu Badan Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Perusahaan Pelit, Kades di Kotabaru Adang Armada Truk Sawit
apahabar.com

Kalsel

Satu Calon Jemaah Haji Batola Gagal Berangkat
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Banjarmasin: ODP 102 Pasien
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com