Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas Jalan Provinsi di HSU Rusak Parah, Truk Bermuatan Semen Amblas Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022

Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China

- Apahabar.com     Minggu, 25 Agustus 2019 - 06:00 WITA

Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping saat pertemuan bilateral kedua negara pada KTT pemimpin negara G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). Foto-REUTERS/Kevin Lamarque

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump pada Jumat (23/8) mendesak pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari China setelah Beijing menyatakan akan memberlakukan tarif balasan senilai 75 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,07 kuadriliun) atas barang-barang dari Amerika Serikat.

Dilansir Antara, pergerakan itu memicu ketakutan bahwa perang dagang yang memanas di antara AS dan China akan menyebabkan perekonomian global jatuh ke dalam resesi.

Trump mengatakan di Twitter bahwa ia akan mengambil langkah untuk menanggapi rencana terbaru Beijing tersebut soal pengenaan tarif.

Presiden AS selama ini menuduh China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Ia juga berupaya mencapai kesepakatan yang akan menyeimbangkan hubungan kedua negara dan dengan memberi keuntungan bagi perusahaan dan tenaga kerja AS.

“Kita tidak memerlukan China dan, terus terang saja, kita akan lebih baik tanpa mereka. Uang dengan jumlah sangat besar yang dikumpulkan dan dicuri oleh China dari Amerika Serikat, setiap tahun, selama berpuluh-puluh tahun, akan dan harus DIHENTIKAN,” cuit Trump.

“Perusahaan-perusahaan hebat kita, karena itu, diperintahkan untuk segera mencari alternatif selain China, termasuk dengan membawa kembali perusahaan-perusahaan Anda ke tanah air dan membuat produk-produk di AS,” cuitnya lagi.

Belum ada kejelasan soal kewenangan hukum apa yang akan digunakan Trump untuk mewajibkan perusahaan AS menghentikan kegiatan di China atau berhenti menggunakan produk dari negara itu.

Trump juga mengatakan bahwa ia memerintahkan perusahaan layanan pengiriman seperti FedEx, Amazon.com Inc, UPS dan Layanan Pos AS untuk menemukan dan menolak semua pengiriman obat bius pereda rasa nyeri ke Amerika Serikat.

China pada Jumat mengatakan akan menerapkan tarif balasan senilai 75 miliar dolar atas barang-barang AS, dengan pertama kalinya mengincar minyak mentah. China juga menyatakan akan memperbarui pajak-pajak hukuman atas produk otomotif buatan AS.

Baca Juga: Penerjung Payung asal Kalimantan di Jogya Air Show Gagal Mendarat

Baca Juga: Ribuan Anak Singkawang Sudah Miliki KIA, Intip Fungsinya

Baca Juga: Kapolsek Sukajadi yang Beri 2 Lusin Miras ke Mahasiswa Papua Akhirnya Dicopot

Baca Juga: Korban Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza Bertambah 127 Orang

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Irjen Iqbal Siap Hadir di Munas JMSI di Riau

Nasional

H-1 Peresmian APT Pranoto, Tes Flight Berjalan Mulus
apahabar.com

Nasional

Penting Mana, Hindari Covid-19 atau Tarawih Berjemaah?
apahabar.com

Nasional

BPOM Jamin Validitas Protokol Uji Klinis Vaksin Covid-19

Nasional

Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan!
Penganiayaan

Nasional

Irjen Napoleon Lumuri Wajah dan Tubuh Muhammad Kece Pakai Kotoran Manusia

Nasional

Detik-detik Saat Tsunami Menerjang Konser Seventeen
Rombongan Jokowi Disalip Ambulans

Nasional

Viral Rombongan Jokowi Disalip Ambulans, Netizen: Presiden Aja Ngalah Sama Ambulans
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com