3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Permintaan Darah di Kalsel Meningkat, PMI: Per Bulan Capai Ratusan Ribu Kantong

- Apahabar.com Sabtu, 31 Agustus 2019 - 17:38 WIB

Permintaan Darah di Kalsel Meningkat, PMI: Per Bulan Capai Ratusan Ribu Kantong

Sekda Kalsel, Abdul Haris Makkie memberikan keterangan kepada wartawan usai Rapat Kerja PMI Kalsel 2019, Sabtu (31/8) sore. Foto – apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan kebutuhan darah di daerah ini terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Bahkan, peningkatan itu mencapai ratusan ribu.

“Tahun sebelumnya kebutuhan darah hanya sekitar 60 ribu kantong per bulan. Namun, sekarang menjadi 100 ribu kantong per bulan,” ucap Ketua Umum PMI Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah di sela Rapat Kerja PMI Kalsel 2019, Sabtu (31/8) sore.

Menurutnya, stok darah di Kalsel telah mencukupi. Bahkan, PMI Kalsel telah menyalurkan darah ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Tepatnya, Kabupaten Kapuas.

“Saat ini harga tebus satu kantong darah sekitar Rp 350 ribu,” bebernya.

PMI Kalsel, kata dia, terus melakukan penataan di internal organisasi. Sejauh ini, pihaknya telah membangun sentral Unit Gawat Darurat (UGD) di seluruh kabupaten atau kota se-Kalsel.

“Kita akan berkonsolidasi dengan UGD di kabupaten atau kota se-Kasel. Pastinya, saling sharing,” tegasnya.

Tak hanya sampai di situ, Banjarmasin ditunjuk sebagai UGD yang akan mengelola darah menjadi obat atau plasma.

“Kita telah memiliki tenaga donor sudah terverifikasi. Bahkan, saat bencana di Kalsel akan kita targetkan membangun posko hanya sekitar 4 jam,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan, anggaran sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Termasuk kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti PMI Kalsel.

“PMI diharapkan menyusun program kegiatan yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Terlebih, secara regulasi telah lahir undang-undang tentang kepalangmerahan, sehingga menjadi kewajiban pemerintah dalam memberikan anggaran. Khususnya mengenai dana hibah.

“Sehingga PMI ini dibedakan dengan organisasi masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Sakit Paru-Paru, Satu Lagi Jemaah Haji Kalteng Meninggal Dunia

Baca Juga: Mahasiswa Baru Afirmasi Asal Papua Mendapat Sambutan di Kantor Gubernur

Baca Juga: Polisi Stop Laporan Anang Rosadi Terhadap Wali Kota Banjarmasin

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Segera Pasang PJU di Sungkai dan Pengaron
apahabar.com

Kalsel

Naik Ratusan Ribu, Ibnu Sina Jamin Kesejahteraan Guru Honorer Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Banjarmasin Resmi Tinggalkan Zona Merah Covid-19!
apahabar.com

Kalsel

Kesan Mayjen TNI Irwan Saat Tinjau Pelaksanaan TMMD ke 109 di Tanbu
Andai Tak Diperbaiki, Dermaga Pasar Marabahan Bisa Makan Korban

Kalsel

Andai Tak Diperbaiki, Dermaga Pasar Marabahan Bisa Makan Korban
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap! 1 Juni Kotabaru Terapkan New Normal

Kalsel

VIDEO: Empat Tuntutan Mahasiswa kepada Anggota DPRD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hindari Kemacetan, Dishub Siap Amankan Parkir Liar di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com