MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Pilkada Serentak 2020 Kalsel, Diprediksi Hanya Dua Petahana Bertahan

- Apahabar.com Jumat, 16 Agustus 2019 - 20:27 WIB

Pilkada Serentak 2020 Kalsel, Diprediksi Hanya Dua Petahana Bertahan

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM, Taufik Arbain. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tujuh Kabupaten atau Kota se-Kalimantan Selatan (Kalsel)tinggal menghitung bulan.

Rupanya, kontestasi politik lima tahun tersebut bukan hanya panggung demokrasi semata. Melainkan pertaruhan harga diri sang incumbent.

Baca Juga: Dikabarkan Maju di Pilkada Tanbu, Bagaimana Peluang Sudian Noor?

Mengingat, Incumbent memiliki modal awal sebagai kepala daerah di tingkat kabupaten atau kota.

Sayangnya, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM, Taufik Arbain menilai, hanya terdapat 1-2 petahana yang akan bertahan di Pilkada Serentak 2020 nanti.

“Alasannya, rata-rata survei menunjukkan elektabilitas petahana berada di angka kisaran 50-60 persen,” ucap Taufik Arbain di sela kegiatan Sarasehan DPD Taruna Merah Putih (TMP) Kalsel, Jumat (16/8) sore.

Bahkan, hasil survei menunjukkan angka di bawah 50 persen di kabupaten atau kota tertentu. Seperti halnya petahana di Kabupaten Kotabaru, yakni Sayed Ja’far- Burhanuddin. Terlebih, konflik secara politis keduanya yang tak berkesudahan.

“Ini memiliki makna, para petahana di Kalsel memungkinkan untuk ditumbangkan,” tegasnya.

Contoh kasus Pilkada 2018 silam. Di mana hasil survei sang petahana di Hulu Sungai Selatan (HSS) berada di angka 60-70 persen, Tanah Laut (Tala) 52 persen, Tabalong 47 persen, dan Tapin 34 persen.

Petahana Tala, kata dia, dalam perjalanan waktu dikalahkan oleh pesaing relative massif. Ditambah, adanya maneuver internal partai pendukung petahana yang menyebabkan sekitar 10 persen suara tergerus.

Lalu, Tabalong diuntungkan fluktuatif penantang yang semula lebih besar. Lalu, di akhir-akhir waktu suara penantang terdistribusi pada penantang kedua yang tidak mampu melebihi suara petahana.

“Padahal petahana berada di angka stagnan sejak survei awal hingga hasil akhir,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan Tapin kala itu, angka survei di bawah 50 persen. Tidak ada pilihan kecuali melawan kotak kosong.

Menurutnya, sang petahana mesti menyusun kembali peta politik di daerah masing-masing. Kemudian, mengkonstruksikan jaringan-jaringan dengan tujuan meningkatkan pembangunan di daerah.

Petahana juga diharapkan menghindari kegiatan yang bersifat sensitif dan dipandang publik tak wajar.

“Terpenting dalam urusan perundang-undangan. Petahana jangan sampai membuat regulasi yang tak berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Harapan Tokoh Masyarakat Tanah Bumbu Jelang Pilkada

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Lebaran Kurban; Pasokan Gula Pasir di Kalsel Aman

Kalsel

Kabar Baik, 32 Warga Tanah Bumbu Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Kesembuhan dan Kematian Akibat Covid-19 di HSS Termasuk Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Mangkir 30 Hari Lebih, Brigadir HS Dipecat
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Fokus Keamanan Markas, Pengamanan Tetap Humanis
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Puluhan Pengendara Terjaring Razia di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Alasan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kalsel Masih yang Terburuk
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Rawan Pemilu, Kapolres Ajak Pers Sejukkan Suasana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com