Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Polda Metro Jaya Ungkap Penyeludupan 5.571 Ponsel asal Cina

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 05:15 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Penyeludupan 5.571 Ponsel asal Cina

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam gelar kasus ponsel selundupan asal China. Foto – Antara/Fianda Rassat

apahabar.com, JAKARTA – Sub Direktorat I Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penyelundupan 5.571 unit ponsel asal China dari berbagai merek.

Dilansir Antara, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan ponsel tersebut diselundupkan tanpa membayar pajak impor dan biaya kepabeanan. Barang yang dibawa secara ilegal tersebut juga tidak mempunyai jaminan kualitas.

“Jadi mereka tidak memiliki sertifikat atau menjual barang rekondisi yang seakan-akan seperti barang baru. Masyarakat jangan mau jika beli handphone baru tapi hanya garansi toko, karena hampir dipastikan itu barang ilegal,” paparnya di Jakarta, Kamis (29/08).

DIjelaskan Gatot, barang selundupan kemudian diperdagangkan secara bebas meski tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gatot mengatakan jumlah lebih dari 5.000 ponsel tersebut diamankan dari seorang distributor ponsel. Dia mengatakan pihaknya akan lebih fokus pada penindakan di sisi hulu untuk memutus mata rantai peredaran ponsel selundupan.

Sementara, Kasie konsultasi dir pemberdayaan konsumen Kementerian Pendagangan, Ephraim Caraen, mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk membongkar kasus penyelundupan serupa.

Ephraim mengatakan distributor dipastikan telah melanggar sejumlah peraturan, terutama dengan tidak memenuhi persyaratan untuk ponsel yang diperjualbelikan di Indonesia.

“Pertama terkait kewajiban tersangka adalah untuk memenuhi standar terkait dengan telepon seluler yang tidak dipenuhi. Kemudian terkait kewajiban pencantuman label dan juga petunjuk penggunaan dan kartu garansi berbahasa Indonesia,” ujar Ephraim.

Menurut Ephraim, ada juga modus yang dilakukan para tersangka yaitu memperdagangkan telepon seluler yang bekas atau refurbish (daur ulang) tapi seolah-olah telepon itu baru.

“Jadi hal ini dapat menyesatkan konsumen dan menipu pasar,” tutur Ephraim.

Ponsel yang diamankan antara lain dari bermerek iPhone, Xiaomi, Samsung, Sony, Verizone, Motorola, Sony Ericsson, Nuu N4L, Sharp, Arau, TapDocomo, LTV, Hanom, Goms, Osmo, Nokia dan Oppo.

Baca Juga: Diduga Tilap Dana Desa, Satu Kades di Barut Bakal Jadi Tersangka

Baca Juga: Duh! Sarjana Ini Terciduk Polisi Bawa Sabu

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kasus Dana Hibah, Jika Perlu KPK Panggil Menpora
apahabar.com

Hukum

Dari Ambruknya Jembatan Mandastana, Satu Terpidana Lagi Bayar Denda
Jambret

Hukum

Jambret Sipir Wanita, Pemuda asal Kotabaru Nyungsep ke Drainase Karang Intan!
apahabar.com

Hukum

Kedapatan Edarkan Dextro, Pemuda Asal HSS Diamankan Polisi di Tapin
apahabar.com

Hukum

DPO Sejak 2017, Pelaku Anirat di Guntung Ujung Diringkus
apahabar.com

Hukum

DJ Perempuan di Banjarbaru Diringkus karena Sabu
apahabar.com

Hukum

Ratna Sarumpaet Ajukan Banding
apahabar.com

Hukum

Politis Partai Demokrat Andi Arif Gunakan Sabu dan Ditangkap Bersama Seorang Wanita
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com